
Kamar perawatan Fira saat ini terasa ramai tapi tidak berisik. Abi dan Nenek Kakeknya juga sudah kembali dari ruang bayi. Mama Mira dan Papa Anton juga menyusul tapi sekarang sudah kembali dan berkumpul. Abi tak henti-hentinya bercerita ke Fira yang sudah bangun tidur tapi masih sedikit lemas.
" Mom... Terima kasih ya sudah ngasih Adek yang tampan seperti ku." ucap Abi sambil terus memeluk Fira dan mencium pipi Fira.
" Itu karena Daddy tampan,makanya Adek tampan. " ucap Arlan dengan pongah.
Abi menatap Daddynya sinis seakan malas dengan ucapan Arlan, bahkan semua orang yang di ruangan itu juga tertawa mendengar ucapan Arlan. tak terkecuali juga Fira, tapi ia tertawanya tertahan karena jahitan di perutnya terasa nyeri.
" Boy turun sana lah, kamu tu udah besar. Gak muat lagi satu ranjang sama Mommy." suruh Arlan dan mencoba mengangkat Abi tapi Abi malah memeluk Fira dengan erat.
" Daddy tu cuma sirik karena gak bisa kayak Abi." ucap Abi dengan nada mengejek.
Arlan sudah tak sanggup membalas perkataan anaknya. Semakin besar Abi, semakin bisa menjawab Daddynya dan menjawabnya juga hanya untuk menjaili atau mengejek Daddynya.
" Kakak udah makan belum? Makan dulu gih sama Nenek atau sama Oma." ujar Fira dengan suara yang pelan.
" Tadi pagi sudah Mom." jawab Abi menatap Fira yang sedikit pucat.
" ini sudah jam makan siang, ayo makan dulu sana. Mommy juga mau makan juga." suruh Fira, kebetulan perutnya juga minta di isi.
" Baiklah Mom.. Daddy turunkan aku." Abi tak membantah jika Fira sudah menyuruh dan ia memanggil Daddynya untuk menurunkannya dari bangkar Fira.
" Mama sama Papa pulang dulu ya Dek?" ucap Mama Mira berjalan mendekat ke bangkar Fira.
" Nanti Mama kesini lagi, ngantuk Mama pengen tidur dulu." sambung Mama Mira lagi.
" Di kamar sana lah Mah kalau ngantuk." ujar Arlan, kebetulan kamar rawat Fira lengkap VVIP lengkap ada kamat tidur dan dapur juga.
" Gak ah... Mama mau pulang aja." tolak Mama Mira cepat.
" Disini kan udah ramai Dek, nanti malam kita kesini lagi." giliran Papa Doni yang bersuara.
" Ya udah hati-hati ya..." ujar Fira akhirnya.
Suasana kamar sepi, karena Mama Ratih dan Papa Anton pergi ke kantin untuk makan siang. Tinggal Arlan dan Fira yang ada, saat ini Arlan sedang membantu Fira untuk makan.
" Nama Adek siapa Mas?" tanya Fira di sela-sela makan.
Pasutri ini sampai lupa belum menyiapkan nama untuk bayi mereka yang baru lahir...
" Gimana kalau huruf awalnya A juga biar sama kayak Abi?" Arlan malah balik bertanya.
" Boleh aja sih Mas, emang udah kepikiran nama pakai huruf A?" ujar Fira lagi.
" Tiba-tiba kepikiran nama Algara.. setuju gak?" Arlan minta pendapat Fira.
" Suka banget... terus nama tengahnya siapa?" jawab Fira.
" Nama Abi kan Abian Ravindra Pratama, jadi Adek Algara Zavindra Pratama." ucap Arlan, ia tak mau terlalu membedakan nama anaknya.
" MasyaAllah suka banget Mas... Makasih sayang buat nama Adek yang bagus." ujar Fira, ia menatap Arlan sambil berkaca-kaca.
Arlan meletakkan trai makanan Fira dan memeluk Fira yang sudah meneteskan air mata. Setelah melepaskan pelukan, Arlan mengecup semua wajah Fira. Sedang mengecup bibir Fira, tiba-tiba pintu terbuka.
" Wah sorry ganggu bro." ucap manusia yang membuka pintu, ia adalah Jordan lalu di susul Sella.
__ADS_1
" Sorry-sorry tapi tetap masuk juga." omel Arlan.
" Ya iya lah aku nengok keponakan aku, mana kok cuma ada kalian berdua aja." Jordan dan Sella sudah berdiri di dekat pasutri itu.
" Masih di ruang bayi, mungkin sebentar lagi kesini. Tadi dia sedikit bermasalah, jadi perlu di periksa lebih lanjut. Do'a in ya semoga tidak ada hal-hal yang tidak di inginkan." ujar Arlan menjelaskan, tadi setelah lahir Adek Al menangis hanya sebentar. Jadi dokter minta untuk di periksa lebih lanjut.
" Ya semoga dia baik-baik saja. " jawab Jordan singkat. Lalu ia dan Arlan beranjak untuk duduk di sofa.
