
Ahwan mendung tiba-tiba padahal Andre melihat lagi jika tadi dia masuk ke rumah cuacanya cukup cerah, tidak ada tanda-tanda akan gelap seperti sekaran.g.
"Lama banget." Gumam Andre yang sudah mulai bosan. .
.
Andre membalikan badan bermaksud untuk menghampiri Sani dari luar dan izin untuk turun sebentar. Namun ketika dia berbalik pemandangan kamar yang seharusnya lagi-lagi hilang berganti menjadi suatu ruangan yang sangat jauh berbeda.
Andre terbelalak ketika dia melihat ada kepala manusia dipaku di dinding rumah. Lagi-lagi dia harus menyesal karena dia kembali masuk tak sengaja pada dimensi mereka.
Andre melihat jika dia sudah sepenuhnya tidak ada di dunia manusia, rasanya dia semakin mudah dan sering datang ke dunia mereka, seperti ada yang sudah membawanya ke sana. Tapi apa? Tentu saja dia tidak tahu, harusnya dia segera menemui nenek dan menceritakannya.
Andre terpaksa harus berjalan setidaknya dia tidak bisa berdiam diri saja dan menunggu sesuatu yang bisa membawanya kembali.
Pertama Andre tahu jika dia masih di tempat Sani, meski pemandangannya berbeda tapi sebenarnya dia masih di ruangan yang sama kan? Tak lama Andre melihat pintu dan itu pasti adalah pintu kamar Sani, tangga ke bawah adalah tangga menuju lantai bawah.
Saat melangkahkan kakinya Andre langsung bisa mendengarkan hal yang lain. Sebuah teriakkan, tangisan, suara anak kecil, suara orang berteriak, suara orang marah-marah, banyak sekali suara yang ramai. Namun memang Andre tak tahu dari mana asalnya karena dia tidak menemukan apapun ketika dia menuruni anak tangga.
Mata Andre terbelalak sekarang dia bisa lebih jelas melihat tulisan di dinding, jika diperhatikan lebih dekat dan dari baunya Andre bisa menebak jika tulisan itu di tulis oleh sebuah darah. Tak berani melanjutkan Andre langsung terdiam di langkahnya sekarang, dia penasaran sekarang apa yang dia lihat dari atas, di bawah sana sebelumnya begitu banyak arwah penasaran, dan sekarang seharusnya masih ada.
Perlahan namun dengan hati-hati, kepalanya bergerak mengikuti rasa penasaran yang tidak bisa Andre abaikan dengan begitu saja. Andre mulai menyiapkan diri dan hatinya jika dia akan melihat mereka. Dan saat berbalik Andre tak melihat apapun seperti yang sudah dibayangkan.
Sesuatu yang tak nampak membuat Andre penasaran, dia tidak yakin kemana perginya roh penasaran itu. Tapi jika berdiam diri saja apa yang akan didapatkannya?
__ADS_1
Nekatnya Andre masih mengikuti rasa penasaran yang menyeret dia lebih jauh melangkah.
Tak terasa Andre sudah melewati anak tangga dan sampai di bawah. Tidak sampai sana, matanya tertarik sekali dengan setiap sudut rumah Sani. Andre yakin jika selama dia bisa menjaga dan mengendalikan perasaannya agar tetap tenang, seperti yang dikatakan nenek jika makhluk seperti mereka tidak akan membuat dirinya celaka.
Andre sekarang sudah siap untuk pergi ke arah ruangan lain yabg lebih luas. Tapi sesuatu menahan kakinya, berat sekali tak tahu apa kaki Andre sangat sulit digerakkan, seperti sesuatu sengaja menahannya di tempat agar tidak sampai pergi ke satu ruangan yang Andre lihat.
Andre memastikan lagi apa yang menahan kakinya, namun dia tidak melihat apapun.
"Andre kau sudah datang?" Sebuah suara terdengar yang tampak membuat Andre lebih merasa takut dari sebelumnya.
