Dunia Mu

Dunia Mu
Kabar duka


__ADS_3

Andre melangkah pelan melewati kamar Sani yang masih tidak terbuka. Dia tidak peduli lagi, pikirannya teralihkan karena rasa penasaran yang terus menghantui.


Andre berjalan perlahan melewati beberapa ruangan di sana, kini dia tahu apa yang sedang terjadi saat itu. Pasien-pasien mengamuk hampir semuanya. Andre tahu saat melewati satu persatu kamar dan ada keributan di dalam sana, itulah alasannya mengapa semua petugas dan perawat kewalahan di depan sana.


Dari sepanjang yang Andre lihat dia hanya menyaksikan kesurupan massal, bukan orang gila yang sedang mengamuk. Itulah yang dilihatnya.


Dan mengapa petugas tadi bersikap kasar? Andre masih tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaannya itu, seharusnya jika dilakukan tindakan tidak harus sampai melukai seperti itu kan?


"Anis gak masuk tuh, padahal semua orang sibuk seperti ini." Samar terdengar suara yang dipantulkan ke dalam telinga Andre.


Mendengar hal itu membuat Andre kembali bertanya-tanya, seharusnya yang tadi dia lihat adalah Anis kan? Lantas mengapa orang-orang mengatakan jika Anis tidak masuk.


Apakah itu bukan Anis?


Andre berlari lagi dia harus pergi memastikan sesuatu.


Dalam keributan yang berlangsung meskipun dia juga terburu-buru ingin pergi, namun penglihatannya tidak bisa mengabaikan satupun yang disaksikannya saat itu. Beberapa orang petugas sedang melepaskan sebuah pakaian yang hampir semuanya ternoda karena darah. Pikiran Andre langsung melayang pada kejadian tadi.

__ADS_1


Jika dipikir-pikir lagi hatinya yakin dengan asumsi bapak-bapak itu, Andre sekarang harus yakin jika rumah sakit ini memang tidak beres.


Dnegan tergesa-gesa Andre berlari di antara orang-orangyang sibuk sendiri dengan urusan rumah sakit, mungkin tidak ada satupun orang yang menyadari kedatangannya juga.


Kesempatan bagus, Andre segera pergi pertama dia akan ke rumah Anis dan memastikan sesuatu. Bagaimana pun itu juga kepentingannya.


Berhasil keluar dari pintu membuat dia sedikit merasa lega.


Saat bersiap untuk berlari tapi sekaligus Andre langsung terjatuh karena tersentak dengan kedatangan orang yang tiba-tiba melintas ke arahnya. Hanya saja itu bukan orang melainkan roh penasaran. Andre melihat roh itu keluar masuk ke dalam rumah sakit, ternyata dia masih merasa kaget saat berpapasan dengan mereka seharusnya kan Andre sudah terbiasa.


Andre kembali berdiri dan pemandangan kaki melayang di depan mata membuat perhatiannya teralihkan lagi.


Rasanya tak percaya hingga Andre tidak berkata-kata lagi.


Tak lama Anis yang dicarinya dari tadi menghilang lagi. Andre mencari kesana kemari tapi tidak ada juga, dia langsung berlari dipikirannya hanya ada Anis.


penglihatan yang Andre dapatkan untuk kedua kalinya lagi terkadang itu masih membuatnya tidak terbiasa. Bayangan masalalu yang masih menghantui bagaikan mimpi buruknya di tengah malam. Dia masih hapal wujud dan suara dari jin yang membuat Ibunya meninggal. Nenek bilang itu adalah jin kiriman dari orang lain dan bahkan meminta tumbal nyawa, sangat disayangkan Andre yang saat itu masih kecil bisa menyimpan memori terkelam nya seumur hidup.

__ADS_1


Dan saat waktu terus berlalu dia kembali merasa dihantui oleh sosok yang sama, jin itu muncul menjadi teror dan trauma panjang. Yang membuatnya penasaran mengapa jin itu datang mendekati Sani? Apa hubungannya?