" Selamat ya pak bos dan bu bos... Ada rencana tambah lagi? Tambah lah ya... Cewek kan belum ada." ucap Sella, ia memeluk Fira sebentar.
" Astagfirullah.. Ini aja belum sembuh jahitannya udah nanya nambah lagi kapan. Kamu aja dulu sana." omel Fira dan menatap Sella sinis.
" Ya kan nanya aja buk, siapa tau udah punya rencana kan. Kalau aku nanti saja, lagian belum ada calon bapaknya." ucap Sella santai.
" Parah ih Kak Jordan gak di anggap, udah di bawa ke rumah sama dikenalin Mamanya kok bilang belum ada calon bapaknya." kompor Fira dan berhasil membuat Jordan dan Arlan yang sedang mengobrol di sofa menoleh.
" Itu tidak direncanakan ya, dan jangan di bahas lagi." ucap Sella dengan sedikit berbisik.
" Bukannya malah tambah deket ya kalian? Buktinya kesini aja barengan." goda Fira.
" Ini juga kebetulan aja, aku ketemu di depan rumah sakit. Bukan dia menjemputku.." elak Sella, tadibmereka berdua memang bertemu di depan rumah sakit.
Saat Fira sedang menggoda Sella dan Jordan, pintu kamar terbuka kembali. Dan yang masuk adalah seorang perawat mendorong box bayi berisi bayi mungil yang sedang nyenyak tidur.
" Permisi... Saya mengantarkan bayi dari ibu Fira dan bapak Arlan." ucap perawat itu.
" Bu Fira, apa asinya sudah keluar? Mari saya ajarkan menyusui bayi ibu." ucap perawat itu lagi dan mengangkat baby Al yang terlihat sudah terganggu tidurnya.
Karena ada laki-laki lain selain Arlan, maka perawat itu menutup tirainya. Sella tak beranjak dari sana, ia sungguh terpesona dengan bayi mungil yang baru di lahirkan Fira.
" Ini sudah bagus buk, bayi anda juga sudah pintar mencari asinya. Saya tinggal ya buk, nanti kalau butuh sesuatu bisa panggil saya atau perawat yang lain." ucap perawat itu ketika baby Al sudah menyusu dengan bagus, posisinya jug sudah tepat.
" Baik...Terima kasih Sus..." ucap Fira.
" Kalian bikin dia pakai gaya apa? Kenapa dia sangat tampan?" tanya Sella frontal setelah perawat sudah pergi.
" Orang gila...jelas dia tampan. Aku dan Daddynya cantik dan ganteng. " jawab Fira dengan pedenya.
" Aku tiba-tiba haus mendengar ucapanmu." ujar Sella dan setelah itu ia pergi meninggalkan Fira dan Baby Al.
" Sayang..." teriak Fira memanggil Arlan dan tak menunggu lama Arlan membuka tirai dan menutupnya kembali.
" Kenapa sayang? Ada yang sakit?" tanya Arlan sedikit panik.
" Tidak.. tapi lihat lah, dia sepertinya sangat lapar. Oiya Abi kenapa lama sekali makannya, ini adeknya udah di sini lho." jawab Fira tapi matanya terus menatap bayi mungil itu.
" Mungkin sebentar lagi juga datang... Pelan-pelan dek, Daddy gak minta kok." ujar Arlan dan langsung mendapat tatapan sinis dari Fira.
" Bercanda doang sayang, gitu banget liatinnya." sambung Arlan lagi.
" Makanya jangan ngomong aneh-aneh,kalau di dengar orang emang gak malu?" ucap Fira sewot.
" Gak usah dengerin Daddy ya sayang, minum aja yang banyak." Fira berbicara ke Baby Al.
Karena sudah kenyang dan saat ini baby Al tidur, Fira menyuruh Arlan untuk menidurkan lagi di box nya. Baby Al anak kedua untuk Arlan, jadi ia sudah bisa menggendong dengan baik.
__ADS_1
" Namanya siapa si baby gumush ini?" tanya Sella sambil terus memotret baby Al dengan ponselnya.
" Namanya Algara Zavindra Pratama... Ibu manager tolong fotonya buat sendiri aja ya, jangan di upload kemana-mana." jawab Fira dan memberi peringatan karena ia tak mau foto anaknya belum 24jam sudah tersebar kemana-mana.
" Aman bu bos..." jawab Sella cepat sambil memberikan jempol.
Selesai makan siang Abi kembali ke kamar rawat Fira, dan dia heboh karena adiknya sudah ada. Abi juga merengek ke Mommynya mau menggendong baby Al. Tentu saja semua orang yang ada di sana tidak mengijinkannya, tapi setelah di beri tahu akhirnya Abi mau memangku adiknya sambil duduk. Itu juga hanya sebentar...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*♡♥Maaf ya guys kalau lama gak update, soalnya anak lagi banyak kegiatan di sekolahnya, jadi ikut sibuk juga... makasih buat yang masih setia baca**♥♥♥*
__ADS_1
*Jangan lupa like dan Koment ya**🩷🩷🩷*