Dunia Mu

Dunia Mu
Gadis baik hati


__ADS_3

Andre ingin segera bertanya atau menghentikan tindakan Perawat itu sejenak saja. Tapi dia tidak bisa melakukannya. Sejauh ini Andre hanya menurut saja.


Andre dan seorang gadis perawat dari RSJ berlari keluar menerobos hujan yang masih lebat, orang-orang yang sudah dilaluinya tidak terganggu dan tidak merasa heran sepertinya. Mungkin hanya Andre yang merasa heran dengan sikap gadis yang baru ditemuinya itu. Seperti mengapa harus cepat berlari dan pergi terburu-buru dari RSJ itu.


Tepat di jalan raya sekilas bayangan kecelakaan tadi kembali mengingatkan Andre membuatnya langsung berhenti tertegun. Saat melihat ke arah kejauhan Andre membayangkan tepat di sana mobil itu muncul.


"Mas ikut aku saja ya, tanggung hujan kontrakan ku tidak jauh Mas kita jalan kaki saja!" Ucap perawat itu mengajaknya.


Entah kebetulan apa lagi, tapi Andre merasa cukup beruntung karena bertemu dengan orang baik yang memudahkan tujuannya. Tapi meski sedikit ganjil dan terus bertanya-tanya tindakan tak wajar dari orang asing seperti ini sangat tidak bisa dipercayai, bisa saja ada maksud lain.


Andre terus berlari mengikuti gadis itu dari belakang. Dia tidak ingin berpikir buruk, setidaknya selama dia aman dan bisa cepat pergi dari RSJ tadi apa salahnya menerima niat baik itu?


Tanpa ragu lagi Andre mengikuti dengan sabar, dia tidak bertanya apapun pikirannya hanya fokus untuk segera pergi ke tempat yang bisa dia tinggali hari ini.


Tidak lama setelah beberapa menit terlihat sebuah gerbang tinggi, gadis itu hanya melihat ke arah Andre dan mengajaknya masuk.


Bangunan yang baru saja Andre masuki itu ternyata sebuah kos-kosan. Baru pertama kali ini dia pergi dengan orang asing dan mengikutinya sampai harus ke tempatnya. Andre sangat canggung apalagi yang dia ikuti adalah seorang wanita. Dan kos-kosan ini cukup tertutup, semua pintunya tertutup rapat mungkin karena hujan dan orang-orang memilih berdiam diri di kamar kosan.


Saat menaiki anak tangga gadis itu berhenti dan terllihat mengetuk sebuah pintu.


"Eh De Anis ada apa De?" Ucap seorang laki-laki yang lebih tua dari dalam kamar kosan.


"Mang ini saudara saya baru datang ke sini, bisa tolong untuk diizinkan menginap semalam ini?" Tanya gadis itu di hadapan Andre.

__ADS_1


Andre hanya bisa membulatkan mata mendengar penuturan kata yang diucapkan perawat itu.


"Boleh De, ini kunci di kamar sana ya kasihan itu saudaranya tinggal saja di kamar itu." Sambil menunjuk salah satu kamar yang ada di ujung.


"Mas ini kuncinya, nanti saya antar kan keperluan sementara ya! Kamar saya di sebelah sini Mas bisa datang ke sini atau mau sama Mang itu juga boleh."


Belum sempat menjawab, gadis itu langsung menyerahkan sebuah kunci dan dia terburu-buru segera pergi ke arah kamarnya.


Beberapa saat Andre mematung, ternyata ada kebaikan dari orang asing dan itu keberuntungan untuknya.


"Adik ini mau di sini dengan Mamang gak apa-apa, ayo masuk!" Ucap laki-laki itu yang kira-kira usianya sudah cukup tua.


Andre menggelengkan kepala dan meminta izin dengan sopan sekaligus berterimakasih karena sudah diberikan kamar untuk tinggal.


Diarahkannya kunci ke lubang pintu dan satu kali putaran pintu sudah terbuka dengan sendirinya.


