Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 102


__ADS_3

Malam sudah berganti pagi, bahkan saat ini sudah menuju siang dan sangat terik. Tapi kehidupan di sebuah apartemen belum terlihat, itu karena penghuninya masih nyenyak tidur. Entah jam berapa kedua manusia itu tidur. Eh... Kok kedua manusia? Sella dengan siapa?


Flashback....


Setelah selesai makan malam, Jordan tidak langsung pulang. Melainkan ia duduk dulu, bilangnya tidak enak jika selesai makan langsung pulang. Sambil menonton TV Sella dan Jordan fokus pada tayangan yang mereka pilih.


" Mau wine?" tanya Sella tiba-tiba memecah keheningan.


" Kamu minum juga?" Jordan balik bertanya dengan wajah kaget.


" Iya kalau lagi banyak pikiran." jawab Sella santai, ia lalu bangkit dan berjalan ke arah dapur.


Sella kembali serta membawa satu botol wine yang masih utuh belum di buka dan dua gelasnya. Satu gelas ia sodorkan ke Jordan dan Jordan menerimanya.


" Kenapa ngelihatinnya kayak gitu?" tanya Sella, karena dari tadi Jordan hanya diam menatapnya dengan muka heran.


" Dua kali aku kaget... Pertama, tau kalau kamu bisa minum. Kedua, selera wine mu juga bagus. Aku gak nyangka aja kamu bawa wine ini." jawab Jordan, pasalnya wine yang di bawa Sella harganya lumayan mahal dan rasanya sangat enak bagi yang biasa minum wine.


" Ini oleh-oleh dari mantan, aku bukan orang yang mau mengeluarkan banyak uang hanya untuk sebotol wine." ujar Sella, ia telah kembali duduk di samping Jordan.


" Wow... Oleh-oleh dari mantan, tapi minumnya gak sama orangnya." ucap Jordan.


" Biasanya aku sendirian kalau minum." timpal Sella, ia sudah menuangkan winenya ke gelasnya sendiri dan gelas Jordan.


" Wah jadi aku orang pertama yang minum bersamamu? Aku merasa istimewa.. hehehe." ucap Jordan, ia mulai mencicip winenya.


Sella mencibir dan ikut meminum wine di tangannya yang dari tadi di goyang-goyangnya. Wine oleh-oleh Devin, ia pikir akan meminumnya dengan Devin tapi nyatanya malam ini ia meminumnya bersama Jordan.


" Cukup segelas aja, kamu nanti menyetir." ucap Sella di sela-sela menikmati winenya.


" Aku bisa memanggil supir di mansion." jawab Jordan santai, gelas miliknya tadi sudah tandas.


" Terserah mu saja, yang penting gak makan meja." sarkas Sella.


" Hahaha... Kamu ternyata lucu juga." ucap Jordan, ia sampai duduk menghadap ke Sella dan menatap Sella sampai membuat Sella salting.


" Kenapa merah gitu mukanya?" goda Jordan.


Muka Sella merah sampai ke telinga juga merah, entah merah karena minum atau gara-gara Jordan menatapnya intens. Saking saltingnya, Sella sampai terus menengguk wine dan sampai mukanya panas. Setelah itu Sella pergi le dapur lagi dan kembali membawa camilan kripik untuk teman minumnya. Ia berjalan dengan sedikit sempoyongan. adannya kini sudah terpengaruh oleh alkohol.


Tanpa sadar mereka berdua telah menghabiskan dua botol wine. Tadi setelah habis satu botol, Sella yang belum puas minum akhirnya mengambil satu botol lagi. Dan sekarang dua botol itu telah habis dan keadaan Sella sudah sangat kacau.

__ADS_1


Berbeda dengan Sella, Jordan mabuk tapi tak separah Sella. Sella meracau panjang lebar, tak lupa juga mengumpati Devin mantan pacarnya. Fira juga kena imbasnya, Sella mengomel karena Fira memberi pekerjaan yang begitu banyak. Tapi ia juga senang karena baru saja mempunyai keponakan yang sangat tampan. Lalu bagaimana respon Jordan? Tentu saja hanya diam menyimak sambil mengangguk sesekali.


" Apa kamu tau, aku ingin sekali menculik bayi Fira. Dia sangat tampan, aku akan menikah dengannya." racau Sella tak karuan karena pengaruh alkohol, ia bahkan menggeser badannya jadi lebih dekat dengan Jordan.


" Apa kamu mau membantu ku menculik bayinya Fira? Ayo lah... Kau harus mem..bantuku... " lanjut Sella, ia sekarang menepuk kedua pipi Jordan karena Jordan malah memejamkan mata dan tak menanggapinya.


