
Suasana pagi ini di meja makan sudah ramai, maksudnya ramai akan makanan. Para Mama-mama yang masak semua makanan itu.
Dengan muka bantal Fira keluar kamar dan langsung duduk di meja makan dan minum air putih. Setelah minum, Fira malah melamun tapi tiba-tiba tersadar dan beranjak langsung naik ke kamar Sella di lantai atas. Mama-mamanya sampai hanya diam melongo melihat tingkah ibu hamil satu itu.
Beruntung pintu kamar Sella tidak di kunci, jadi Fira bisa membukanya. Terlihat Sella masih nyenyak tidur dan masih menggunakan baju yang semalam Fira lihat terakhir.
Setelah menutup pintu, Fira dengan berjalan perlahan mendekat ke ranjang lalu berbaring di samping Sella. Fira. Berbaring miring menatap Sella dengan intens. Dilihatnya ada bekas air mata yang sudah mengering di pipi Sella.
Tangan Fira terulur merapikan rambut kecil-kecil Sella yang menutupi wajah. Tapi itu malah membuat Sella terusik dan perlahan membuka mata.
Mereka berdua saling menatap dalam diam, tapi lama-lama Sella meneteskan air mata. Kembali tangan Fira terulur menghapus air mata Sella lalu mendekat memeluk Sella sambil mengelus punggungnya.
" Puasin nangis tapi habis ini jangan nangis lagi. Kalau kamu nangis lagi, aku bakal benaran cari Devin dan aku kasih pelajaran. Jangan remehin perut aku yang besar ini, masih bisa aku hajar dia." ucap Fira sambil terus mengelus punggung Sella, tangis Sella pun semakin pecah dan terisak.
Tanpa Sella tau, Fira juga meneteskan air mata. Tapi dengan cepat Fira menghapusnya. Karena melihat suaminya mengintip di pintu mengajak Fira sarapan, Fira memberi isyarat untuk duluan saja dan Arlan mengangguk lalu langsung pergi.
Sella melepaskan pelukan Fira dan langsung menghapus air matanya yang tak berhenti dari tadi. Akhirnya mereka duduk bersandar di headboard dan menatap lurus kedepan. Tangan mereka juga bertaut bergandengan..
" Udah bisa cerita belum?" akhirnya Fira buka suara.
" Kurang apa ya aku sama Devin?" ujar Sella, matanya masih menatap lurus ke depan.
" Bukan kamu yang kurang, Devin aja yang kurang bersyukur." jawab Fira dengan nada kesal.
" Kan bisa bilang ya kalau memang sudah tidak mau lagi dengan ku. Kenapa harus berkhianat..." ujar Sella lagu dengan air menetes karena mengingat pengkhianatan Devin.
" APA? " teriak Fira kaget.
" Iya.. Kemarin aku lihat di beach club yang kita datangi itu." jelas Sella.
" Itu alasan kamu kemarin pergi. " Fira menatap Sella minta penjelasan.
Sella mengangguk dan menatap balik ke Fira. Lagi-lagi menarik Sella ke pelukannya...
Perut Sella tiba-tiba berbunyi, itu membuat keduanya tergelak. Bahkan Fira juga mendapatkan tendangan dari Adek. Setelah diam beberapa detik, mereka berdua kembali tergelak.
" Bahkan Adek juga ingin menyemangatimu." ucap Fira, ia juga mengelus perutnya.
" Makasih ya Adek sayang..." ucap Sella juga, ia bergantian mengelus perut Fira.
" Pergi mandi, setelah itu kita sarapan. Aku juga akan mandi.." suruh Fira dan Sella mengangguk patuh.
Semua orang melihat ke arah gazebo dekat kolam renang, sebab disana ada Sella dan Fira yang sedang sarapan berdua. Bahkan Abi yang ingin bergabung saja di tahan oleh Daddynya. Awalnya merajuk, tapi setelah di beri penjelasan Abi mengerti.
__ADS_1
Tadi saat akan mandi, Fira bertemu dengan suaminya yang baru selesai mandi dan akan keluar kamar. Ia bilang kalau akan pergi berdua saja dengan Sella. Awalnya Arlan keberatan, tapi akhirnya menginjinkan dengan syarat di antar dan nanti akan di jemput.
