Dunia Mu

Dunia Mu
Sani?


__ADS_3

Andre hidup sendiri dengan Nenek, karena tak lama Ibunya meninggal ulah penyakit yang tiba-tiba langsung membuatnya sangat sakit hingga tidak tertolong. Yang menjadi bahan perdebatan dalam keganjilan Ibunya meninggal yaitu paku dan darah segar yang ditutup kain putih. Andre menemukan bungkusan kain putih berbentuk pocong dengan 5 ikat pengikatnya, di dalamnya ada paku dan akar pohon juga Tanah. Selang pada malam hari Ibunya langsung kerasukan. Nenek sedikit bisa menolong tapi kekuatannya tidak cukup untuk membuang sihir dan mengusir jin yang sudah bersumpah mati di dalam diri Ibu. Dan Andre melihat sosok yang keluar dari tubuh Ibu adalah sosok perempuan menakutkan dengan kain merah dan senyuman yang masih terngiang dalam rekaman ingatannya.


Andre kembali tersadar dalam bayangan masa lalu yang sangat menakutkan baginya. Matanya melihat pada kedua tangan basah dan berlumuran darah. Spontan Andre membulatkan mata ketakutan dan terus berusaha membuka pintu mobil yang sulit dibuka. Dia bahkan berteriak tidak sadar.


Kemudian terdengar suara kaca mobil pecah. Andre langsung mematung diam dan melihat sosok menakutkan masuk ke dalam mobilnya, membuka pintu dan menyeret tubuhnya yang terus memberontak.


"Pak RT sebaiknya kita panggil pak Kiyai sekarang sepertinya ada sesuatu yang tidak beres." Ucap satu orang warga yang berusaha menahan tubuh Andre dan beberapa orang lain yang ikut membantu.


Ira dan Sani yabg sudah pingsan di jok belakang juga ikut dibawa oleh warga dan diamankan ke rumah Pak RT.


"Mobilnya bagian depannya menabrak pohon tua di hutan itu, kok bisa ya mereka salah jalan tinggal berapa meter lagi mereka sepertinya akan tewas terjun ke jurang yang cukup dalam di sampingnya." Tutur salah seorang warga yang juga ikut melihat ke tempat kejadian.


"Beruntung sekali. Pohon itu tempat rajanya Jin wanita yang ada di hutan sana. Aku sampai merinding sekilas memikirkannya." Timpal warga lainnya.


Mobil yang dibawa Andre sudah keluar dari jalur jalan dan malah masuk ke dalam hutan yang semakin dalam. Entah apa yang terjadi pasti sesuatu yang tidak biasa sudah menimpa ketiga orang itu.


"Cucuku! Cucuku!" Teriak seorang Nenek yang langsung membuat perhatian tertuju padanya saat itu.


Nenek yang tidak dikenali oleh warga tapi Pak Kiyai bisa langsung melihatnya karena dulu sempat mengurus jenazah Ibunya Andre.


"Ibu Nenek dari anak-anak ini?" Tanya seseorang yang langsung menunjukkan ke Sani dan Ira. Keduanya tidak sadarkan diri.


"Bukan, tapi Andre." Sebutnya.


Pak RT langsung yakin jika Nenek ini adalah keluarga dari seorang lelaki yang ada di ruangan terpisah.


"Sekarang Andre sedang dibantu oleh warga untuk ditenangkan di ruangan sana, sepertinya cucu Ini sudah mengalami sesuatu yang buruk." Jelas Pak RT.

__ADS_1


Neneknya tidak bicara lagi dan langsung menerobos masuk sambil meneriaki nama Cucunya itu.


"Andre... Andre..." Teriaknya.


Tak lama sosok uang dicari langsung keluar. Andre terlihat sangat ketakutan dan langsung bisa mengenali suara Neneknya.


Andre langsung memeluk Neneknya.


"Cucu ku ini mengalami trauma yang sangat dalam. Sebaiknya aku bawa pulang sekarang!" Ucap Neneknya. Andre masih diam dan sudah terlihat tenang ketika dia berada di dekat Neneknya itu.


"Ada sesuatu yang tidak beres Nek, mari saya bantu!" Tawar Pak Kiyai sesaat melihat kondisi Andre yang memperihatinkan.


"Tidak usah!" Nenek langsung menolaknya dengan singkat.


Tidak ada yang bicara lagi karena tidak mungkin pak Kiyai dan warga menghentikan tindakan Nenek yang lebih berhak atas Cucunya itu.


"Pak kiyai, Pak RT neng gadis di sana kesurupan!" Teriak seorang yang nampak berlari memperingatkan.


