Dunia Mu

Dunia Mu
Sosok Perempuan berambut panjang


__ADS_3

Sosok perempuan dengan rambut menjuntai panjang, sekilas dari arah belakang punggungnya tampak normal tapi jika sudah berbalik siapapun yang melihatnya akan terus mengenang wajah dari perempuan itu, apalagi saat suaranya terdengar melengking nyaring dan tawa yang terasa mencekik.


Pak Kyai tidak tahu apa sebenarnya tujuan dari jin wanita itu.


Tiba-tiba semua orang di dalam rumah langsung terjaga, mendengar geruduk suara seperti kucing berlari. Suaranya juga terdengar oleh semua orang tanpa terkecuali. Tiba-tiba langsung diam lagi dan suasana menjadi sepi. Andre yang sibuk karena terus muntah juga berhenti, suara-suara yang terdengar dari arah kamar Sani dan Ira juga berhenti.


Pak Kyai dan orang-orang belum sampai ke kamar Sani dan Ira, tapi keadaan langsung menjadi tenang.


"Alhamdulillah." Ucap Pak Kyai.


Yang lainnya langsung mengalihkan perhatian dan saling pandang satu sama lain.


"Sudah selesai atas se izin dari sang maha Pencipta." Jelas Pak Kyai.


Semua orang langsung merasa lega dan senang, akhirnya kejadian yang sudah menegangkan seperti tadi kini berakhir juga.


"Bagaimana dengan ini Pak Kyai?" Tanya seorang warga yang dari awal sudah menemani Andre


"Tenang saja, Neneknya pasti datang nanti ke sini!"


"Kalau kedua orang di kamar?"


"Sudah biarkan beristirahat dan tinggal di sini dulu. Bagaimana Pak RT?" Tanya Pak Kyai memastikan izinnya.


Pak RT tidak langsung menjawab, terlihat sedikit ragu saja karena kejadian tadi sudah membuat keluarganya trauma terutama jika mengingat anak bungsunya seperti tadi sangat membuat Pak RT sebagai orang tua sangat khawatir.


"Anu Pak, saya sepertinya sedikit bertanya dulu pada istri." Jawab Pak RT ragu-ragu.

__ADS_1


Istrinya langsung membalas tatapan Pak RT dengan kesal. Tentu saja tidak setuju karena sangat manusiawi jika harus menampung orang asing apalagi kejadian tadi, itu sudah cukup memberi alasan untuk menolaknya. Bu RT hanya manyun memalingkan wajah ke arah lain.


"Pak kyai bagaimana jika malam ini saja, besok saya akan meminta bantuan warga untuk mengantar mereka dirawat di Puskesmas saja." Saran Pak RT terdengar tidak begitu yakin. Dia sendiri bingung karena hatinya tidak bisa tenang sampai semua orang dari kota pergi dari rumahnya. Namun sebagai RT yang bertanggung jawab dia tidak bisa menolaknya juga.


"Seperti ini saja Pak RT. Hanya malam ini saja Saya dan warga yang ada di sini juga akan menginap di rumah, besok pagi kita pikirkan jalan terbaiknya bersama." Ucap Pak kyai terdengar memberikan sebuah solusi.


"Pak, kalau saya takut maklum punya anak masih kecil, jika kejadian seperti tadi terjadi besok-besok bagaimana ya?" Cetus Bu RT mengutarakan kekhawatiran sebenarnya.


"Baik Bu, mudah-mudahan tidak terjadi lagi seperti tadi. Bagaimana Ibu tidak keberatan dengan rencana saya?" Tanya Pak Kyai.


"Mau bagaimana lagi, sudah malam juga." Jawabnya terdengar setuju.


Akhirnya setelah keputusan dibuat semua orang sepakat untuk tidak meninggalkan rumah Pak RT sebagai jaga-jaga, takut jika sesuatu terjadi lagi seperti tadi.


"Pak Kyai apa Bapak bisa menjamin jika tidak akan terjadi lagi hal seperti ini setelah mereka kembali ke kota? Saya sangat takut, apalagi si bungsu seperti tadi." Tanya Bu RT terdengar sangat khawatir.