Tak butuh waktu lama Andre sudah memasuki gang menuju rumah Anis. Perlahan dia memasuki gang itu berjalan pelan dengan mata yang tak lepas memperhatikan ke arah atap bangunan yang tak lain itulah kosan Anis tinggal.


Jarak antara Andre berdiri dan gerbang hanya tinggal beberapa meter saja. Andre menghela napas dan mengumpulkan keberanian untuk bersiap masuk ke dalam. Saat suasana hati dan keberaniannya sudah siap dia memegang pintu gerbang hingga tiba-tiba seseorang keluar dari dalam dan mengejutkannya.


Suara gerbang digeser ke samping, Andre mematung di luar dan orang-orang keluar membawa sesuatu yang sangat mengejutkannya. Mata Andre sampai melotot saat dia pikir seorang mayat sudah dibawa dari dalam. Andre tak ingin berpikir jika itu adalah Anis, namun ketika mendongak melihat ke atas lantai 2 ornag-orang yang banyak berhamburan keluar dari pintu kamar Anis.


Sekarang mulutnya bungkam tak mampu berkata-kata. Meskipun banyak orang yang melaluinya tapi tidak membuat Andre berani untuk bertanya. Saat melihat terakhir mayat di depan matanya saja membuat Andre tidak bisa berbalik memastikan lagi, kakinya terasa lemas dan pada akhirnya dia hanya berjalan linglung meninggalkan lagi tempat yang baru saja didatanginya.


Ternyata penglihatannya tadi tidaklah keliru, bayangan yang muncul di depan matanya adalah Anis. Mengapa dia sampai memberikan sebuah kalung yang sangat berarti padanya? Apa maksudnya meninggalkan kenangan yang akan terus membekas seperti itu? Bahkan Anis tak memberinya kesempatan untuk mengetahui tentang kenekatan dari perbuatannya itu?


"Kosan itu semakin seram saja ya, sekarang penghuni kos sudah dikabarkan bunuh diri lagi padahal tak lama 1 tahun sebelumnya juga kabar itu masih basah di telinga orang-orang di sini." Andre yang berdiri menundukkan wajah di samping gang mendengar jelas gunjingan orang-orang. Tapi itu tidak membuatnya bereaksi. Andre tidak ingin terlibat banyak masalah karena dia ikut campur lagi, setidaknya dia tidak melakukan kesalahan apapun dengan pergi dari kosan pada malam itu?


Mengingat kembali malam sebelum hari itu membuat pikiran Andre linglung bingung. Andre bahkan tidak mampu merasakan bahwa semua yang terjadi di depan matanya adalah kenyataan yang harus dia terima. Bagaimanapun sekarang adalah kabar kedua dari kematian seseorang yang sempat dekat dan berbicara padanya sebelum di hari kematian, tentu saja kedua setelah kabar Ira yang ditemukan menghilang.


Andre berjalan lagi tapi dia tidak yakin bisa kembali ke RSJ itu lagi. Apa yang terjadi di sana? Memikirkannya bisa membuat dia stress saja, Andre tidak tahu mengapa rasanya dia ingin sekali melarikan diri dari semua masalah yang melibatkannya. Dia harus pergi kemanapun atau pergi mengikuti Neneknya sekarang dan masalah sudah selesai. Apa harus dia seperti itu? Bagaimana dengan Sani? Pikir Andre kesal karena kenyataannya dia tak mampu pergi dari rasa penasaran masalalu yang masih mengejarnya. Gara-gara hantu itu yang menampakan diri dengan Sani membuat sebuah alasan yang kuat agar Andre tidak pergi, dia hanya harus mengungkap sedikit saja kenyataan tentang ibunya, dia hanya perlu itu. Tapi mengapa sangat terasa sulit hingga masalah lain harus dihadapinya.

__ADS_1


Saat tiba di pinggir jalan Andre melihat dua arah yang pasti di depan matanya, yaitu jalan ke kiri untuk kembali ke rumah sakit atau jalan ke kanan untuk pulang ke rumah Tri. Apa yang bisa dia ceritakan?


__ADS_2