
Sembari menunggu di pelataran kampus yang megah, untuk pertama kalinya Andre bisa menyambangi sekolah setingkat perguruan tinggi, padahal dia tidak pernah menyangka ataupun bermimpi sedikitpun bisa sampai masuk dan kuliah gratis nantinya.
Di tengah perasaan bahagia itu ujung hatinya yang sangat dalam, Andre tidak bisa membuang perasaan cemas yang masih menjadi misteri tersendiri dan rahasia yang dia simpan.
Sekilas menatap Sani dengan tatapan yang dalam, sosok itu seperti trauma yang hadir dan terus hadir lagi. Sekuatnya Andre harus menahan perasaan yang semakin mencekik kesadarannya.
Bayangan masalalu itu kian nyata, seperti mimpi buruk yang sulit dilupakan. Tapi rasa penasaran membuat Andre harus membuang jauh kesulitannya sendiri, mengabaikan semua perasaannya demi untuk mencari jawaban yang sudah dia nantikan.
Tidak mungkin hal ini adalah kebetulan, bertemu Sani melihat sosok itu lagi, dan Andre tak bisa mengabaikannya.
"Dre!" Sebuah suara langsung memecah lamunan Andre.
Andre menoleh terperanjat dan di hadapannya adalah Sani.
"Ngapain di sini terus? Ayo masuk kelas udah mau dimulai!" Ajak Sani semangat. Beberapa detik Andre diam bingung, apakah mungkin dia langsung bisa mengikuti kelas hari ini?
"Loh langsung masuk kelas?" Ucap Andre cetus tak percaya.
"Jangan banyak tanya udah buruan!" Sani menarik tangan Andre, perasaan tiba-tiba canggung tapi Andre hanya bersikap biasa saja dia tahu posisi Sani tapi jika terlihat seperti ini oleh orang lain apa yang terjadi nanti?
Andre terpaksa menuruti Sani, perasaan yang sangat gugup. Ketika matanya melihat banyak begitu orang, untuk pertama kalinya dia merasa tidak biasa dan sangat malu. Padahal kenyataan tidak ada satupun orang yang sedang memperhatikan kedatangannya.
Sani mulai melepaskan tangan, dan melototi Andre yang terus berdiri dingin. Sebuah pertanda mata Sani yang mengajak Andre untuk duduk secepatnya. Dan tidak lama suara dosen yang baru saja masuk membuat suasana menjadi hening canggung.
Sedari tadi Andre sudah merasa kikuk, dia khawatir sesuatu terjadi karena masalahnya. Pertama Andre melihat orang-orang yang sedang fokus memperhatikan dosen di depan kelas. Andre tak mengerti apa yang dijelaskan tapi dia merasa harus bisa menyesuaikan setidaknya jangan sampai dia terlihat bodoh.
__ADS_1
"Orang yang berbaju biru silahkan ke depan." Suara itu terdengar sebagai perintah.
Andre gugup karena dia juga memakai baju yang disebutkan oleh dosen di kelas, jangan sampai dia yang dipanggil.
Saat bingung Andre menoleh dan mendapati banyak tatapan ke arahnya, hatinya kian berdegup kencang, apakah memang dia yang dimaksud?
Andre tak mengerti apa yang bisa dia lakukan bahkan Sani saat itu hanya diam saja, Andre sudah setengah berdiri dengan wajah tertunduk. Sepertinya sekarang dia mengalami mimpi buruk atau ini adalah momen sial dalam hidupnya.
"Jaki bapak tahu itu kau, dan cepat temui bapak di ruang dosen sekarang!" Tiba-tiba terdengar lagi suara judes yang mempertegas maksud perkataan dosen tadi.
Andre menoleh dan melihat seseorang berjalan mengikuti dosen tadi keluar dari kelas. Untung saja, dia terlalu percaya diri tadi bagaimana bisa dia baru saja masuk dan langsung mengalami hal bodoh karena permintaan dosen.
Andre menghela napas dan setelah itu orang-orang sibuk lagi seperti tadi, saling mengobrol namun tetap di kelas.
"Udah cepet keluar!" Sani memintanya untuk kembali pergi.
