Dunia Mu

Dunia Mu
Bagaimana dengan Sani?


__ADS_3

Tanpa sadar tangan kosong Andre sudah berhasil membuat banyak makhluk melayang, Andre masih tidak sabar sudah berapa banyak makhluk yang sengaja ia tuntaskan.


Sorot matanya berubah tajam, mulutnya diam saja, Andre tidak lagi berteriak seperti tadi, dia fokus untuk menuntaskan semua makhluk pengganggu yang datang padanya.


Hingga sekejap mata semuanya sudah hilang.


Hanya tersisa satu, seorang perempuan yang memakai baju putih, khas dari perempuan itu sudah tidak asing lagi baginya. Andre tahu makhluk terakhir itu adalah musuh terbesarnya sampai sekarang.


Tangan dan kaki Andre tampak tidak lagi gemetar ketika berhadapan dengan sosok itu. Sekarang untuk pertama kalinya Andre berani melangkahkan kaki, langkah demi langkah sampai dia berhasil mendekati makhluk itu dengan kakinya sendiri.


Namun matanya mendelik aneh. Andre melihat sesuatu yang ada dalam dekapan makhluk itu, kemudian tak lama nampak jika itu adalah Sani.


Andre tercengang dengan makhluk yang tidak diketahuinya dari dulu. Andre hanya tahu sejak pertama kali bertemu dengan Sani makhluk itu memang terus mengikuti badan Sani kemanapun, itulah teka-teki


baginya. Andre tidak tahu alasan makhluk itu hingga kenyataan menjawabnya sekarang.


Makhluk itu adalah sesuatu seperti pelindung bagi keluarga lelaki yang sangat dibencinya dan akan selalu dibencinya. Andre tahu jika makhluk itu melindungi Sani, dia juga tahu karena makhluk itu nyawa Ibunya melayang, dia masih jelas bisa membayangkan bagaimana makhluk itu pergi dari tubuh ibunya.


Tangannya terus mengepal, dia sangat kesal dan tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Mengapa? Apa yang bersalah dengan keluarganya? Mengapa harus hidup ibunya dulu, mengapa kebahagiaan itu dirampas darinya.


Andre terus bertanya-tanya dalam hati. Dia tidak bisa menerima kenyataan pahit seperti itu, tidak bisa.


Andre berbalik memunggungi Sani yang ada di belakangnya saat itu. Dia tidak bisa membebaskan Sani dan membiarkannya hidup, terlalu berat sampai dia tidak tahu apakah dirinya bisa hidup jika semuanya tiada, apakah itu cukup? Membiarkan Sani dengan makhluk itu artinya Andre sudah membiarkan Sani tetap di dimensi lain.

__ADS_1


Apa pedulinya. Biarkan sekarang dia yang jahat, untuk apapun tidak akan pernah ada alasan untuk mengampuni seseorang yang bisa menyebabkan hidup ibunya tiada, dan termasuk untuk Sani, dia tidak bisa menerim hal itu.


"Kau lama sekali!" Terdengar komentar seseorang yang tak jauh dari telinganya. Ketika Andre menoleh dia sudah melihat pemandangan yang berbeda, suasana normal di dunia manusia. Andre juga melihat Pak Arman yang tampak ngos-ngosan mengatur napasnya.


Kemudian Andre beranjak, dia tidak ada alasan lagi untuk tetap bersama keluarga musuhnya.


"Mau kemana?" Tanya Pak Arman cemas.


"Saya tidak akan pernah kembali lagi, saya tidak akan mengganggu keluarga dari ayah saya. Termasuk bapak. Terimakasih karena bapak sudah menunjukkan semua kenyataannya." Ucap Andre.


Tanpa bisa dihentikan, Pak Arman tampak melongo dan membisu. Membiarkan Andre pergi begitu saja dari hadapannya. Harusnya kepergian Andre sudah cukup, namun masalahnya sekarang siapa yang akan menolong Sani?