\*\*\*\*\*\*\*
Dan di sini lah Fira dan Sella, mereka berada di salah satu pusat perbelajaan di Bali yaitu Beachwalk. Tadi mereka akan di antar Arlan, Jordan, Abi serta Sus Rahma. Tapi karena mobil tidak muat akhirnya Fira fan Sella pergi menggunakan taksi dan para cowok-cowok beserta Sus Rahma ke tujuan berbeda. Para orang tua juga pergi ke tujuannya sendiri.
Sella menggandeng tangan Fira dengan erat. Di samping Fira takut jatuh, mereka juga begitu setiap pergi bersama...
Mereka berdua masuk ke salah satu boutique setelah cukup berkeliling, dan mulai berpencar mencari seleranya masing-masing. Bertemu di fitting room, mereka sudah membawa beberapa baju yang akan di coba. Dulu mereka cukup sering keliling dari mall ke mall hanya untuk mencari referensi untuk boutique mereka. Tapi sekarang mereka sudah sangat jarang melakukannya.
Dari beberapa yang di coba hanya satu yang di beli, dan itu Sella yang membeli. Setelah membayar, mereka lanjut lagi berkeliling tapi jalan yang santai sambil melihat sekitar jika ada yang menarik.
" Abi aman pergi sama Daddynya?" tanya Sella di sela mereka jalan.
" Aman... Ada Sus nya dan juga ada Jordan, pasti aman itu. Sudah jangan memikirkan mereka, ini waktunya kita girlsday." ujar Fira dan menarik Sella ke toko Aksesoris. Fira berniat membelikan untuk kedua Mamanya dan Kakak iparnya.
Tak terasa jam sudah menunjukan jam makan siang. Fira dan Sella ditangannya sudah membawa beberapa tas belanjaan, memutuskan untuk makan di salah satu restoran yang ada di situ juga.
" Masih lanjut shoping nya buk?" tanya Sella selagi menunggu makanannya datang. Pasalnya tak terasa belanjanya Fira sudah banyak.
" Masih... Kita isi amunisi dulu, baru lanjut lagi. Belanjaan yang ini nanti kita kirim ke Villa jadi kita tidak repot membawanya." ujar Fira, ia sambil menghubungi suaminya tapi tak di angkat.
" Gila... Emang gak capek tu kaki? Agak bantuan aja ya, nongkrong dulu kita disini." ucap Sella, ia tak mau ambil resiko Fira kenapa-kenapa dan berujung di omelin Arlan.
" Your day... Your day... Liat noh, belanjaan juga banyak punya mu." sewot Sella dan Fira hanya memerkan giginya.
Makanan yang di pesan sudah sampai dan mereka berdua makan dengan tenang sambil sesekali mengobrol...
" Sell... Menurut mu Jordan orangnya gimana?" tanya Fira tiba-tiba di sela makan.
" Ya gak gimana -gimana. Baik dia kayaknya. Kayaknya lucu juga orangnya." jawab Sella seadanya.
" Kok kayaknya semua? Emang kemarin waktu pergi bareng gak ngobrol-ngobrol gitu." lanjut Fira.
" Aku kemarin sibuk nangis dan meratapi waktu ku yang terbuang sia-sia karena Devin. Jadi ngobrolnya juga waktu dia ngajak pulang. Di jalan pulang aku tidur jadi ya gaj banyak ngobrol deh." ucap Sella menjelaskan dan memang itu yang terjadi.
" Kemarin kalian kemana?" Fira masih mode kepo.
" Dia bawa aku ke sebuah pantai, gak tau jug pantai apa. Gak terlalu ramai, jadi cocom buat aku yang galau." ujar Sella mengingat nama pantai yang ia datangi tapi tetap tak ingat.
" Udah kamu sama Jordan aja, dari pada sama si manusia gak bersyukur itu." Fira sudah muak menyebut nama Devin. Berani-beraninya Devin menyakiti sahabatnya.
" Ya gak segampang itu dong buk, kasihan Jordan dapet aku yang belum selesai masa lalunya." ucap Sella, kalau pun nanti ia berjodoh dengan Jordan. Ia berharap setelah ia sembuh atas luka hatinya dan siap membuka untuk orang baru.
__ADS_1
" Kata Mas Arlan dia juga sudah di suruh nikah sama orang tuanya." Fira masih kekeh ingin menjodohkan Sella dengan Jordan.
" Jordan yang gak mau sama aku. Percaya deh..." ucap Sella asal. Tapi menurutnya itu masuk akal, mana mungkin Jordan mau dengan dirinya.
" Kata siapa?" tiba-tiba ada suara dari belakang Sella.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
*Gamsahaeyo 🌹😘****