Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 36 Hamil ?


__ADS_3

"Ada apa Ma?"Tanya Fai.


"Kamu sudah lebih baik Fai?Kata Aska tadi pagi kamu muntah-muntah."Mama Nita cemas.


"Aku sudah gak apa-apa kok Ma,Mama gak usah khawatir yaa."


"Tapi wajah kamu pucat Fai.Kamu sakit?"Mama Nita memegang kening Fai.


"Fai gak sakit Ma,mungkin Fai kelelahan saja Ma,karena beberapa hari ini Fai banyak membuat desain dan di kejar waktu."


"Jangan capek-capek ya Fai,kamu masih mau makan gak siapa tahu makan roti saja kurang."


"Nanti saja ma,Fai sudah kenyang yang penting sudah ke isi perutnya tadi."


"Ya sudah kamu istirahat saja ya di kamar,katanya Aska cuma sebentar ke kantornya."


"Iya Ma."Setelah itu Mama Nita pun keluar dari kamar Fai.


Fai duduk di ujung tempat tidur dan memainkan ponselnya,Fai mengirim pesan kepada Malika untuk mengabarkan bahwa hari ini dirinya tak datang ke butik.Setelah mengirim pesan Fai pun kembali rebahan di atas ranjang.


"Eehhh..Astaga lupa."Fai bangkit kembali dan masuk ke dalam kamar mandi.Dengan langkah ragu Fai mendekat ke tempat dia meletakkan alat tes kehamilan tadi.Sebenarnya sudah beberapa hari ini Fai merasa ada yang tak beres dengan tubuhnya.Mudah lelah,lemas dan merasakan kram di perutnya seperti akan datang bulan.Tapi di tunggu-tunggu tamu bulanan tak kunjung datang.Badannya pun seperti sedang tak enak badan padahal dia sehat sehat saja.


Fai semakin mendekat,dan mengintip dari kejauhan hasil tesnya,ternyata tidak kelihatan.Fai melangkah lagi semakin dekat dan semakin dekat.Hatinya dag dig dug,tak ingin melihat tapi penasaran juga.


Dan Akhirnya...


Fai menutup mulutnya tak percaya saat melihat hasilnya,bahkan Fai sampai menangis saking bahagianya.Ini yang dia tunggu, setelah dua Minggu yang lalu dirinya pun sempat kecewa dengan hasilnya.Tapi kini hasilnya membuat dia menangis bahagia.


Dua garis...


Alhamdulillah...


Hasilnya sangat jelas sekali,Fai pun mengelus perutnya yang masih rata.


Selamat datang di perut Mama nak,terima kasih karena kamu sudah hadir.Mama akan menjagamu sepenuh hati,jiwa dan raga Mama.Sehat-sehat di dalam ya nak...


Fai terus mengelus perutnya, dirinya sangat bahagia.Ini yang dia nantikan selama beberapa bulan ini.


Mas Aska pasti senang kalau tahu aku hamil.Pasti seru deh kalau aku kasih kejutan ini,aku gak mau langsung kasih tahu gitu aja.Aku mau pura-pura ngambek dulu karena dia sudah pergi, padahal aku bilang jangan kemana-mana.Fai akan menyusun rencana untuk Aska perihal tentang kehamilan ini.


Di kantor,Aska masih mengadakan pertemuan penting dengan beberapa kolega bisnisnya.Aska sebenarnya ingin sekali menemani istrinya Yang sedang sakit,tapi tanggung jawabnya sebagai CEO juga tak boleh di abaikan.Aska dengan serius mendengarkan dan memperhatikan yang sedang di jelaskan,dirinya berusaha untuk tetap fokus walaupun sebenernya pikirannya pun hanya tertuju pada istrinya yang di rumah.


Fai sudah bangun belum yaa,sudah mendingan belum..Aku tetap saja khawatir walaupun Mama bilang akan menjaga Fai.Kenapa pertemuan ini terasa lama sekali..


