Dunia Mu

Dunia Mu
Datang kembali


__ADS_3

"Aku harus telpon Mak." Ucap Andre bergegas pergi keluar dari ruangan.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif." Terdengar sumbang suara yang tidak diharapkan Andre. Dia berdecak kesal dan hanya bisa melamun duduk di kursi taman di halaman RSJ itu.


Andre terlihat sangat gelisah, selama ini dia baru sadar jika ingatannya tentang masalalu itu semakin tajam dan muncul di setiap ujung penglihatannya. Bukan hanya dia bisa melihat makhluk astral yang tidak sengaja lewat, tapi sekarang dia mulai merasakan kehadiran mereka dan kedatangan mereka terus mengusiknya. Padahal jimat yang nenek nya kasih masih dia jaga juga. Andre terus memegangi kalung yang selalu dia pakai selama ini.


Semua yang terjadi sekarang membuat dia tidak bisa tenang, apalagi tentang Sani wanita yang baru saja dia temui. Teka-teki tentang jin wanita itu masih membekas di ingatan Andre, seluruh perasaannya yakin jika itu adalah jin yang sama yang sudah menyeret ibunya ke dalam kematian, tapi mengapa harus muncul lagi saat dia bertemu Sani. Apa hubungannya?


Andre terus melamun tanpa sadar saat dia membalikan wajah matanya terbelalak. Suasana sudah berubah, hanya ada satu lampu yang terang dan di pintu masuk RSJ. Sedangkan yang lainnya hanya gelap karena suasana malam. Apa dia sampai tidak bisa membedakan siang dan malam lagi? Dan merasakan perubahan waktu yang terus berubah?


Andre segera bangkit dan berdiri merapihkan baju lalu memperhatikan jam tangan yang dia pakai. Jam 12.00. Beberapa kali Andre memastikan, apakah sudah selarut ini? Dia merasa tidak percaya jika dirinya sudah menghabiskan waktu selama itu sampai siang berganti malam seperti ini?


Sudut matanya kembali melihat ke arah RSJ itu, cukup bergidik ngeri karena di sekitar bahkan ruangan yang terlihat transparan karena kaca jendela tidak memperlihatkan cahaya lampu sedikitpun. Andre merasa aneh mengapa dia baru saja melihat RSJ yang bisa dikatakan ngeri seperti itu.


Saat dia berbalik lagi, ujung matanya kembali menangkap sekelebat bayangan yang melintas tepat dekat dengan keberadaannya. Andre spontan berbalik dengan perasaan penuh waspada, dia merasa terjaga saat matanya mengabsen setiap inci pemandangan di depan. Dan akhirnya dia bertemu dengan sosok perempuan yang tepat menghadap ke arahnya, Andre menebak jika wanita itu tepat memandangi ke arahnya. Satu detik saat Andre mengejapkan mata dia melihat sosok wanita itu seperti tersenyum dan berlari dengan sangat cepat. Andre tercengang, dia mematung tak berdaya. Seluruh akalnya hancur, dia menebak itu hanya sosok astral yang sengaja menghantuinya agar dia merasa takut.


Rasanya Andre tidak mendapatkan lagi pijakan kakinya saat itu, dia masih menatap gelap yang pekat di setiap inci gedung RSJ yang ada di depan matanya. Tapi kali ini pemandangan tak biasa menyuguhkannya sesuatu yang membuat dia yakin jika saat itu Andre sedang datang pada dimensi astral dan terjebak di dalamnya. Bola matanya bergerak pelan mengabsen satu persatu bayangan yang muncul terus di setiap kaca jendela, dari sana dia bisa melihat banyak sosok yang datang. Mulai dari anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan berdatangan dan semakin banyak memenuhi kaca jendela setinggi pintu. Andre hanya terpaku memandangi satu persatu bayangan muncul dan membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi. Andre hanya membayangkan seberapa banyak makhluk itu yang datang dan memenuhi ruangan di gedung RSJ itu. Dan mereka semua hanya menatapnya penuh fokus.

