
"Mau pesan apa Pak?" Tanya pedagang nasi pada Pak Dean.
"Cuman mau tanya Pak, kalau mesjid di sekitar sini kemana ya?" Tanya Pak Dean.
"Oh mesjid, yang paling dekat sih mending di rumah sakit Pak!" Jawabnya.
Pak Dean langsung terdiam, dia bingung untuk bertanya lagi.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanya pedagang itu mungkin karena melihat ekspresi Pak Dean yang tampak bingung.
"Saya mau cari ustadz Pak, atau Pak Kyai." Jelas Pak Dean tanpa basa-basi.
"Ada masalah apa Pak?" Tanyanya lagi, tak disangka obrolan itu berlanjut.
Pak Dean diam sebentar, matanya kini langsung bertatapan dengan mamang pedagang. Dia sedikit yakin untuk menceritakan semua masalahnya.
"Saudara saya Pak, sakit di rumah sakit itu. Tapi saya juga bingung karena diminta oleh saudara saya untuk menemui ustadz." Terang Pak Dean, yang sebenarnya juga dia tidak terlalu paham dengan tujuan Bu Ratih.
"Oh seperti itu, sudah lama sakitnya? Jika diizinkan biar saya bantu." Jawab pedagang itu dengan nada santai.
Betapa senangnya, akhirnya Pak Dean menemui orang yang tepat. "Terimakasih banyak Pak atas bantuannya." Ungkapnya terharu.
Tak lama menunggu setelah selesai memasak dan mengantarkan makanan ke pelanggan, pedagang itu mengikuti Pak Dean berjalan ke dalam rumah sakit. Lega rasanya karena masih ada orang dengan pertolongan Tuhan untuk kesulitan Pak Dean sekarang.
__ADS_1
#####
Andre tiba-tiba berdiri di sebuah ruangan yang tampak dari pemandangan di dalamnya bukan sesuatu yang asing lagi. Matanya terbelalak setelah memandangi seisi ruangan bahkan menghitung pintu yang saling berhadapan dia akhirnya sadar jika ruangan rumah ini adalah rumah milik Bu Ratih. Tapi perbedaannya tampak, saat Andre berjalan mendekat ke arah pintu dia mendengar riuh suara sebuah keluarga yang sedang mengobrol. Tanpa berpikir panjang Andre terus saja berjalan hingga dia membuka sebuah pintu di hadapannya.
Namun sekarang dia tahu bahwa cara yang dilakukannya salah, dia tidak seharusnya datang dan membuka pintu karena rasa penasaran. Andre menyesal melakukannya. Tidak ada keluarga yang sedang bahagia yang tampak hanya seorang perempuan sendirian yang terus tertawa tanpa henti. Memandanginya sekejap membuat Andre langsung bergidik ngeri.
Dari caranya tertawa dengan tatapan kosong, Andre melihat sesuatu yang tak biasa dari dirinya. Namun saat mendekat tiba-tiba Andre mendengar suara pintu dibuka. Matanya kembali terbelalak saat melihat Bu Ratih yang masuk ke dalam kamar, bersamaan dengan kedatangannya perempuan yang masih duduk di atas kasur langsung diam seribu bahasa.
Mimpi yang sangat aneh bagi Andre, mengapa dia sampai bermimpi sesuatu yang meninggalkan banyak tanya baginya.
Menit berlalu saat wajah Andre mendongak kembali memastikan ke arah perempuan tadi, tiba-tiba saja tangan perempuan itu terlihat sedang memegang pisau di depan lehernya. Pisau kecil yang berkilau dan tanpa diduganya lagi pisau itu dia gerakkan brutal ke arah lehernya, terus digerakkan sampai dari gorokan pertama darah sudah keluar bagaikan air mancur hingga tangannya berhenti saat tubuhnya mengejang hebat. Hening sekali tanpa sebuah suara yang terdengar. Dan tubuh perempuan itu ambruk bersama darah yang membanjir di atas kasurnya.
Andre melotot takut, dia tidak tahu mengapa dia sampai menyaksikan adegan bunuh diri di depan matanya.