Andre hanya menurut saja, kini hanya ada dia dan Sani cukup berdua saja berjalan melewati beberapa kelas yang pintunya tertutup dan terdengar suara lantang dosen seperti tadi.
Andre menoleh ke arah lain, dia sedikit bingung dan matanya membulat mencari ke sana kemari.
Hal tabu terjadi lagi, Andre tahu dia sekarang berada diantara tempat kehidupan dan kematian. Dunia roh, bagaimana bisa dia kembali masuk seperti sekarang? Semudah itu?
Hal yang paling menjadi masalah pentingnya adalah tentang kehidupannya di dunia nyata. Apa yang terjadi dengan dirinya? Jika dia terperangkap di dunia roh seperti ini lantas seharusnya Andre sedang pingsan.
Andre sangat cemas. Dia tidak tahu bagaimana caranya untuk keluar dan kembali ke dunia nyata, meskipun beberapa kali terjadi namun jalan keluarnya hanya terjadi dengan tiba-tiba. Artinya dia tidak tahu pasti bagaimana.
__ADS_1
Ada yang menarik perhatian, dunia roh yang hanya tampak gelap pekat seperti perkampungan yang tandus karena baru saja terjadi kebakaran hebat, seperti itulah Andre melihatnya. Di tempat seluas ini tidak ada banyak hantu gentayangan yang tiba, namun hanya terlihat seorang perempuan memakai seragam yang duduk sendirian.
Andre segera menarik matanya dari pandangan itu, dia tidak harus melihat apa yang semestinya tak boleh dia lihat kan.
Ketika membuang pandangan tadi tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang tangannya erat, hingga bola matanya bergerak dan memastikan siapa orang itu?
Sekarang Andre harus terkejut lagi, dia melihat rupa yang sangat mirip dengan Sani. Dia bisa menganggapnya itu adalah Sani tapi bagaimana bisa Sani masuk ke dalam dunia roh sepertinya?
Tak banyak bertanya saat itu, tanpa sadar Andre terus berjalan dan dia merasa jika tanahnya sudah berubah lagi. Andre segera menengadah dan nampak dunia kembali normal. Begitupun Sani, dia melihat tangan Sani memegangnya erat.
"Jadi bagaimana? Lu mau kan kalau ikut nanti?" Sebuah pertanyaan yang terlontar dari Sani, dengan begitu langkah keduanya terhenti.
Andre terdiam, dia cukup terkejut dengan pertanyaan itu. Apakah selama tadi Sani terus bicara padanya? Hati Andre cukup bertanya-tanya tidak tenang.
"Lah bengong. Panjang lebar ngomong dari tadi." Kesal Sani hingga ekspresinya berubah.
"Bisa diulangi lagi pembicaraannya?" Dengan nada datar dan ketus Andre mengatakan itu. Sani sampai melihatnya tak percaya jika Andre akan mengatakannya.
Sani segera melepas tangannya dan meninggalkan Andre dengan berjalan mendahuluinya. Dia pasti kesal karena selama bercerita Andre tak mendengarkan satu katapun darinya.
Andre tahu itu sangat bersalah, tapi bagaimana menjelaskannya? Apakah dia akan bercerita tentang dunia roh juga? Terdengar seperti lelucon bukan? Mana mungkin Sani akan mempercayainya.
Dengan langkah tergesa Andre segera menyusul, dia perlu meminta maaf dan mengumpulkan alasan untuk membuat Sani memaafkannya. Seperti itulah misinya.
Sani sudah ada di dalam mobil, dia masih manyun dengan perasaan kesal. Andre tak mungkin menegurnya sekarang.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun Andre segera membuka pintu mobil dan bersiap untuk menyetir. Masih tidak ada percakapan selama itu, Sani juga masih diam dan Andre tak berani untuk memulai percakapan. Sebagainya Sani yang memulai dan mungkin jika sudah saatnya dia juga akan bersikap seperti biasanya, seperti itu bukan?
Mobil tak lama sudah keluar Darii gerbang kampus. Sampai saat itu Andre masih mempermasalahkan kejadian sebelumnya, itu mengganggu dan dia tidak ingin jika kejadian itu terulang untuknya.