"Insyaallah Bu, nanti di hari ke-3 kita akan melakukan ruqyah di tempat ini juga. Bagaimana bapak-bapak yang lain bisa membantu?" Tanya Pak kyai.


"Insyaallah Bapak-bapak atas seizin-Nya kita akan melewati situasi ini dengan aman." Jelas Pak Kyai kembali meyakinkan.


7 Hari kemudian


Masih di rumah Bu RT, warga yang berjaga juga tetap setia sampai hari ke-7 tetap ada di rumah Bu RT sekaligus merawat Ira dan Sani dengan sukarela. Andre sudah dibawa oleh Neneknya sejak hari ke-3 setelah selesai ruqyah. Namun sampai hari ke-7 kejanggalan terjadi, kedua gadis ini masih tidak sadarkan diri, hal itu karena sesuatu yang belum bisa diselesaikan.


Pertama Ira sadar lebih dulu dan bisa langsung ditebak dia langsung minta pulang atau memaksa ingin menelpon saudaranya untuk menjemput. Dalam situasi yang masih belum bisa meyakinkan Pak Kyai sangat keberatan Ira untuk pulang. Nalurinya mengatakan jika saja kedua orang ini tidak bisa pulang damai setelah sampai di rumah, akan terjadi sesuatu lagi.


Ira kekeh ingin pulang dan tidak peduli jika Sani masih terbaring belum sadarkan diri.

__ADS_1


Tidak lama Andre datang dengan cemas.


"Ra, biar saya antar pulang tapi setelah Sani sadar." Ucap Andre.


"Nanti yang ada kita bisa celaka lagi!" Bentak Ira tak mau.


Andre sedikit tersinggung dengan kata-kata Ira.


"Pokoknya saya pulang sekarang, kenapa sih warga di sini so tahu sekali kan kemarin itu kecelakaan sekarang saya bawa supir profesional loh." Jelas Ira di hadapan Andre.


Tidak ada yang bicara lagi. Andre sangat tak menyangka karena baru pertama kali melihat sifat asli Ira. Dia hanya bisa diam dan tidak tahu harus mencegah Ira dengan cara apa.


"Sekarang saya mau Hp, mana?" Tanya Ira ke semua orang yang ada di dalam rumah.


"Sombong sekali, mau nyasar lagi mungkin!" Umpat seorang Ibu-ibu yang kesal melihat tingkah Ira.


Ira sangat mendengar kata-kata itu dengan jelas. Matanya mendelik ke arah Ibu-ibu dia manyun kesal.


Meskipun dari keangkuhannya Ira masih ingat dengan jelas bagaimana kejadian itu yang membuat dia tidak berdaya. Ira tidak sadar lagi setelah kejadian terakhir yang menimpanya, dia tidak ingin kejadian itu menimpanya lagi di tempat ini dan menurutnya selama dia masih di desa yang tidak dikenalinya dia belum merasa aman.


"Ra kita sudah seminggu di sini dan Sani juga. Banyak yang sudah terjadi aku minta maaf tentang itu, tapi tolong demi keselamatan kamu butuh satu kali lagi agar benar-benar aman setelah nanti pulang dan sampai di kota." Jelas Andre kembali meyakinkan.


Spontan Ira membulatkan mata mendengar bahwa dia sudah seminggu berada di desa, dan selama itu dirinya tidak sadar juga?


"Aku tidak berbohong Ra, sebaiknya kita lakukan satu kali lagi ruqyah oleh Pak Kyai dan semua aman." Jelas Andre setelah melihat reaksi Ira.


Mendengar itu membuat Ira tidak berkata-kata lagi. Dia tidak ingin tinggal di sini tapi jika harus pulang dan mengalami kejadian aneh lagi dia tidak bisa juga.

__ADS_1


"Neng sebaiknya temui temannya di kamar, kasihan sendirian lagipula dengan teman sendiri harus saling peduli." Ucap Bu RT.


Ira memang teman Sani dan sudah lama berteman, tapi jika melihat Sani di dalam mobil dia tidak bisa lagi berteman dengan orang yang bermasalah. Sekaligus dengan Andre, Ira tidak bisa lagi berteman dengannya dia tidak mau dekat dengan orang-orang bermasalah.


__ADS_2