" Bangun... Bangun.. Kita harus menculik bayi Fira." Sella masih berusaha membangunkan Jordan.


" Kalau tak mau membantuku, kau pulang saja sana!!!" omel Sella, ia dengan sempoyongan mencob bangun dari duduknya.


Dengan Sekali tarik, Sella telah terduduk di pangkuan Jordan. Sella mencoba beranjak dengan sekuat tenaga, tapi tak berhasil karena Jordan menahan pinggangnya.


" Eh... Lepas. Kamu gak mau bantu aku nyulik bayi Fira. Aku mau pergi sendiri saja..." racau Sella lagi-lagi ingin menculik bayi Bosnya.


Jordan hanya diam saja dan menatap mengabsen seluruh wajah Sella. Di singkirkan rambut yang menutupi wajah Sella. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sella, nafas Sella bisa ia rasakan. Tanpa meminta persetujuan, Jordan menempelkan bibirnya ke bibir Sella. Di tunggu dan tak ada penolakan, Jordan dengan perlahan ********** dengan lembut.


Sella membalas ciuman Jordan, entah sadar atau tidak. Pasti besok pagi jika mengingatnya ia akan menyesal atau marah. (entahlah author juga gak tau😬). Keduanya sudah larut dalam ciuman itu, sampai tak sadar jika ******* itu menjadi liar dan panas. Sekarang tangan Jordan yang satu menahan tengkuk Sella, sedangkan tangannya satunya sudah mengelus pinggang Sella. Sella juga sudah mengalungkan tangannya ke leher Jordan dengan tanpa sadar karena terbuai suasana. Suhu ruangan itu sekarang menjadi panas bagi keduanya.


Karena merasa kehabisan nafas, Sella memukul dada Jordan. Nafas keduanya terengah-engah, kening mereka juga telah saling menempel. Mereka saling menatap dengan tatapan yang dalam. Kembali lagi Jordan memangut bibir Sella, lalu berdiri serta menggendong ala bridal style tanpa melepas pangutannya menuju kamar Sella.


Dengan perlahan Jordan membaringkan Sella di ranjang, pangutannya mereka telah terlepas. Awalnya Jordan hanya akan mengantarkan Sella kr kamarnya, tapi saat akan beranjak Sella menahannya.


Dengan setengah sadar keduanya melakukan itu untuk pertama kalinya...


Flashback off...


Ada sedikit pergerakan di ranjang Sella, ternyata yang mulai tersadar adalah pemilik apartemen alias Sella. Sella merasa badannya sakit semua, apalagi di bagian sensitifnya. Perlahan membuka mata, dan ia melihat pakaiannya berserakan di lantai. Bukan hanya pakaian miliknya, melainkan ada pakaian laki-laki. Dengan ragu ia menoleh ke sebelah, dan matanya langsung melotot melihat Jordan tertidur pulas tanpa baju atasan.


Tak menunggu lama, Sella juga membuka selimut dan alangkah kagetnya kalau ia juga tak mengenakan baju. Ia memukuli kepalanya, di pikirannya ini pasti akibat mengajak Jordan minum wine semalam. Dan berujung ia di unboxing oleh Jordan..


" Morning..." ucap Jordan dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Sella yang tengah terduduk memegang erat selimut dan tengah melamun pun reflek menoleh, dilihatnya Jordan sedang menatapnya dengan senyum.


" Apa itu? Dia senyum? Apa sebegitu senangnya bisa mengunboxing aku?" ucap Sella dalam hati, ia langsung memalingkan wajahnya langsung.


Jordan bangun lalu melihat jam di atas nakas, ternyata sudah siang dan ia seharusnya sudah di kantor tapi ini baru bangun..


" Aku ke kamar mandi dulu, kita bicarakan kekacauan ini sambil sarapan. Sorry baby..." ucap Jordan, ia mengecup kepala Sella sekilas dan beranjak ke kamar mandi tanpa malu.


" Apa... Baby? Kenapa di sesantai itu? Dan kenapa juga dia tidak malu, main jalan tanpa menutupi badannya itu." omel Sella saat Jordan sudah di kamar mandi.

__ADS_1


Kembali Sella merebahkan badannya, bahkan ia menutup seluruh badannya dengan selimut sampi ke kepalanya. Ia kembali menangis tanpa suara, bagaimana nasibnya kini. Bagaimana kalau ia hamil, dan Jordan tak mau tanggung jawab. Sebab ia lah yang menyebabkan Jordan mabuk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo **🌹😘*

__ADS_1


__ADS_2