__ADS_1


Andre terpaku diam, dia tidak bisa lagi bergerak sedikitpun. Dia tidak menyangka mengapa harus mengalami hal sebesar ini. Dan tiba-tiba saat dia berbalik sosok wanita tadi sudah ada satu inci di depan wajahnya sampai Andre tidak bisa bernapas dan merasa tercekik. Dia tidak bisa melihat batas bahkan jarak diantara mereka. Sosok wanita itu, jin wanita yang tepat berdiri di depan matanya. Dia ingin pergi dan berteriak sejadinya, tapi apa daya seluruh raganya mati tidak bisa bergerak, Andre hanya diam dan tidak bergeming menyaksikan jin wanita itu mulai menggerakkan kepala hingga wajahnya terbalik. Kini dia melihat kepala bagian belakang dari jin wanita itu, tapi semakin lama dia melihat jin itu menjauh dan terus berjarak hingga Andre menyaksikan kengerian yang tidak bisa dia lupakan, saat tubuh wanita itu mulai tinggi melebihi dari tinggi tubuhnya dan rambutnya memanjang hingga menjuntai.


"Astagfirullah." Teriak Andre. Dia baru saja terperanjat dari tidur. Matanya langsung meneliti ke setiap sudut yang terlihat. Dan dia melihat sebuah kursi yang sudah didudukinya juga ruangan lobi di gedung RSJ. Andre masih belum bisa mengatur napasnya. Dia baru saja terbangun dari mimpi buruk yang hadir seperti di kehidupan nyatanya. Andre melihat sekali lagi ke sisi lain dan pintu yang masih terbuka. Di ruangan itu hanya ada dirinya sendiri dan sampai tertidur pulas hingga bermimpi.


Andre menghembuskan napas mengatur irama napasnya dan berusaha kembali menenangkan diri. Mengapa dia bisa sampai bermimpi buruk di tempat ini, dan lagi-lagi jin wanita itu hadir. Andre masih tidak bisa melupakan traumanya.


"Pak, selamat siang maaf mengganggu, silahkan ditunggu oleh dokter." Seseorang membuyarkan lamunannya.


"Oh. Baik terimakasih." Andre langsung menjawabnya. Dia baru ingat untuk menemui dokter yang sudah dijadwalkan kemarin.


Andre segera berdiri dan rasanya sisa tenaga itu sudah terkuras habis. Langkahnya yang gontai pergi keluar dari ruangan tunggu, di depannya perawat tadi sekaligus mengarahkan dia ke ruangan dokter.


Andre terlihat kikuk dan belum sepenuhnya fokus.


"Maaf pak itu ruangannya!" Perawat itu mengulangi lagi ucapannya.


Andre baru mengalihkan perhatiannya dan melihat ruangan yang ditunjuk oleh perawat itu, baru dia segera pergi.

__ADS_1


"Permisi dokter." Ucap Andre.


Andre masuk ke dalam ruangan, tapi saat matanya mengarah pada foto yang terpampang tepat di depan dia di belakang kursi dokter. Dia seperti melihat sosok itu, anak kecil yang ada di foto. Mata Andre langsung membulat, sosok anak kecil yang sama di mimpinya tadi. Apakah terdengar seperti kebetulan?


"Baik silahkan masuk!" Jawab dokter dan melihat Andre yang beberapa saat mematung sambil pandangannya yang mengarah tepat ke satu tempat. Dokter terlihat mengerutkan dahi. "Silahkan masuk!" Dan dia mengulangi kata-katanya.


"Silahkan masuk Pak!"


Andre segera terperanjat mendengar perkataan dokter.


"Maaf kan saya." Ucap Andre sambil tersenyum berusaha memperbaiki kesalahannya, dia terlihat bingung saat melangkah kembali memandangi dokter dengan heran.


"Silahkan duduk Pak!" Ucap dokter terlihat tidak nyaman dengan sikap Andre.


Melihat sikap dokter yang tidak sedikitpun tersenyum, Andre bisa menebaknya jika dia mungkin sudah melakukan kesalahan. "Maaf Dok, saya duduk." Ucap Andre kembali tersenyum.


"Sepertinya ada yang anda amati dari tadi, ada sesuatu yang salah?" Tanya Dokter dan berbalik memutar posisi duduknya, melihat ke tempat dimana Andre terus memperhatikannya.

__ADS_1


"Maaf tadi saya tertarik dengan foto-foto di sana." Ucap Andre terus terang karena dia merasa bersalah dan takut ada kesalahpahaman.


__ADS_2