Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 130


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, kandungan Sella sudah menginjak 9bulan. Dan saat ini hanya menunggu hari saja bayi yang berjenis kelamin laki-laki keluar melihat dunia. Iya... anak Sella dan Jordan berjenis kelamin laki-laki. Seperti yang Jordan harapkan, memiliki anak pertama laki-laki seperti Arlan. Kalau Sella sebenarnya ingin anak perempuan, tapi di kasih laki-laki juga tidak apa-apa, yang penting anaknya sehat dan sempurna tak kurang satu pun.


Orang tua Jordan tentu saja sangat bahagia, sebab mereka akan memiliki cucu laki-laki lagi. Sebab kemarin mereka baru saja mendapat cucu laki-laki, anak ketiga Karina. Jadi saat ini orang tua Jordan sudah memeliki dua pasang. Dan dari menginjak kandung Sella ke 8bulan, orang tua Jordan sudah pulang ke Indonesia. Tentu saja agar mereka tidak terlambat menyambut kelahiran cucu mereka.


Saat ini Jordan sedang merenovasi rumah yang sudah lama dimilikinya, itu juga karena orang tuanya yang sibuk memintanya pindah ke mansion. Orang tua Jordan tak mau menantu dan cucunya tinggal di apartemen lagi. Karena mansion jauh dari kantor dan boutique, maka Jordan memilih merenovasi rumahnya yang tak jauh dari kantor dan boutique. Dan saat ini tinggal memasukkan furnitur dan perabotan yang sudah Sella pilih bersama Mami Irene.


" Mami jangan banyak-banyak... yang kemarin Mami bawa dari Jerman aja udah banyak." ucap Sella yang sedang di toko perlengkapan bayi bersama mertuanya. Dan Mami Irene dengan semangat mengambil baju yang menurutnya lucu dan bagus.


" Gak apa-apa sayang... Ini Mami ambil sizenya yang agak besar kok, jadi bisa di pakai saat cucu Mami sudah agak besar. Mami akan menyesal jika tidak membelinya. Kamu duduk aja di sana, biar Mami yang urus semuanya buat cucu Mami." ujar Mami Irene dan malah menyuruh Sella duduk manis.


Bukan hanya baju, tapi mainan dan alat makan juga di beli Mami Irene. Cucunya saja belum lahir tapi sudah di belikan alat makannya, melihat itu Sella hanya bisa geleng-geleng. Tadi Sella di jemput di boutique dan di bawa ke Mall, bahkan Sella tak sempat memberi tahun Jordan dan sambil menunggu mertuanya Sella mengabari Jordan kalau sedang bersama Maminya.


" Ayo sayang... Kita beli apa lagi ya?" ucap Mami Irene yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Sella yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Hah... Udah Mam? Mana belanjaannya? Gak jadi ya?" cecar Sella dan melihat sekeliling tapi tak menemukan paperback satupun.


" Semuanya akan di kirim ke rumah kalian nanti, jadi kita bisa shopping-shopping lagi." jawab Mami Irene dengan senyum merekah.


" Udah aja Mam, Sella takut Jordan marah karena membeli barang yang belum tentu di pakai." ujar Sella, dirinya sungguh tak enak menghambur-hamburkan uang.


" Jordan seperti itu kalau kamu belanja?" tanya Mami Irene dengan dahi berkerut.


" Ya tidak Mam, Sella gak pernah belanja seperti ini. Paling hanya grocery shopping buat keperluan rumah sehari-hari Mam." jawab Sella jujur, karena memang Sella tak pernah menggunakan kartu yang di berikan Jordan untuk beli barang-barang branded. Bukan Jordan tak mengizinkan tapi Sella yang tak mau.

__ADS_1


" Habiskan saja uang Jordan itu sayang, jangan gak enak." ujar Mami Irene dan Sella hanya bisa tersenyum dan terpaksa mengangguk.


" Ayo kita makan dulu, baru kita lanjutkan menghabiskan uang Jordan." ajak Mami Irene dan menggandeng tangan Sella.


