Dunia Mu

Dunia Mu
Rahasia Anis 3


__ADS_3

"Terimakasih." Ucap Andre singkat. Bahkan saat mengatakannya Andre masih bersikap dingin dan tidak sedikitpun melihat lagi ke arah Anis. Andre memakai kalung itu dengan mudah di hadapan Anis kemudian dia terus berjalan sampai di pintu kamar dan terus berjalan hingga berhasil meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan apapun lagi.


Padahal di luar masih gerimis dan juga suasana gelap karena malam. Tidak ada pilihan lain, fokus mengumpulkan keberanian untuk bisa melangkahkan kaki satu demi satu dan membawanya cepat keluar dari lingkungan kosan.


Andre tidak tahu seberapa cepat dia saat berjalan dan bajunya juga sudah basah lagi karena hujan masih berjatuhan. Tepat setelah melewati hampir 10 meter Andre akan masuk ke jalan raya di seberangnya adalah gedung-gedung pertokoan dan di belakang pertokoan adalah gedung rumah sakit. Itu tujuan singkatnya, Andre tidak bisa memikirkan pilihan lain kemana dia pergi di malam seperti ini.


Sepanjang jalan ada satu pemikiran yang terus mengganggunya, apakah kalung yang dia pakai dari Anis benar-benar sebagai penangkal? Atau fungsinya tidak berguna sama seperti kalung yang dia miliki. Tapi Andre tidak yakin untuk membuangnya juga, dia tidak memiliki apapun untuk membuang rasa ketakutannya dan traumanya.


Tak terasa dia berhasil pergi ke salah satu kios yang letaknya lumayan jauh dari rumah sakit. Hujan masih juga turun tak berhenti, saat melihat ke kiri dan ke kanan Andre tidak mendapatkan satu orang pun di sana, mungkin karena hujan dan hari sudah malam jadi orang-orang tidak mungkin masih berkeliaran sepertinya. Sedangkan di jalanan raya hanya beberapa mobil uang terlihat lewat.


Sebagai lelaki dia tidak apa-apa untuk berteduh dan menunggu di tempat terbuka seperti ini atau bahkan menghabiskan waktu semalaman. Dengan hati-hati Andre melihat ke setiap sudut yang terlihat di sekitarnya, cahaya lampu memberikan sedikit pencahayaan dan membantunya melihat. Sejauh ini dari edaran yang dilihat oleh indera penglihatannya Andre tidak mendapatkan satu penampakan yang biasa sering dia lihat, cukup mengherankan memang.


Rasanya setiap menit berlalu sangat berlangsung lama, Andre gelisah terlihat dari sikapnya yang sudah berjalan mondar-mandir.


Apakah dia harus pergi lagi ke rumah sakit? Pikir Andre. Tapi ketakutan langsung menyergapnya lagi, Andre masih bisa ingat wajah gadis kecil yang ada di foto dan mimpinya itu. Pasti hal tersebut bukanlah suatu kebetulan.


Andre membuang napas dan menggelengkan kepala, tidak mungkin untuknya kembali ke sana di malam seperti ini? Bagaimana jika setiap penampakan yang pernah dilihatnya itu menjadi kenyataan, bukan kabar yang baik. Dia berpikir kembali menimbang baik-baik apa yang harus dilakukannya dan yang dipilihnya tidak boleh ceroboh lagi.


Angin malam bertiup dan menyapu tubuh Andre yang hanya dibalut oleh baju basah, menambah rasa dinginnya saja. Tak tahan karena dingin tubuh Andre sampai menggigil, sangat disayangkan juga di tempatnya sekarang tidak ada satupun orang untuk meminta bantuan. Andre tak berpikir panjang lagi, dia langsung berlari menerobos hujan yang turun dan terus fokus berjalan tanpa melihat ke samping kiri dan kanan.


Tepat di teras rumah sakit cahaya lampu beruntung menyala semuanya hingga Andre bisa melihat jelas ke semua tempat. Wajar memang RSJ sepi jika malam sudah tiba pintunya juga tertutup rapat. Tapi tidak apa-apa selama dia tidak melihat hal-hal aneh, selain itu teras rumah sakit sangat teduh dan cukup untuk menunggu di sana semalaman hingga pagi menyambutnya.

__ADS_1


"Kak bangun! Kak!" Seru seseorang.


Dalam hati Andre yang sedang tertidur membayangkan jika ada orang sengaja terus memanggil namanya.


"Kak! KAK!" Suara terdengar membentak.