Pertama kali memegang kenop pintu Andre merasa gugup sekaligus tidak percaya. Kok ada yah orang baik sampai membawanya ke tempat kosan seperti ini? Pikirnya lagi.


Alih-alih Andre berusaha menepis setiap prasangka yang muncul, dia tidak ingin menyia-nyiakan kebaikan dari orang lain yang langka seperti ini.


Saat masuk ke dalam kamar pertama yang dia lihat adalah sebuah kasur lipat yang sudah tertata rapi di sana, mata Andre bergerak ke arah lemari plastik di sampingnya. Saat melangkahkan kaki kanan ke lantai Andre merasakan lantai yang bersih dan tidak ada noda debu di setiap celah dinding. Beruntung mungkin kamar ini sangat terawat oleh pemiliknya atau kamarnya tidak lama ini baru saja ditinggali oleh seseorang. Saat masuk ke dalam di samping kanan sebuah pintu kamar mandi. Andre membuka jas hujan yang basah di dalam kamar mandi dan menggantungkannya di sebuah tempat gantungan di belakang pintu. Saat kembali berbalik tiba-tiba hidungnya merasakan bau bangkai yang sangat menyengat, entah berasal dari mana. Dari arah kloset jongkok terlihat bersih di sudut manapun di kamar mandi juga bersih dan apik. Lantas dari mana bau yang menyengat menyentuh hidungnya itu? Andre merasa tak tahan dan tergesa keluar dari kamar mandi. Matanya berbalik ke arah kasur lagi tanpa disangka dia melihat ada asap kecil dari sana di balik lemari. Andre panik dan segera memastikan. Tapi yang dia temukan adalah sebuah dupa berjumlah 3 yang dibakar di dalam wadah dan ada kelapa muda juga kembang warna-warni. Andre terpaku melihat semuanya. Dia mulai merasakan merinding yang membuatnya langsung pergi menuju pintu.


"Eh Adek perawat!" Ucap Andre kaget. Ketika membuka pintu Anis muncul dibaliknya dan seperti tanpa sengaja dia juga berencana untuk mengetuk pintu.

__ADS_1


"Mas, maaf ya tadi saya mau ketuk pintunya. Saya mau masuk boleh?" Tanya Anis.


Andre diam lagi, dia canggung tapi tidak bisa menolak permintaan Anis, seorang gadis asing yang sudah menolongnya.


"Silahkan." Ucap Andre mempersilahkan, saat Anis masuk Andre membiarkan pintu tetap terbuka juga.


Anis terlihat langsung menuju ke tempat lemari plastik, tanpa diduga dia membawa baki yang Andre temukan tadi.


"Mas maaf ya, jangan salah paham dulu. Nanti saya ceritakan tapi saya mau antar baki ini ke Mang kosan yang tadi." Ucap Anis dan terburu-buru pergi.


Andre tidak mencegahnya sama sekali. Dia mematung di ambang pintu melihat Sani pergi dan berharap jika Sani cepat kembali.


Sekarang Andre tahu jika Mang yang baik hati itu adalah pemilik kosan ini. Tapi kok bisa ya ada sesajen seperti itu di tempat ini, dan Anis seperti sudah tahu dan terbiasa.


Dari kejauhan Anis terlihat memperhatikan Andre dan tersenyum. Tak lama dia juga kembali berjalan ke tempat Andre.


"Mas ini ayo masuk, maaf ya saya tinggal sebentar." Ucap Anis.


Anis langsung masuk tanpa menunggu Andre dan langsung duduk di bawah dekat dengan lemari. Andre bingung lagi melihatnya, tapi dia hanya bisa mengikuti saja.


"Eh kok Mas ini belum ganti bajunya. Ini Mas di lemari ada pakaian cowok bisa tuh dipakai sementara ini kan Mas?" Beruntung sekali Anis memperhatikan Andre sedetail itu.


Andre hanya senang dan kembali memilih baju lalu bergegas ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2