Jika di lihat orang, Sella tak seperti menantu. Karena saat ini Mami Irene memperlakukan Sella seperti anak sendiri, di gandeng terus...apalagi perut Sella saat ini sudah besar.


Mertua dan menantu itu berhenti di sebuah restoran makanan Indonesia yang cukup terkenal. Karena lama tinggal di luar negeri membuat Mami Irene rindu makanan Indonesia. Meski di Jerman ada yang jual makanan Indonesia, tapi rasanya beda.


Saat sedang menikmati makanan yang di pesan, tiba-tiba ada yang duduk di sebelah Sella dan membuat Sella tersedak karena kaget.


" Dasar kamu ini, lihat lah itu istrimu sampai tersedak." omel Mami Irene ke orang yang baru saja datang, dan orang itu adalah Jordan.


" Maaf ya sayang... Aku tidak bermaksud mengagetkan mu." ucap Jordan merasa bersalah dan mengusap punggung Sella dengan pelan.


" Ya aku juga mau makan siang juga Mam, masak gak boleh. Kalian hanya berdua tapi pesan makan sebanyak ini. Untung aku datang akan, jadi bisa membantu menghabiskannya." ucap Jordan sambil cengegesan.


" Sudah Mami bilang kami bertiga, anak kamu gak di anggap?" sewot Mami Irene.


Jordan tak menanggapi ucapan Maminya, ia malah memanggil pelayan untuk meminta piring kosong serta sendoknya juga.


" Makan yang banyak sayang..." ucap Jordan ke Sella yang sedang mengelus perutnya.


" Pesan makanan mu sendiri, itu untuk menantu dan cucu Mami." ucap Mami Irene saat Jordan menyendok makanan ke piringnya.

__ADS_1


" Pelit banget sama anak sendiri, anak mu ini capek dan lapar Mami. Biarkan aku makan dan lanjut kerja mencari uang agar Mami dan menantu Mami yang cantik ini bisa shopping lagi." ujar Jordan mendramatisir.


Mami Irene hanya memutar matanya malas mendengar ucapan Jordan dan membiarkan anaknya itu makan. Benar yang di ucapakan Jordan tadi, dan tak menunggu lama semua makanan di habiskannya.


Sella hanya diam saja, perutnya sudah terasa sedikit sakit. Ia kira ini karena dirinya kekenyangan, tapi ia rasa ini berbeda dengan kekenyangan. Sambil menunggu Jordan selesai makan, Sella hanya mengelus perutnya agar menyamarkan sakitnya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Mami Irene saat melihat Sella keluar keringat, padahal ada AC.


" Perut ku sakit Mam..." jawab Sella sambil mengusap keringat di pelipisnya.


" Hah..." Jordan kaget dan reflek menjatuhkan sendoknya.


" Ayo cepat ke rumah sakit, sana cepat bayar dulu makanannya. Mami dan Sella akan ke mobil dulu.." ucap Mami Irene panik dan langsung merapat Sella keluar restoran.


" Cepat mbak... Istri saya mau melahirkan." ucap Jordan ke orang di bagian kasir yang terlihat santai saat menghitung total yang harus ia bayar.


" Maaf Pak... Ini semua totalnya." ucap Kasir dan menunjuk ke layar monitor kecil.


Jordan menyerahkan kartunya dan setelah selesai, ia langsung berlari menuju ke mobilnya. Sesampainya di mobil, Jordan menelfon Maminya untuk menanyakan sudah sampai mana. Ternyata Mami sudah jalan menuju rumah sakit yang tak terlalu jauh dari Mall itu.


Tak memperdulikan lalu lintas yang cukup padat, Jordan sambil mengumpati mobil yang menghalangi jalannya dan menghidupkan klakson dengan brutal. Dan setelah sampai rumah sakit, Jordan dengan sembarangan Jordan memparkirkan mobilnya, lalu berlari lagi ke UGD.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2