Perlahan Andre mulai mundur teratur, dia merasa jantungnya sedang berdegup sangat kencang, seluruh tubuhnya bagaikan dialiri darah yang mendidih. Dan tak lama dari sosok perempuan yang Andre lihat, jelas sekali keluar setan yang tidak pernah dia harapkan masih dia temui meski dalam mimpi. Setan perempuan yang tak lain adalah yang hampir mencelakainya dan yang muncul di depan Bu Ratih.
Sekejap Andre memikirkannya tiba-tiba dia sudah melihat pemandangan yang berbeda, namun suasana yang dia lihat sekarang tak asing lagi pasti adalah rumah Bu Ratih.
Andre masih berdiri di dapur rumah, di sekelilingnya hanya lemari piring dan peralatan masak juga lemari es.
Suara rintihan dari arah WC terdengar lagi olehnya, Andre cukup terperanjat kaget rintihan kesakitan datang dari toilet itu. Lantas siapa? Tak lama dia bertanya-tanya tiba-tiba pintu toilet terbuka muncul seorang lelaki dan sosok perempuan yang sama. Entah mengapa dia melihat penyiksaan itu sekarang.
Hubungan perempuan dan lelaki itu tampak seperti seorang ayah dan anak, tapi mengapa seorang ayah begitu tega?
__ADS_1
Tubuh perempuan itu masih diseret hingga dari pintu dapur muncul Bu Ratih yang hanya diam saja, segalanya membuat Andre tak mengerti.
"Sekarang katakan! Siapa yang menghamili mu anak haram!" Teriak Bu Ratih yang sangat murka.
Andre hanya bisa tertegun menyaksikan sesuatu yang tak pernah dia ketahui, apakah maksud dari semuanya adalah sesuatu yang ingin disampaikan setan itu mengenai kehidupan sebelumnya.
Satu detik kemudian Andre kembali melihat pemandangan yang berbeda lagi, tapi semakin lama berlalu dia semakin tak kuasa. Rasa sakit yang dirasakan perempuan itu dengan begitu saja mengalir ke dalam pikirannya. Tentang penyiksaan dan kebohongan keluarga yang disembunyikan oleh Bu Ratih, semuanya sekarang Andre tahu terutama alasan mengapa setan itu masih gentayangan.
"Nak Andre!"
"Nak Andre!"
Sebuah teriakkan yang terngiang jelas di telinga Andre, hingga dia merasa terus terperangkap oleh suaranya dan sebuah cahaya yang menyilaukan masuk ke dalam matanya.
"Nak Andre!"
Suara yang sama terus memanggilnya beberapa kali, dan tampak remang Andre melihat Pak Dean berdiri, di sampingnya ada orang asing, kemudian Bu Ratih.
"Neng Sani!" Ucap Bu Ratih memperingatkan. Orang-orang langsung pergi dari samping Andre.
Setelah kekuatannya terkumpul sampai Andre mulai bisa menggerakkan tubuhnya dan duduk di atas kasur. Ternyata di ruangan yang sama Sani tertidur di samping. Orang-orang juga melakukan hal yang sama beberapa kali memanggil Sani. Tak lama dari panggilan itu Sani tampak sadar sudah bisa menggerakkan tubuhnya hingga dia juga bisa duduk. Andre tersenyum simpul, perasaannya sangat lega terutama Sani yang sudah melalui waktu-waktu sulitnya.
"Syukurlah, sekarang mari kita doakan agar arwah yang datang bisa pergi dengan tenang." Ucapnya pada semua orang.
__ADS_1
Jika melihat kembali ke arah Bu Ratih, bagi Andre bayangan tadi tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata Bu Ratih kan? Bukankah suami dan semua anaknya meninggal karena kecelakaan. Pikiran Andre cukup terganggu, dia tidak bisa mempercayai hal apapun karena sampai saat ini Andre masih belum menyadari arti dari mimpi-mimpi itu adalah nyata sebagai pesan dari roh yang sudah tiada, mereka datang hanya pada Andre karena dia yang mempunyai kemampuan itu.
Sani duduk dan masih diam saja begitupun Andre. Melelahkan sekali setelah melewati segala hal.