Orang-orang langsung menganggap jika kesurupan itu terjadi biasa, karena mereka adalah pendatang yang baru pertama kalinya di bawa ke desa tempat yang seharusnya tidak sembarang orang memaksakan datang.


Nenek dan Andre berjalan sedikit melalui beberapa rumah dan sampai di rumah.


Andre masih terlihat murung dan terus saja diam. Lamunannya terus mengingatkan dia akan kejadian yang sudah menimpa Ibunya.


Nenek diam dan membiarkan Andre lebih lama untuk menangkan diri.


"Kenapa pulang ke sini dan bawa anak kota kemari?" Tanya Neneknya membuyarkan perhatian Andre.

__ADS_1


Andre seperti baru saja mendapatkan kesadarannya kembali.


"Nek, Andre sudah di rumah? Lalu teman Andre?" Tanyanya terlihat khawatir.


Neneknya tidak menjawab.


"Nek tadi Andre kemari dengan kedua teman Andre, dan itu kondisinya sangat gawat. Ada yang butuh Nenek." Jelas Andre langsung diam. Bayangannya melayang pada Jin wanita yang menempel ke tubuh Sani. Andre terlihat sangat memikirkan hal itu.


"Makhluk itu Nek, dia mengikuti Sani." Ucap Andre yang terlihat ketakutan lagi karena rasa trauma yang sudah membuatnya dia hilang kesadarannya tadi.


"Sudah jangan pikirkan mereka, mengapa kamu juga bisa berteman dengan orang kota itu?" Tanya Neneknya penasaran.


Andre masih terlihat gelisah, perasaan tidak tenangnya. Dia langsung pergi dari rumah.


"Andre mau kemana? Andre?" Teriak Neneknya tidak berhasil menghentikan langkah Andre.


Ketakutan itu sudah membuat Andre melupakan nuraninya. Dia tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja apalagi mereka seorang perempuan yang sudah sengaja dia bawa ke perkampungan ini, sangat tidak adil jika Andre hanya mencari keuntungan hanya untuk dirinya saja.


Tidak lama Andre melihat lagi rumah tadi yang ditinggalkannya, masih ada beberapa orang yang berkerumun namun terlihat warga membubarkan kerumunan itu.


Andre menyusun keberaniannya dan menyeret kakinya hingga dia berdiri di ambang pintu, pandangannya menatap tajam ke arah ruangan yang di dalamnya hanya ada Ira sedang menangis dan ditenangkan warga. Andre tidak melihat Sani. Dia semakin khawatir dan segera masuk ke dalam rumah warga.


Ada seseorang yang mencegahnya untuk masuk, mengingat kejadian tadi yang menimpanya juga. Tapi Andre bersikeras untuk menerobos masuk dan sebagai tanggung jawab nya juga untuk memastikan keadaan Sani.


Akhirnya dengan sangat berani Andre masuk ke dalam rumah. Berjalan melewati beberapa warga termasuk Ira yang tidak melihat ke arahnya. Andree terus berjalan karena sebuah teriakan yang membuat perhatiannya teralihkan.


Di dalam sebuah kamar hanya ada seorang kiyai dan pak RT, tidak ada lagi warga yang berani masuk ke dalam.

__ADS_1


Kedua mata Andre secara langsung menyaksikan ketika tubuh Sani yang dikuasai makhluk tak kasat mata itu. Kejadiannya sama seperti dulu dia melihat Ibunya. Rasanya saat itu jantungnya ingin meledak karena Andre tak bisa menampik jika kakinya bergetar takut dan lemas saat melihat kejadian yang berlangsung di depan matanya.


Sani terus berteriak tak karuan, pak Kiyai terllihat menarik sebuah paku panjang dari kepala Sani yang membuat Andre bergidik ngeri. Rasanya suasana memanas dan semakin membuat jantungnya berpacu dengan cepat. Raut wajah Sani dan caranya bicara berubah, saat suara tawa terdengar melengking Andre langsung bisa membayangkan sosok wanita tadi yang menempel pada Sani. Andre hanya bisa membulatkan mata dengan perasaan takut. Tiba-tiba kepala Sani berputar dan memandanginya dengan tatapan nanar membuat Andre tidak bisa berkutik seolah nalurinya langsung bisa mengenali makhluk yang membuat Ibunya sudah meninggal itu. Dalam hitungan menit Sani yang melotot melihat Andre langsung lemas dan menutup matanya, menunjukkan jika Sani sudah hilang kesadaran.


__ADS_2