Andre tidak diam saja, matanya mengabsen ke segala arah yang terjangkau, tapi memang tidak tampak apapun.
Saat matanya kembali melihat ke arah depan tampak seorang perempuan dengan wajah tertutup, rambutnya hitam panjang terlihat sampai kaki.
Sampai menit berlalu Andre masih diam saja dia tidak tahu sampai kapan bisa diam dan tetap nyasar ke dunia mereka. Andre berharap makhluk itu tak benar-benar lebih dekat dengannya. Tapi harapan itu seperti kenyataan pahit yang semakin nyata. Andre melihat jarak antara dirinya dan setan itu tidak begitu jauh, sampai dalam jaraknya sekarang Andre bisa mencium bau amis bercampur dengan bau melati.
"Andre kau sudah datang juga?" Suara yang terngiang ke telinganya. Seperti sebelumnya tidak ada sumber suara yang bisa menunjukkan sosok itu. Tapi ketika bola matanya bergerak lagi dia sudah kehilangan sosok tadi. Entah kemana perginya.
Tak sengaja Andre langsung tersungkur ke lantai, dia kira kakinya masih tertahan oleh sesuatu menyesal sekali Andre tak memastikannya secara pelan.
Sekarang Andre bisa berjalan lagi dengan normal, penasaran sekali sampai dia terus memberanikan diri berjalan ke satu ruangan yang entah ruangan apa dia juga tidak tahu.
Dari sepanjang Andre berjalan dia melihat bangkai ayam yang sudah lama, banyak juga sesajen tumpah dan lampu lilin yang menyala satu-satunya. Belum sempat memastikan tiba-tiba dia mendengar suara longlongan dan desisan suara ular. Andre semakin ragu untuk terus berjalan dia tidak berani pergi mendatangi sarang setan.
__ADS_1
"Andre!"
"Andre!"
Dan seketika pandangan Andre tentang dunia mereka menjadi kabur, hilang bagaikan tergantikan dengan penampakan suatu ruangan yang bersih dan asri.
"Loh, udah di sana lagi. Ngapain kamu?" Suara Sani menghalaunya, setidaknya Andre bersyukur karena sudah dua kali dengan suara Sani saja sudah cukup mengembalikan Andre ke dunia seharusnya.
Sani mempercepat langkahnya dengan berlari menuruni anak tangga.
"Maen pergi-pergi saja, kan tadi juga aku bilang jangan ninggalin kamar." Gerutu Sani cukup kesal.
Andre tidak menjawabnya, dia tidak mungkin menjelaskan kejadian rinci yang baru saja dialaminya. Yang ada Sani akan ketakutan setengah mati atau bahkan tidak berani lagi tinggal di rumahnya.
"Ngapain diem aja terus? Cepet temenin lagi ke atas." Pinta Sani yang langsung di turuti Andre.
Andre dan Sani kembali lagi ke kamar di lantai 3 tepatnya. Sani yang sibuk berdandan dan Andre yang sibuk membuat hatinya agar tenang dan tidak melamun. Tidak ada yang menjamin jika dia meleng saja sedikit maka Andre bisa-bisa sudah ada di dunia lain lagi.
"Aku paling gak bisa sendirian di kamar ini, entahlah sekarang sudah banyak yang berubah di rumah ini." Sani memulai sebuah obrolan dengan Andre.
"Sebelumnya apa ada yang menemani juga? Seperti seorang bibi?" Timpal Andre teringat dengan arwah yang ada di dekat pintu, Andre yakin jika bibi itu adalah pembantu rumah ini dan karena sesuatu yang tidak wajar dia akhirnya meninggal.
"Udah gak ada, udah lama banget perginya. Bibi sudah meninggal karena kecelakaan." Jawab Sani menjelaskan tentang pembantu sebelumnya.
__ADS_1
Andre langsung membeku, ternyata dugaannya benar.