Aska sudah tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu dengan istrinya.Dua jam lebih akhirnya Aska selesai dengan urusannya.Kini dia akan bergegas pulang.


"Roy,tolong kamu handle pekerjaan ku hari ini yaa.Aku mau langsung pulang,Fai sakit."


"Fai sakit pa Ka?"


"Entahlah tadi pagi Fai muntah-muntah terus,ya sudah saya pulang dulu yaa."


Jangan-jangan Fai hamil.Roy tersenyum lebar dengan dugaannya sendiri.


Aska berjalan di loby dengan terburu-buru,Aska khawatir dengan keadaan istrinya.Karena sedari tadi Aska menelpon Fai, istrinya itu tak mengangkatnya.Aska tak kepikiran untuk menghubungi Mama nya.Setelah masuk ke dalam mobilnya Aska langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sedikit kencang.Aska tak sabar untuk sampai ke rumah.


Aska pun sampai di rumahnya, langsung turun dari mobilnya dengan sedikit berlari.Aska langsung menuju kamarnya,sampai di ruang tengah Aska melihat Mama nya sedang duduk santai.


"Ma,Fai mana?"Tanya nya sambil mengatur nafasnya.


"Fai di kamar,ada apa Aska?"


"Aku telpon Fai dari tadi tapi gak di angkat Ma, aku khawatir."

__ADS_1


"Mungkin Fai sedang istirahat Aska,belum lama dia habis makan lagi kok Mama temani tadi."


"Ya sudah Ma,Aska ke kamar dulu."Mama nya mengangguk.Aska berlari menuju kamarnya.


"Sayang.."Panggil Aska sambil membuka pintu,tapi tak ada sahutan.Aska melihat Fai yang tidur di bawah selimut.


"Sayang,kamu ti-"


"Kamu jahat mas."drama di mulai,batin Fai.


"Sayang,aku jahat kenapa?aku kira kamu tidur."


"Kenapa kamu tinggalin aku waktu aku tidur,aku bilang kan aku mau tidur di temani kamu."Fai langsung duduk,matanya menatap tajam kearah Aska.


"Aku minta maaf sayang,aku lupa kalau tadi pagi ada pertemuan penting dengan kolega bisnis aku."


"Jadi lebih penting kolega bisnis kamu di banding aku istri kamu mas."


"Bukan begitu sayang,kamu sangat penting buat a-"


"Bohong,buktinya kamu pergi tinggalin aku saat aku tidur."Fai mulai menangis mendalami perannya.


"Kamu jahat mas,kamu mungkin sudah gak sayang dan cinta lagi sama aku."Fai menekuk lututnya, menyembunyikan wajahnya lalu menangis.Padahal dalam hatinya ingin sekali tertawa.


Badan Fai bergetar, seolah-olah memang dirinya menangis.Aska mendekat ingin memeluk Fai.


"Stop jangan sentuh aku.Tetap disana mas,aku gak mau disentuh sama kamu."


"Sayang...Maafkan aku."Aska tak berani mendekat.Fai membuang wajahnya ke arah lain, sebenarnya menahan tawa agar tak ketahuan Aska.


"Kamu gak tahu kan gimana keadaan aku setelah kamu pergi tadi.Aku butuh kamu mas,tapi kamu malah pergi."Aska semakin diliputi rasa bersalah.


"Aku minta maaf sayang,aku benar-benar minta maaf sudah pergi tadi."


"Aku cuma minta di temani saja kamu malah pergi begitu apalagi aku minta yang lain pasti gak akan kamu turuti."


"Gak usah,aku sudah gak butuh kamu."


"Jangan bilang begitu sayang."Aska kembali mendekat.


"Aku bilang tetap disana mas, aku gak mau kamu dekati."Aska menghela nafas kasar.


"Aku harus melakukan apa sayang agar kamu mau memaafkan aku."


"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku."Aska menggeleng cepat.


"Jangan sayang."


