Duda Tapi Perjaka

Duda Tapi Perjaka
[Season 2] Dukungan


__ADS_3

Hari-hari berlalu, Gandhi baru akan mengenalkan Rey pada orang tuanya. Ini jadwal mereka menginap di rumah utama. Selama beberapa hari, Rey masih belum menanyakan keberadaan mamanya. Karena teralihkan dengan Gandhi dan Chaca yang terus menghiburnya.


"Malam Ma, Pa," sapa Gandhi ketika sudah sampai di rumah.


"Hai, Sayang. Mana Chaca?" tanya Mama melongokkan kepala ke segala arah.


"Chaca lagi di taman belakang, Ma." Gandhi mencium punggung tangan mama dan papanya.


Gandhi lalu mendudukkan diri di samping mamanya. Ia terlihat ragu hendak menyampaikan pada kedua orang tuanya. Kedua tangannya saling bertaut di pahanya.


"Ada apa? Kenapa gelisah terus dari tadi?" tanya sang mama membelai kepalanya.


"Ma, Gandhi dan Chaca akan mengadopsi seorang anak," ucap Gandhi menatap mama dan papanya sejenak.


Papa Xander yang tadinya cuek, kini menegakkan posisi duduknya. Mama Alice sama terkejutnya. Keduanya menatap Gandhi serius.


"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Alice khawatir, karena memang ia sangat mengidamkan cucu. Terlebih cucu kandung.


Gandhi menjelaskan semua kejadian yang menimpa Reyhan. Seorang anak yang harus ditinggalkan oleh ibunya ketika ada perjalanan dinas. Gandhi dan Chaca mendapatkan amanah untuk menjaga anak itu. Keduanya terkejut, turut merasakan kesedihan mendalam.


"Ya Tuhan, kasihan sekali. Mama jadi teringat akan nasib Chaca. Gan, Mama yakin kamu dan Chaca bisa merawatnya dengan baik. Belajarlah dari kesalahan Mama dan Papa. Cintai juga sayangi dia sepenuh hati, seperti anak kalian sendiri. Semoga, anak itu bisa menjadi pancingan untuk kehamilan Chaca." Mama Alice bersandar pada bahu Gandhi.

__ADS_1


Alice menitikkan air matanya. Teringat akan masa kecil Chaca yang tumbuh tanpa perhatian dan kasih sayangnya. Padahal ia sendiri yang menginginkan Chaca.


"Pasti, Ma. Kami akan menjaganya dengan baik," tukas Gandhi memeluk sang mama dari samping, sembari mengecup keningnya.


"Mana mereka? Papa ingin melihatnya," tandas Papa Xander.


Gandhi lalu beranjak hendak memanggilnya. Alice dan Xander menunggunya di meja makan. Chaca masih asyik bermain dengan anak itu. Mereka berlarian kejar-kejaran di tepi kolam.


"Sayang, bahaya jangan lari-larian di sana," teriak Gandhi memperingatkan.


Chaca yang terkejut kehilangan keseimbangan. Kakinya tergelincir sehingga ia terjebur ke kolam yang lumayan dalam itu.


"Chaca!" teriak Gandhi berlari melepas sepatunya ke sembarang arah.


Chaca terlihat kesulitan berenang. Ia tenggelam namun sesekali mengambil napas menaikkan tangannya. Gandhi panik, ia segera menyeburkan diri ke kolam menolong istrinya.


"Pa, tolong Mommy," lirih Rey terduduk di tepi kolam.


Gandhi meraih tubuh Chaca memeluknya erat dan membawanya ke tepi, tiba-tiba wanita itu tertawa puas saat Gandhi sudah mendudukkannya di tepi. Gandhi yang masih berada di kolam terkejut.


"Sayang! Kamu ngerjain kami?" seru Gandhi menajamkan mata.

__ADS_1


Chaca masih tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. "Maaf, Sayang," ucapnya lalu tertawa lagi.


Gandhi lalu menarik Chaca kembali hingga ia tercebur lagi ke kolam. Pria itu merengkuh kedua pipi Chaca, mencubitnya lalu menggerakkan ke kiri dan kanan.


"Nakal kamu ya, ngerjain suami sendiri. Aku takut terjadi apa-apa tahu nggak!" kesal Gandhi.


Chaca lalu memeluknya erat, "Maaf Sayang. Tapi tadi kakiku kram kok. Meskipun nggak terlalu parah, tapi suka aja lihat kamu panik," celetuk Chaca menyandarkan kepala di dada suaminya.


"Dasar kucing liar!" umpat Gandhi dengan seulas senyum.


"Tapi sayang 'kan?" tanya Chaca menjauhkan kepala namun masih memeluk suaminya.


"Sayang banget. Apalagi kalau liarnya di ranjang," goda Gandhi mengedipkan sebelah mata.


"Ih maunya," terang Chaca memukul dada suaminya pelan.


Gandhi lalu mendekatkan kepalanya, menaikkan dagu istrinya hendak mencium bibir mungil basah yang menggodanya itu. Saat hampir bersentuhan ....


"Pa, Mommy, kenapa nggak naik-naik? Papa sama Mommy ngapain?" ucap Rey membuyarkan keduanya.


"Astaga! Lupa kalau ada Rey," ucap Gandhi menepuk dahinya. Chaca terkekeh geli.

__ADS_1


Bersambung~


Hai readers kesayangan ... sepertinya akan tamat dalam beberapa hari ke depan. Stay tune ya 😘 tankyou semua supportnya dalam like, komeng, vote dan juga tipsnya. Jangan hapus dari Fav, kali aja dapet ilham buat lanjut season berikutnya😄🙏


__ADS_2