Fazila Titipan Dari Surga(2)

Fazila Titipan Dari Surga(2)
Titik Terendah (Matthew)


__ADS_3

Saat hati merasakan derita, terkadang air mata tumpah sebagai bentuk kesedihan. Dan saat hati merasakan cinta, senyuman pun tak bisa di tahan. Semua tempat seolah di penuhi olah pesona indah sesosok jiwa yang telah berhasil mengalihkan dunia sang pujangga pemuja cinta.


Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, karena cinta itu fitrah setiap manusia, yang salah itu ketika seseorang di butakan oleh nafsu sehingga cinta yang ia agung-agungkan di penuhi oleh dendam dan air mata. Mencintai itu indah, menyayangi itu damai, dan saling memadu kasih dalam mahligai yang di ikat oleh satu nama yakni Allah, itu jauh lebih membahagiakan. Jangan mau di butakan oleh nafsu yang menyengsarakan, karena sejatinya Iblis tahu bagaimana cara menyesatkan manusia dalam perasaan yang di bingkai atas nama cinta.


"Siapa pun pria itu, entah Kakak mengenalnya atau tidak. Katakan padanya, tidak baik mencintai wanita yang telah bersuami. Di semesta ini, ada milyaran gadis yang ada, Kakak percaya seseorang telah tercipta untuknya." Ucap Fazila begitu Ia mulai membuka suara.


"Katakan juga pada temanmu itu, jangan menghancurkan kebahagian orang lain hanya karena perasaan cintanya, siapa tahu wanita yang dia cintai itu sangat bahagia bersama suaminya. Aku berdoa, semoga temanmu itu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari wanita yang dia cintai saat ini." Sambung Fazila lagi.

__ADS_1


Fatih terdiam, dalam hati Ia juga berdoa agar Matthew mendapatkan wanita terbaik yang bisa mendatangkan bahagia dalam hidupnya yang penuh luka. Iya, Matthew terluka, untuk pertama kalinya Ia merasakan cinta sedalam samudra, seluas semesta, namun tidak ada balasan dari cinta itu selain luka. Tanpa Matthew sadari, air mata mulai menetes dari sudut matanya, namun secepat kilat Ia manghapus air mata itu agar Fatih yang duduk di sampingnya tidak menyadari betapa dirinya sangat rapuh saat ini.


"Baiklah, jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, Kakak akan sudahi pembicaraan ini, Kakak harus memasak, Kakak akan mengantar makan siang untuk Kakak iparmu ke kantornya siang ini, dia bilang dia sedang tidak enak badan, kau tahu sendirikan, saat Kakak iparmu tidak enak badan dia sangat manja." Ujar Fazila sambil tersenyum.


Sakit sekali rasanya hati seorang Matthew, gadis impiannya menyanjung rivalnya. Sungguh, tidak ada duka yang lebih berat bagi hatinya selain duka ini, namun mau bagaimana lagi, semuanya sudah di atur oleh yang Kuasa. Sementara Matthew, dia bahkan tidak percaya tentang adanya Tuhan itu.


"Apa Bang Matthew baik-baik saja?"

__ADS_1


"Aku berharap Bang Matthew tidak sedih setelah mendengar ucapan kak Zii tadi."


"Iya, aku juga sependapat dengannya. Seseorang di suatu tempat telah tercipta untuk Bang Matthew."


"Jalan yang Kak Zii lalui berbeda dengan jalan yang Bang Matthew lewati. Jadi, sampai kapanpun kalian tidak akan pernah di pertemukan. Bang Matthew mengerti-kan maksudku?" Fatih terus saja bicara tanpa menghiraukan raut wajah Matthew yang terlihat berubah.


"Iya, aku mengerti." Balas Matthew pelan, Ia berusaha menahan tangis. Entah sejak kapan seorang Matthew Adyamarta yang terkenal dengan pesona indahnya berubah menjadi sosok yang cengeng. Apa semua orang akan merasakan hal yang sama saat mereka terluka karena cinta? Jawabannya mungkin saja berbeda, hanya saja Matthew merasakan dirinya saat ini berada di titik terendah kehidupannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2