Pak Arman tampak cemas, dia segera kembali mengambil alih kemudi, menjalankan mobil lalu mencari Sani dengan sisa terakhir dari penglihatannya. Dia yakin Sani masih tertinggal di suatu tempat, namun tempat itu tidak bisa dijangkau nya, semacam ada sesuatu yang sangat dekat dengan Sani dan menutup jalan untuk pergi ke tempat terdekat itu.


Butuh waktu setidaknya 10 menit lebih untuk sampai di rumah. Tampak dari luar gerbang rumah sudah ditutup saat itu, jadi Pak Arman harus turun dari mobil dan membuka gerbangnya dengan kunci.


Aneh sekali padahal seharusnya Ayah Sani masih di rumah kan? Tidak terlalu memikirkan, dia berjalan lagi masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil sampai terparkir di depan rumah.


Klakson ditekannya beberapa kali hingga berbunyi nyaring. Tapi tidak ada yang meresponnya, dia pikir mungkin memang tidak ada siapapun di rumah.


Karena penasaran dia keluar dari mobil lagi dan mengguncang pintu rumah yang sudah dalam keadaan terkunci.


Dia mematung tak percaya, mengapa rumah dalam keadaan terkunci? Padahal sudah jelas, dia dan Sani akan pulang kan?

__ADS_1


Kesal, namun tidak bisa pergi dengan begitu saja Darii rumah. Pak Arman beruntung memegang kunci cadangan, tidak mungkin dia tidak memiliki nya kan. Pak Arman memilih kunci rumah dan langsung. membuka pintu.


Ketika kakinya melangkah masuk seketika perasaannya langsung merasa aneh. Kesunyian di rumah masih menjadi ciri khas, namun dia merasa tadinya ada begitu banyak orang di sini. Kemudian saat berbalik melihat


ke arah kamar Ayahnya Sani kedua matanya langsung terbelalak, dia tak menyangka ada begitu banyak darah di sana mungkin sesuatu melemah sudah terjadi.


Karena cukup cemas tanpa berpikir lagi dia berjalan hingga masuk ke dalam kamar yang seharusnya tidak pernah dia lakukan. Tidak ada apapun di sana jika dilihat dengan mata normal. Namun ketika matanya tertutup maka mata batinnya benar-benar bisa menyaksikan semua yang ada di sana.


Dalam pikiran yang sulit sekali bisa dipercayai orang biasa, di rumah itu dipenuhi dengan makhluk aneh yang tidak pernah bisa pergi dari sana, selain itu ada iblis wanita yang begitu besar, dia yang memakan tumbal rumah yang sudah dipersiapkan oleh ayah nya Sani. Namun dalam penglihatan itu tak sengaja Pak Arman melihat jika bukan Hannya darah biasa, melainkan janin.


Ketika melihat hal itu yang terekam dalam pikirannya, kedua matanya langsung terbelalak tak percaya. Mengapa sudah sejauh itu bahkan sekarang mereka membunuh janin yang belum lahir?


Karena was-was dia akhirnya mengambil keputusan yang mungkin harus dilakukannya sejak dulu.


Pak Arman beruntung karena bisa keluar lagi dari rumah, untuk saat ini tidak boleh ada siapapun yang masuk ke dalam rumah itu, harusnya rumah ditinggalkan saja.


Pak Arman pergi dari rumah dengan mengunci semua pintu seperti keadaan semula. Dia harus mencari Sani dengan bantuan orang lain, dengan begitu dia bisa membawa Sani pulang saja dan tidak perlu bersama dengan ayahnya. Terlalu beresiko.


Tapi bagaimana caranya? Tidak ada jalan lain dalam waktu sesingkat ini.


Perasaannya semakin gusar tak menentu. Yang paling dicemaskan adalah Sani, dia membayangkan jika Sani hilang dan mungkin itu disengaja oleh ayah yang tega mengorbankan anak satu-satunya. Mengapa harus terulang lagi? Dulu ibunya Sani yang pergi dan kenapa sekarang harus Sani juga?


Pak Arman tidak tahu kemana dia harus pergi membawa mobil, satu-satunya orang yang dis pikirkan adalah Andre tidak ada yang lain.

__ADS_1


__ADS_2