Fazila Titipan Dari Surga(2)

Fazila Titipan Dari Surga(2)
Tak Takut (Fazila)


__ADS_3

Suasana di ruang 509 terlihat legang, itu karena jam besuk telah usai. Hanya ada satu perawat, dan seorang dokter yang memeriksa kondisi pasien. Dan pasien itu tak lain adalah Refal Mahendra Shekar. Sejak peristiwa di gudang tua itu, kesehatan Refal mulai memburuk. Ia tumbang, tak ada tenaga dalam dirinya karena perasaan takut kehilangan Fazila.


Sesaat setelah Refal membuka mata, Ia mulai muntah-muntah dan terpaksa harus di larikan ke rumah sakit. Biasanya Ia bekerja seperti sapi perah, dan untuk pertama kalinya Ia tertidur selama dua hari ini, itu karena Ia tidak bisa melakukan apa pun.


"Pak Gubernur, anda sudah bangun? Syukurlah." Bima terlihat lega.


"Apa ada kabar tentang istriku? Sudah berapa lama aku berada di tempat ini?" Refal bertanya begitu menyadari kehadiran Bima.


"Dua hari. Pak Gubernur tak sadarkan diri selama dua hari ini. Pak Gubernur sempat sadar beberapa kali, sayangnya tidak bertahan lama karena Pak Gubernur pingsan lagi." Lapor Bima sambil membantu Refal untuk duduk.


"Belum ada kabar dari Nyonya, kedua keluarga sedang mencari keberadaan Nyonya dengan melibatkan Detektif dan juga pihak berwajib. Sayangnya, preman yang membawa Nyonya hilang begitu saja, dia terlalu lihai sampai tak meninggalkan jejak sekecil apa pun."

__ADS_1


Mendengar ucapan Bima, Refal tampak kecewa. Namun yang membuatnya semakin kecewa, Ia tidak bisa melakukan apa pun karena kondisinya yang tak memungkinkan.


"Siapkan mobil, kita harus pergi."


"Tapi, Pak..."


"Tidak ada tapi-tapian, istriku dalam bahaya dan aku harus menemukan bajingan itu secepatnya, aku bersumpah, jika Fazilaku sampai terluka, aku akan menghabisi manusia rendah itu." Ujar Refal sambil melepas selang infusnya, saat marah Refal terlihat sangat menakutkan, sama seperti saat ini, Bima yang melihatnya hanya bisa bergumam di dalam hatinya.


Abbas yang di tuntut dengan jawaban jujur hanya bisa menghela nafas kasar. Semua orang bertekuk lutut padanya, tapi kali ini berbeda, Ia berhadapan dengan Fazila, tatapan Fazila saja sudah bisa melumpuhkan pertahanannya sebagai seorang ketua dari jaringan Mafia terbesar di Asia Tenggara.


"Baiklah, aku akan mengatakan segalanya. Sebenarnya Kau dan aku, Ki-kita..." Abbas terlalu gugup sampai tidak bisa melanjutkan ucapannya. Sementara Sky? Sky yang berdiri di sisi kirinya hanya bisa diam. Ikut nimbrung kedalam percakapan dua orang yang ada di depannya hanya akan mendatangkan masalah bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


"Namaku Abbas, kau mungkin tidak ingat padaku, tapi dalam ingatanku, kau layaknya Mentari yang selalu menghangatkan." Ujar Abbas sambil berdiri, Ia mulai membuka suara namun tidak berani menatap Fazila. Sungguh, Abbas tidak akan sanggup mengurai resahnya sambil menatap kebencian yang ditujukan Fazila padanya setelah mendengar kisahnya.


"Sejak kecil, hatiku hanya condong padamu. Dan berkat yang Kuasa kau hadir di hadapanku lagi bagai Cahaya yang menyilaukan mata. Hanya dengan memikirkanmu, seluruh amarah dan dendam di hatiku menguap keangkasa.


Kau bisa mengutukku jika kau mau, aku hanya memohon, tolong jangan menatapku seperti penjahat walau aku tahu aku sangat jahat." Abbas berucap sembari menahan kesedihannya. Ia benar-benar tidak ingin Fazila menganggapnya seperti binatang buas. Sementara Sky yang mendengar ucapan Tuannya tampak larut dalam perasaan yang sama, sedih.


Jadi Nona Fazila wanita yang selalu Tuan bangga-banggakan? Apa yang akan terjadi setelah ini? Sanggupkah Tuan mengangkat senjata dan menghabisi nyawa dari putri musuhnya? Kenapa semuanya berubah menjadi serumit ini. Tuan bahkan mengungkapkan jati dirinya. Aku tidak pernah berpikir hari seperti ini akan tiba. Batin Sky sambil menatap punggung Abbas.


Mendengar pengakuan Abbas membuat Fazila tak bisa berkata-kata. Fazila yakin ada banyak luka di dalam hati pria yang saat ini membelakanginya itu, Ia bisa mengambil kesimpulan kalau dirinya ada di lubang buaya. Walau demikian, Fazila tahu sosok yang ada di depannya tak perlu di takuti.


...***...

__ADS_1


__ADS_2