Secepatnya Andre langsung terperanjat bangun, samar terlihat dengan kedua matanya sosok orang sedang duduk di hadapannya saat itu.


"Sudah siang Kak!" Orang itu terus memperingatkan.


Hingga Andre berhasil bangun dan mengumpulkan penuh kesadarannya.


Beberapa kali Andre mengedipkan mata meneliti jika di sekelilingnya banyak orang berpakaian putih-putih seperti perawat. Kedua matanya langsung membulat kaget, dia terlanjur malu dan segera berdiri kemudian perawat yang membangunkannya ikut berdiri juga.


Mendengar kata-kata itu Andre hanya bisa tersenyum malu, bagaimana lagi semalaman dia tidak bisa nyenyak untuk tidur dan jika dihitung mungkin baru beberapa jam sampai akhirnya dia dibangunkan seseorang.


"Semalaman sudah ada di sini kak? Tadi yang lain mengira ada orang sakit atau pasien yang kabur. Jadi jangan tidur di sini lagi apalagi sampai menginap." Ocehannya terus terdengar dan membuat Andre semakin malu.


"Udah semuanya bubar!" Seru yang lainnya.


Orang-orang yang tadinya me.gerumuni Andre langsung membubarkan diri sedangkan dirinya masih berdiri diam di tempatnya, Andre bingung sekarang apa yang akan dilakukannya?

__ADS_1


"Mas!" Sebuah suara yang memanggilnya lagi.


Andre langsung menoleh tapi dia terlihat kecewa, awalnya Andre pikir orang yang baru saja meneriakinya adalah Anis, ternyata bukan.


"Loh ini Mas yang tidur di sini ya? Kok sampai tidur di sini? Oh ia hujan semalaman, Mas sekarang harus pulang karena sebentar lagi petugas yang lainnya akan sibuk dan untuk jam besuk masih beberapa jam lagi." Jelas seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Anis.


Andre mengangguk dan segera pamit untuk pergi.


Beruntung sekali dia datang ke rumah sakit karena jika tidak mungkin dia sudah mati kedinginan di luar. Saat tidak memperhatikan jalan tiba-tiba Andre merasa ada seseorang yang menabraknya hingga dia harus sedikit meringis.


Andre melihat seorang lelaki yang tergesa-gesa, laki-laki itu langsung meminta maaf singkat dan kembali berlari. Di belakangnya nampak seorang gadis kecil yang tidak memakai alas kaki mengikutinya.


Andre mengabaikannya, dia merasa tidak apa-apa wajar saja jika orang sedang terburu-buru selalu kurang hati-hati.


Saat melihat ke arah jalan Andre cukup penasaran dengan penglihatannya kali ini, tepat di tengah jalan ada seorang gadis yang duduk menundukkan wajah padahal mobil mungkin akan melintas ke sana. Dengan panik Andre berlari karena seperti dugaannya dari kejauhan di tempatnya Andre melihat mobil melaju cukup keras, tapi baru saja beberapa meter dia menghentikan langkah kakinya dengan sekaligus. Matanya fokus melotot menyaksikan mobil yang mungkin sudah berhasil melindas tubuh gadis tadi. Sebuah kecelakaan lagi, pikirnya dalam hati.


Andre berbalik memutar tubuhnya, jantungnya berdegup kencang dia belum siap untuk melihat lagi insiden yang akan membuatnya susah tidur.


Mengapa banyak sekali hal menakutkan yang terus meneror hidupnya kali ini? Pikiran Andre tidak bisa tenang. Namun setelah beberapa lama Andre tak mendengar keributan dari orang-orang, padahal orang-orang yang berjalan ke sana kemari cukup ramai dan seharusnya terdengar keributan setelah terjadi kecelakaan itu.


Spontan Andre membalikkan badan melihat langsung ke tempat tadi. Dan gadis itu masih tetap berdiam diri di sana. Andre mengucek kedua matanya dengan tangan, dia merasa sudah bermimpi karena harusnya gadis itu mati terlindas mobil. Beberapa kali dia memastikan, setelah itu Andre mendapatkan kesimpulannya jika gadis yang duduk di tengah jalanan bukanlah manusia biasa melainkan hantu gentayangan.

__ADS_1


Sekarang Andre harus berhadapan dengan penglihatannya yang mulai tidak terkendali, dia pikir penyakitnya ini sudah hilang. Saat melihat ke tempat lain dengan seksama membedakan antara satu orang dengan orang lainnya, dari penglihatannya Andre bisa membedakan mana roh dan mana manusia. Menakjubkan?


__ADS_2