Fazila Titipan Dari Surga(2)

Fazila Titipan Dari Surga(2)
Hadiah Untuk Matthew (Part2)


__ADS_3

Angin malam ini membelai lembut wajah tampan Fatih dan Matthew. Mereka berdua masih terdiam. Bahkan tidak ada tanda-tanda Matthew akan menanyakan perihal hadiah yang Fatih berikan. Ia terlalu fokus pada rasa kecewanya, kecewa karena sosok yang bisa membuatnya tersenyum tidak muncul setelah sekian menit dan sekian jam Ia menanti kedatangannya. Ia tahu tidak ada kesempatan untuknya menggenggam tangan itu. Hanya saja, Matthew masih belum bisa melepaskan cinta yang berhasil membuatnya terjaga.


"Apa Bang matthew masih mencintai Kak Zii?"


"Apa Bang Matthew belum bisa melepasnya sepenuhnya? Maksudku, dari hati Bang Matthew!"


"Jika itu yang terjadi, mulai saat ini Bang Matthew harus belajar melupakannya!" Ucap Fatih menegaskan.

__ADS_1


"Itu akan sulit, tapi lama kelamaan semuanya pasti akan terasa mudah." Kali ini Fatih berucap sambil memegang pundak Matthew. Tatapan matanya memancarkan keyakinan.


"Aku berusaha keras melakukan itu, maksudku melakukan seperti yang kau katakan. Aku bahkan lupa makan saat sedang menyibukkan diri, tapi kau tahu apa yang terjadi setelahnya? Senyuman Kakak perempuanmu muncul dalam benakku bagaikan vitamin untuk rasa lelahku.


Aku marah pada diriku. Aku sadar aku tidak boleh melakukan itu, tapi saat aku sendirian, lagi-lagi aku merasakan hampa. Aku merasa hidupku tidak ada artinya tanpa dirinya.


Kakak mu bilang, seseorang tercipta untukku di suatu tempat, tapi apa kau tahu Fatih? Aku merasa tidak ada lagi wanita lain yang bisa membuatku jatuh cinta seperti dirinya. Lalu, aku harus apa?" Matthew balas menatap Fatih, berharap pria muda itu akan memberinya solusi.

__ADS_1


"Itu milik Kak Zii. Dia memberikannya padaku, dan aku memberikannya pada Bang Matthew. Kau bisa menemukan solusi dari masalahmu di dalamnya. Aku yakin kau tidak akan bersedih lagi." Ujar Fatih sambil tersenyum.


"Kita pergi terlalu lama, Ummi dan Abi pasti mencari kita. Kak Zii juga pasti sudah ada disana, aku berharap Bang Matthew bersikap biasa-biasa saja saat ada di depannya, itu mungkin akan sulit, aku percaya Bang Matthew bisa melakukannya." Sambung Fatih lagi, Ia merangkul tubuh kekar Matthew, berharap pria yang sudah ia anggap seperti Kakaknya itu tidak akan bersedih lagi. Sama seperti Kakak perempuannya yang berharga, Matthew juga sangat berarti untuk Fatih.


Sementara itu di tempat berbeda, atau tepatnya di sebuah gudang tua jauh dari Kota, empat pria berbadan kekar sedang menikmati minumannya, mereka sedang merayakan pesta minuman beralkohol karena telah berhasil menangkap kucing incarannya.


"Bagaimana perasaan bos saat ini? Kapan kita mengirim wanita itu pada bos besar. Saya yakin bos besar sangat bahagia menerima kabar ini, dia bahkan rela melakukan apa saja agar bisa menangkap wanita itu." Ucap salah seorang dari keempat pria itu.

__ADS_1


"Mengantarnya pada boss? Haha, akan ku lakukan, tapi setelah aku bersenang-senang dengan wanita itu. Dia membuat hidupku berada dalam neraka, dan sekarang gilirannya. Tapi sebelum itu, biarkan dia menghabiskan malamnya dengan merengek." Ucap pria yang di panggil bos itu, wajah separuh bayanya mengukir senyuman, menggambarkan kemenangan besar. Manusia seperti apa dirinya? Kenapa dia sangat bahagia saat orang lain terluka? Dan inilah macam-macam manusia, tidak semua orang akan menatapmu dengan tatapan kasih sayang, karena ada juga yang akan tertawa bahagia saat melihatmu dalam derita. Seburuk apa pun sikap penghuni Bumi ini, jangan pernah tinggalkan Tuhan-Mu, Allah. Minta pertolongan padanya agar kau diberi kekuatan dan di jauhi dari sikap putus asa.


...***...


__ADS_2