
Padahal tidak begitu lama tapi sejurus matanya melihat, mengawasi ke sekeliling. Andre kehilangan sosok orang yang harusnya masih ada.
Andre berjalan lagi setengah berlari, matanya tidak bisa diam terus mencari sesuatu yang harus dia pikirkan lagi padahal.
Bisa saja itu hanya kebetulan, orang lain yang tampak seperti Ayahnya itu.
Andre diam lagi, sekarang bukan hanya membayangkan wajah yang langsung membuat darahnya naik, tapi untaian kejadian yang membuat dia marah mengusik lagi ingatannya.
Andre ingat bagaimana kematian Ibunya menjemput, semuanya sebelum Ibu meninggal penyebab paling Andre tahu adalah Ayahnya sendiri. Hingga dia akhirnya harus membawa kebencian itu sampai 20 tahun kemudian. Andre tidak bisa lupa ketika Ayah meninggalkan Ibu hingga dia harus menahan semua rasa depresi dan tertekan yang merenggut kewarasan Ibu.
Jika saja bukan karena Ayah yang ingin pergi memilih selingkuhannya, tentu saja Andre pasti memiliki seorang Ibu sampai detik ini. Setidaknya mengapa Ayah harus pergi? Setidaknya Ayah bisa kan menjaga perasaan Ibu?
Andre tak tahu perasaan itu apa, tapi sampai mati pun dia tidak ingin melihat lagi Ayahnya dan berurusan apalagi harus memikirkannya. Anggap saja jika dirinya tadi salah lihat, itu hanya orang lain hang tak sengaja sedikit mirip.
Sekuat tenaga, sebisa yang dia lakukan. Andre berusaha menjaga kewarasannya. Dia hanya harus melupakan wajah lelaki tua tadi dan menganggapnya jika dia tidak pernah melihat apapun.
Tak terasa sekali, sepanjang apa yang dia pikirkan Andre sudah tiba di depan pintu keluar rumah sakit, tak terasa sekali sekarang dari tempatnya berdiri Andre melihat Sani yang sedang duduk dengan istrinya Pak Dean di luar.
"Bu!" Ucap Andre menyapa. Andre berbalik melihat Sani yang tampak begitu murung. Dia tidak berani bertanya apapun walaupun sebenarnya Andre ingin bertanya apakah sesuatu sudah terjadi sampai Sani benar-benar memperlihatkan garis wajahnya yang murung dan sedih.
"Eh udah beres lagi. Kalau Bapak mana?" Tanyanya pada Andre.
__ADS_1
"Tadi Bapak katanya mau mengurus administrasi rumah sakit dulu." Jawab Andre singkat.
Tak lama setelah dibicarakan tiba-tiba Andre melihat Pak Dean sudah berjalan menuju ke arahnya. "Itu Bapak!" Seru Andre hingga membuat mata istrinya menuju sesuatu yang ditunjukkan Andre.
"Baiklah, kamu tunggu di sini Ibu nyamperin Bapak dulu." Terburu-buru Istrinya Pak Dean langsung pamit untuk pergi, bahkan Andre tak sempat untuk bertanya.
"San! Kamu udah baikan?" Tanya Andre dengan ragu-ragu.
Sani hanya menganggukkan kepala saja.
Andre langsung terdiam, memilih duduk di samping Sani sambil menunggu Pak Dean dan istrinya datang. Tapi sepertinya Pan Dean mengubah lagi cara berjalannya, dia berbelok menuju tempat lain. "Lah pada kemana itu?" Celoteh Andre. Bahkan saat Andre berbicara pun Sani masih tak memperdulikannya juga.
"Balik ke mobil." Ucap Sani setelah sekian lama dia diam.
Andre terperangah dan menatap Sani yang sudah berdiri. "Mau ke mobil sekarang?" Tanya Andre. Tapi bukannya mendapatkan sebuah jawaban Sani yang masih tampak kesal tiba-tiba langsung maen pergi saja.
Andre segera mengikuti Sani, dia tidak akan membiarkan Sani dengan kondisinya sekarang sendirian.