"Kenapa? toh kamu sudah gak perduli lagi sama aku."Aska tetap melanjutkan langkahnya dan langsung memeluk Fai.


"Jangan pergi sayang,jangan tinggalkan aku."


"Lepas mas, lepaskan aku.Aku mau pulang ke rumah orang tuaku."Fai mencoba melepaskan pelukan Aska.


"Aku mau bilang-"


"Jangan ucapkan kamu minta pulang sayang,jangan."Aska memeluk Fai semakin erat.


"Emang kenapa?"Fai mendelik.


"Aku gak mau kamu pergi."


"Kamu saja tinggalin aku pergi tadi."Fai masih berkata ketus.

__ADS_1


"Maafkan aku,tadi karena ada urusan penting."


"Aku mau maafkan kamu asal..."


"Apapun akan aku lakukan sayang,katakan aku harus apa."


"Ambilkan kotak di dalam lemari,tadi ada yang memberiku,tapi aku belum sempat membukanya,aku ingin kamu yang membukanya."


"Siapa yang memberimu kotak?"


"Gak usah banyak tanya mas,cepat ambilkan."Fai mendelik.


"Iya sayang,jangan galak-galak."Fai menahan senyumnya.


"Yang ini?"Tanya Aska sambil memegang satu kotak.


"Iya,buruan sini trus di buka."


"Bagus banget kotaknya,ini isinya apa?"


"Mana aku tahu,makanya aku suruh kamu buka."Aska duduk di samping Fai.


"Dari siapa sih sayang? kok sampai kirim kamu hadiah begini."


"Rahasia."Aska Cemberut.


"Ribet banget sih mana di lapis lapis lagi."


"Cerewet banget sih kamu mas,sini biar aku saja yang buka setelah ini aku mau pulang ke rumah orang tuaku."Fai ingin merebut.


"Jangan sayang,biar aku yang buka."Aska segera mencegahnya.Setelah di buka sampai ada beberapa kotak di dalamnya, akhirnya Aska bisa melihat isi yang ada di dalamnya.


"Sayang,ini..."Aska sudah memegang alat tes kehamilan.


"Kamu hamil?"Fai tersenyum dan mengangguk.


"Sayang...."Aska langsung memeluk Fai erat.


"Selamat yaa sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi Mama dan aku akan menjadi Papa.Aku bahagia sekali mendengar kabar ini.Terima kasih sayang,terima kasih karena kamu sudah mau mengandung anakku."Aska menciumi pucuk kepala Fai.


"Terima kasih Mas.Gimana akting aku tadi."


"Jadi tadi itu hanya akting?"Fai mengangguk.


"Nakal sekali ya kamu,lihat nak Mama mengerjai Papa."Aska mengelus-elus perut Fai dan berbicara di depan perut Fai.


"Tapi aku benar-benar marah ya mas sama kamu, karena aku bangun tidur kamu sudah gak ada."


"Maafkan aku sayang,aku lupa kalau pagi tadi ada rapat penting yang gak bisa di wakilkan oleh Papa."


"Iya aku sudah maafkan."


"Ini kamu kapan cek nya?"


"Bangun tidur tadi mas, karena aku merasa ada yang gak biasa dalam diri aku.Terus testpack nya kan masih ada aku iseng aja tes, Alhamdulillah garis dua."


"Alhamdulillah,mas seneng banget dengarnya.Di jaga ya sayang, pokoknya kamu gak boleh makan yang pedas-pedas lagi.Kasihan nanti anak kita."


"Iyaa mas,"


"Mama sudah tahu?"


"Belum,aku mau kamu orang pertama yang tahu kalau aku hamil."

__ADS_1


"Terima kasih sayang.Kalau begitu kamu tunggu disini dulu yaa,aku mau panggil Mama dulu."Aska keluar dari kamar.


Terima kasih ya nak,kamu sudah hadir di hidup Mama.Sehat-sehat terus anak Mama..Fai mengelus-elus perutnya..


__ADS_2