Dunia Mu

Dunia Mu
Teka-teki


__ADS_3

2 Minggu kemudian.


Kejadian di desanya Andre tidak lepas dari perhatian kades dan pihak yang berwajib. Terutama Pak RT yang menjadi saksi dan beberapa orang warga termasuk Pak Kyai. Bukan hal yang sepele, karena kejadian di sana sudah melibatkan nyawa seseorang yang tak lain pendatang 2 Minggu yang lalu. Seorang tewas diduga karena tersesat di dalam hutan, dan jasadnya ditemukan dibalik jurang. Tapi kasus sangat cepat ditutup dan tidak sampai ke publik. Alasannya karena kejadian itu murni dari kecelakaan bukan sebab karena seseorang.


Andre sudah kembali dari desa mengantarkan temannya. Namun dia juga harus menanggung beban mental dari keluarga temannya yang meninggal, jelas saja jika bukan karena inisiatif nya pergi ke desa itu mungkin kejadian seperti ini tidak pernah akan terjadi.


Sedangkan salah satu wanita dikabarkan dirawat di RSJ, yang tak lain adalah Sani.


"Gimana ini mak? Saya harus tetap menemani Sani di RSJ, Andre tidak bisa pulang cepat!" Jelas Andre di balik teleponnya terdengar sangat bingung.


"Mak mau pindah ke desa lain, dan warga di sini juga sama, termasuk itu saran terbaik dari petunjuk Pak Kyai." Terdengar suara di seberang telepon.

__ADS_1


"Loh kok pindah? Kemana?" Tanya Andre terdengar kaget.


"Mak mau pindah ke kampung Abah dulu, mungkin keluarga di sana bisa bantu sedikit Dre. Kamu harus cepat pulang ya!"


Andre diam tidak menjawab, dia bingung harus mengatakan apa. Matanya mengintip ke balik kaca di pintu ruangan. Di dalamnya ada Sani salah satu perempuan yang dia kenal karena almarhum Rere. Mau tidak mau dia harus tanggung jawab, sedikitnya seperti sekarang yang dilakukannya. Andre heran mengapa tidak ada keluarga Sani yang menjenguk, dia bingung karena tidak mendapatkan identitas Sani sampai sekarang karena itu Andre tidak bisa menemui keluarganya dan memberinya kabar sepenting ini.


Andre kembali menyandar ke tembok, dia menghela napas lembut. Wajahnya lesu dan terlihat cukup stress. Kejadian sebesar ini tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Memang di desanya itu sangat angker, tapi dia harus pergi ke sana untuk menyembuhkan Sani karena ulah iblis wanita itu. Pak kyai dan warga juga terpaksa harus pindah karena kejadian ini, semua orang takut dan hanya bisa pasrah untuk pindah meski itu sangat berat.


Hasil dari ruqyah cukup membantu Sani, hanya saja tekanan karena kematian Rere membuat mentalnya drop. Sani tidak bisa menerima kematian dari temannya itu, dia sangat sedih dan terpuruk. Untuk sampai saat ini Sani belum menunjukkan satu perubahan yang baik, dia hanya harus menjalani pengobatan di RSJ dan Andre berharap itu akan cepat berhasil.


Andre kembali menyandarkan diri dengan posisi yang sama seperti tadi. Andre sangat frustasi dengan semua kejadian dan kejanggalan, terutama saat mengingat sosok iblis wanita itu terlalu persis sama dan mengingatkannya kembali tentang kematian ibunya dulu. Mengapa iblis wanita itu selalu mengikuti Sani? Apa hubungannya?

__ADS_1


Satu kali lagi Andre memastikan mengintip ke balik kaca. Saat wajahnya mendekat Andre tersentak dan terlihat ketakutan. Matanya memastikan lagi, wajah yang dia lihat di balik kaca itu. "Sani." Ucap Andre. Dia tidak langsung membuka pintu tapi Andre langsung memastikan dan dengan berani kembali mendekat ke arah kaca dan di balik kaca itu Sani terus melihatnya dengan mata yang melotot. Perlahan Andre mendekat, tapi 5 detik kemudian Sani terlihat menjauh dan berlari yang spontan Andre segera memastikan. Di dalam ruangan Andre masih melihat Sani terikat di atas tempat tidur, terpaksa tangannya di borgol seperti itu karena dia sempat memberontak.


"Masih diborgol." Ucap Andre. Seketika seluruh napasnya seperti dipaksa berhenti. Jantungnya berdegup kencang. Melihat Sani tertidur bagaikan menyaksikan hantu yang paling menakutkan. Bukankah Sani tadi melihatnya dibalik kaca, tapi sekarang Sani masih dalam posisi terikat. Andre segera membuang pandangannya menarik mundur kaki dan bersandar di tembok. Pikirannya tak karuan, dia tidak bisa tenang apalagi hanya memikirkan sekilas kejadian yang baru saja dialaminya membuat Andre semakin parno.


Sekelebat bayangan berlari di ujung sudut mata, Andre segera mencari kemana arah bayangan itu pergi. Tapi di sana dia tidak melihat apapun, selain sebuah ruangan kamar dengan pintu yang tertutup.


Apa yang bisa dilakukannya sekarang? Semakin lama dia merasa terus dihantui oleh ketakutan yang terjadi seperti sekarang. Andre hanya menutup mata dan semakin meyakinkan dirinya bahwa tidak ada suatu apapun, dan yang dia lihat bukan apa-apa. Andre meraih kalung yang selalu dipakainya, selama kalung ada semua rasa ketakutan bisa dia kontrol.


Akhirnya setelah membutuhkan waktu Andre bisa melangkahkan kaki berniat untuk pergi dari tempat itu. Meski dia tidak bisa menampiknya, perasaan takut masih bersisa dalam napas dan raganya.


"Pasien dari kamar 105 sudah meninggal ya, syukur karena kita tidak akan tugas lagi di kamar itu." Sebuah obrolan tak sengaja Andre dengar. Saat mengamati ke arah sumber suara Andre melihat dua orang suster yang sedang berbincang. Dia tidak menyangka bisa tertarik dengan obrolan itu, apalagi saat mendengar kamar 105. Langkah kaki Andre tiba-tiba tertegun diam. Dia seperti mengingat-ingat sesuatu yang mengusik pikirannya lagi.

__ADS_1


"Kamar 105." Ucap Andre pelan. Dia ingat Sani berada di kamar 103 dan artinya kamar 105 dekat di sekitar ruangannya. Tanpa diharapkan kembali mengingatkan Andre tentang penglihatannya itu, bayangan yang muncul dan pergi ke satu arah tepat ke sebuah kamar. Apa mungkin kamar itu 105? Tanpa diharapkan lagi ingatan itu malah mengundang rasa takutnya bertambah. Andre tidak tahan, dia hanya diam dan berusaha tetap berjalan meski sekujur tubuhnya merasakan perasaan tegang seperti diterpa oleh suatu sentuhan yang sangat dingin dan membuat merinding.


Terlalu banyak insiden yang membuat Andre harus menggelengkan kepala dan menarik napas panjang. Dia tidak berharap harus berurusan lagi dengan sesuatu hal yang sangat mistis. Cukup terakhir saja setelah kejadian ibunya meninggal, rasanya dia tidak ingin lagi mendengar apapun yang berkaitan dengan hal ghaib. Karena itu hanya membuat dia harus mengingat kenangan menyedihkan seumur hidupnya, Andre tidak bisa menerimanya karena itu dia sekuat tenaga untuk membuang semua perasaan dan pengalaman yang sudah terjadi seperti dulu.


__ADS_2