Tidak ada yang aneh selama berjalan di belakang Sani. Hingga pandangan Andre menjadi berubah seutuhnya. Andre merasa dari tadi ada yang terus mengikuti mereka, selama.berjalan Andre selalu berbalik memastikan ke arah belakang. Hanya hilir mudik orang-orang saja.
Andre kembali fokus menata langkah kakinya, tapi tiba-tiba Sani sudah hilang entah kemana. Dia panik mencari dan tak lama Andre melihat ke arah mobil Pak Dean, di sana rupanya ada Sani dan juga seseorang? Sekali lagi matanya menegaskan jika yang dia lihat bukan sesuatu yang salah. Benar saja sudah ada seseorang. "Apakah istrinya Pak Dean?" Pikir Andre seketika.
__ADS_1
Saat mendekat lagi dia langsung tertegun, ada yang aneh dengan tatapan orang-orang di matanya.
Yang dia lihat, ketika kerumunan orang-orang yang hilir mudik berjalan ke sana kemari, ekspresi wajah orang-orang menatap Andre dengan tatapan yang aneh. Andre tak tahu apa itu artinya karena mereka banyak dan memandangi dirinya dengan cara yang sama, memutar mata ke arah Andre sambil berjalan di hadapannya.
Andre merasa seolah semua orang sedang memperhatikannya, atau itu hanya sebatas perasaannya saja? Saat dia berusaha menarik kesadarannya, menundukkan wajah dan melihat ke arah kaki yang dia injak, tapi matanya langsung melotot ngeri karena air yang dia injak dari tadi adalah darah segar. Tidak ada lagi sabar dan diam saja, spontan Andre berlari menuju mobil berusaha untuk mengetuk kaca mobil berteriak dengan nama Sani, dia sangat berusaha melakukannya. Tapi tak ada reaksi, Sani seolah tak mendengarkannya.
Sekarang adalah giliran Andre meminta bantuan. pada seseorang, tak peduli siapa tapi dia harus memastikannya.
Andre berlari sembarangan menemui orang-orang, tapi dia ragu karena mereka bertingkah aneh. Akhirnya Andre memutuskan untuk tidak mengajak mereka bicara Andre akan mencari orang lain yang bisa dipercayainya.
Bukan lagi berjalan memilah satu persatu orang, seperti orang yang linglung Andre berlari ke sana kemari hingga dia kembali berlari ke jalan dimana dia bisa masuk ke dalam rumah sakit. Dan pemandangan yang dia dapatkan langsung membungkam mulutnya.
Bagaimana bisa semua yang dia lihat adakah sesuatu yang lain? Rumah sakit sebelumnya tidak ada, hanya tampak bagian depan sebuah gedung tua dengan polesan cat usang. Seperti sebuah gedung pada tahun yang sudah lama sekali.
Langkahnya teratur mundur dia tidak tahu dan semakin bingung, hingga Andre tak ingin lagi berlari mencari kesana kemari, dia tidak melakukannya. Sekarang Andre diam seribu bahasa. Tidak tahu harus melakukan apa karena Andre merasa dirinya sedang memasuki tempat pada dimensi lain.
Sambil berdiri dia tidak berhenti berpikir, terutama sebab dia bisa terjebak di tempatnya sekarang. Padahal tidak ada yang aneh kan, selama beberapa menit kebelakang saja contohnya, Andre tidak melakukan apapun yang membuat dia bisa masuk ke dimensi lain seperti sekarang. Lantas apa?
Frustasi rasanya, sekarang terlaku banyak yang dia pikirkan, Andre butuh untuk kembali dan mengembalikan semua penglihatannya. Dia perlu kembali menemui Pak Dean dan Sani. Hanya itu saja. Tapi bagaimana caranya? Langkah apa yang akan dia lakukan? Andre tak tahu benar-benar tidak tahu karena dalam beberapa pengalaman ini adalah kali pertamanya dia langsung masuk ke dalam dimensi lain.
Apa seseorang bisa menolong?
__ADS_1