
Senyuman!
Refal tidak tahu senyuman dan dukungan yang Ia berikan untuk Fazila mampu memberikannya semangat baru untuk melakukan hal yang sederhana menjadi luar biasa. Dan begitulah cinta. Cinta akan mendatangkan semangat baru untuk melakukan hal yang lebih istimewa untuk pasangannya dan bukan mendatangkan derita. Jika ada orang yang tega menyakiti kekasihnya atas nama cinta, maka percayalah, itu bukan cinta melainkan obsesi yang akan mendatangkan luka. Tinggalkan cinta yang menyakitkan, dan berbahagialah dengan karunia Tuhan.
Malam terus berlanjut, dan acara Cuap-cuap bareng Meyda masih menggema di udara. Begitu banyak respon positif untuk Fazila dan hal itu menambah daftar baru untuknya bisa merasakan bahagia. Bukankah bahagia itu sederhana? Entahlah, setiap orang memiliki pandangan berbeda soal bahagia itu. Namun bagi sosok Fazila, bahagia itu akan datang untuknya secara sempurna apabila Ia meluangkan waktunya untuk berbagi dengan semua orang, merasakan bahagia di saat orang lain bahagia, dan merasakan luka saat orang lain menderita. Itulah konsep sederhana yang Fazila yakini akan mendatangkan bahagia dalam hidupnya yang penuh dengan tantangan.
"Cinta..." Ucap Fazila sambil berpikir sejenak.
Setelah mengucapkan satu kata itu Fazila kembali menatap Refal dari kaca yang membatasinya dengan ruang siaran. Refal tampak melipat tangan di depan dada.
"Aku tidak tahu ternyata berbicara tentang cinta akan menarikku kedalam perasaan bahagia.
__ADS_1
Dan iya, satu lagi. Cinta itu akan mendatangkan ketenangan bukan penderitaan. Cinta itu akan mendatangkan bahagia bukan rasa takut. Cinta itu bukan kegilaan, dan cinta itu indah. Jika kau bisa merasakan kedamaian bersama dengan orang yang Kau syukuri kehadirannya maka itu lah cinta.
Aku tidak tahu tanggapan apa yang harus Ku beri untuk Nona Menga di tempat kurang bahagia, tapi Aku akan tetap mengatakannya. Semoga jawaban yang akan Ku beri bisa mendatangkan Cahaya bagi hati yang tersesat karena ulah cinta." Ucap Fazila dengan suara lembutnya. Siapa pun yang mendengar suara indahnya akan merasakan ketenangan, karena dalam setiap huruf yang di rangkai menjadi kata-kata itu terdengar tulus, sesungguhnya jika ucapan itu bersumber dari hati maka ucapan itu akan kembali ke hati.
"Mbak Mega yang di Rahmati Allah, ada banyak cara mencintai orang tua, salah satunya dengan cara menjaga kehormatan mereka dan menjaga kehormatan kita ketika berada di luar rumah. Berusaha melakukan yang terbaik agar kita terhindar dari hal-hal yang akan mendatangkan murka mereka.
Tidak bisa kita pungkiri, ada beberapa gadis yang lebih mencintai kekasihnya dan mengabaikan orang tuanya, semoga kita terhindar dari hal demikian." Fazila terdiam untuk sesaat, ia meraih air mineral yang ada di sisi kirinya dengan tangan kanan, kemudian meminumnya untuk sekedar menghilangkan ketegangan.
Jika anda yakin pria itu adalah pilihan terbaik maka yakinkan kedua orang tua anda dengan sepenuh hati, saya berdoa semoga Allah mempermudah jalan Mbak Mega untuk meraih bahagia." Fazila menutup ucapannya dengan harapan terbaiknya untuk Mega. Entah apa tanggapan gadis itu tentang setiap huruf yang sudah Fazila rangkai menjadi kata-kata, dan Ia sebut itu sebagai nasihat penuh cinta.
"Terakhir, saya ingin mengatakan. Untuk sobat muda di mana pun berada, jangan pernah kecewakan kedua orang tua kita apa pun alasannya.
__ADS_1
Dan untuk semua kaum hawa apa pun status dan pekerjaan kalian, jagalah diri kalian sebab mekar mu hanya sekali. Jangan mudah tergoda oleh rayuan gombal tak berguna. Saat dirimu di sapa cinta, maka sikapi dan tempatkan karunia rasa itu dengan bijak.
Bila ternyata cinta itu hanya mampu kau simpan di dalam hatimu, maka biarkan hanya Allah yang tahu itu. Simpanlah itu dalam diam mu, dan jika Ia membuatmu gundah maka tulislah itu dalam sabar di atas lembaran masa dan di heningnya bahasa malam. Ceritakan semua itu pada Sang maha cinta maka cinta itu kan tenang disana tak bergolak hingga masanya kan tiba, dimana dia akan bersandar dan berlabuh pada dermaga hati yang benar-benar tepat untukmu." Tutup Fazila sambil tersenyum tipis.
Saat ini Fazila merasakan lega. Lega luar biasa, akhirnya satu setengah jam yang Ia lalui dengan perasaan was-was berakhir juga, berakhir dengan manis.
Setelah berpamitan dengan semua teman-teman yang ada di stasiun siaran, Fazila dan Refal berjalan menuju parkiran. Saat ini mereka sedang duduk di dalam mobil tanpa melepas pandangan masing-masing.
"Aku tidak tahu istriku sangat pandai menaklukkan hati Ku, setiap detik yang Ku lalui benar-benar terasa berat saat jauh darinya. Sekarang katakan padaku, apa yang harus ku lakukan saat Kau semanis ini? Rasanya Aku ingin memakanmu." Ucap Refal serius. Tanpa senyuman. Namun matanya menjelaskan kalau dia sangat mencintai sosok seindah purnama yang saat ini duduk di sampingnya, Meyda Noviana Fazila.
...***...
__ADS_1