
"Terima kasih banyak ya, Mbak Dewi. Ciyee nanyain si kodok. Mmm ... dia lagi banyak kerjaan Mbak. Mungkin ponselnya dimatiin biar fokus kali," goda Chaca memeluk erat lengan suaminya.
"Oh gitu ya Cha. Oke deh, aku pamit dulu ya. Sekali lagi selamat, semoga sukses," ucap Dewi menjabat tangan Gandhi dan Chaca.
Setelah para tamu berpamitan, para karyawan disibukkan dengan membenahi tempat dan membersihkannya. Gandhi dan Chaca sedang bersantai di tepi kolam renang. Memainkan kakinya pada air jernih itu. Orang tuanya juga sudah berpamitan pulang terlebih dahulu.
Keduanya saling bersenda gurau, menikmati keindahan malam di tempat itu. Lampu temaram, bercampur dengan kilauan cahaya semakin mendukung suasana romantis dua sejoli itu.
"Sayang, kamu kenapa kok masih nggak rela adik-adik tinggal dengan orang tua angkat mereka?" tanya Gandhi memegang tangan istrinya.
"Sayang kamu lupa? Aku 'kan juga anak pungut. Kamu nggak ingat kejadian beberapa waktu silam? Aku takut mereka akan mengalami hal seperti yang aku rasakan saat itu," sahut Chaca lemah dengan pandangan lurus ke depan.
Gandhi teringat ketika ia pernah membawa kabur Chaca dalam keadaan yang memprihatinkan. Luka lebam di sekujur wajahnya, deraian air mata yang tiada henti. Hal itu sontak membuat hati Gandhi kembali teriris, ia lalu memeluk Chaca dari samping.
"Tidak akan pernah terjadi, Sayang. Aku jamin itu. Kamu lihat sendiri 'kan tadi, mereka terlihat bahagia?" ucap Gandhi. Chaca menganggukkan kepalanya, memeluk erat sang suami.
"Maaf mengganggu Pak, semuanya sudah beres," ucap salah seorang karyawannya.
__ADS_1
Gandhi melepaskan pelukannya, menoleh ke belakang lalu beranjak dari duduknya. "Baik, suruh kumpul sebentar ya. Nanti aku segera ke sana," tukas Gandhi segera dipatuhi oleh karyawannya.
Gandhi lalu menarik tangan Chaca membantunya berdiri. Gandhi berjalan pelan sembari merengkuh pinggang Chaca.
Semua karyawan telah berkumpul, Gandhi memintanya untuk memperkenalkan diri masing-masing. Kemudian dilanjutkan visi misi dan penjelasan job description masing-masing jabatan.
"Sepertinya cukup yang saya sampaikan, apakah ada pertanyaan?" tanya Gandhi sambil melihat jam yang melingkar di lengannya.
"Tidak ada, Pak," jawab mereka serempak.
"Kalau begitu kalian bisa pulang sekarang. Besok jangan lupa kita udah mulai beroperasi. Semangat untuk kita semua," tandas Gandhi.
"Sayang," bisik Gandhi tepat di telinga Chaca membuatnya meremang.
"Capek banget nih, kasih obat lelah dong," celetuk Gandhi merebahkan tubuhnya di kasur.
Chaca tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tahu apa yang diinginkan suaminya itu. Chaca turut naik ke ranjang memijit bahu suaminya.
__ADS_1
"Bukan obat ini, Sayang. Nanti kamu capek," ucap Gandhi merebahkan kepala ke pangkuan Chaca mencium tangannya.
Chaca terkekeh, ia lalu mulai membuka kancing kemeja suaminya satu per satu. Gandhi menikmati setiap sentuhan jemari lentik Chaca di dadanya.
Ia lalu menguasai tubuh Chaca, merebahkannya perlahan dan menindihnya. "Sudah kembali liar nih, aku suka," ucap Gandhi dengan suara paraunya. Chaca mengedipkan matanya genit.
Gandhi mencium bibir mungil itu, lama kelamaan menjadi ******n yang menuntut. Lalu memberikan kecupan, ciuman bahkan cupangan di leher jenjang Chaca. Mereka lalu bergulat di ruangan yang cukup luas itu.
...----------------...
"Nak, Baby El menangis sepertinya mau nyusu. Udahan tinggalin aja itu nanti biar nenek yang lanjutin," tutur nenek July menghampiri Ayu di wastafel dapur.
Ayu menoleh, "Ah, iya Nek!" sahutnya mencuci tangannya menghilangkan busa cuci piring.
Ayu lalu berlari menuju kamar dimana anaknya berada. Ia segera mengambil bayi laki-laki itu dari boxnya dan segera menyusuinya.
"Sayang, haus ya. Kamu nggak boleh cengeng ya, Nak. Kamu harus jadi anak yang kuat, sayang sama Mama. Cuma kamu yang Mama punya. Kamu adalah sumber kebahagiaan Mama. Maaf jika Mama belum bisa kasih yang terbaik untukmu, jagoan Mama," tutur Ayu menatap sang buah hati yang menyusu padanya sembari memainkan jemari mungilnya di wajah Ayu. Seolah-olah mendengarkan setiap ucapan yang dilontarkan oleh ibunya.
__ADS_1
Bersambung~
welcome ayu...wkwkwkwk...