Fazila Titipan Dari Surga(2)

Fazila Titipan Dari Surga(2)
Penolakan Refal!


__ADS_3

"Ummi, Refal titip Fazila ya?"


"Sebentar lagi Shalat Jumat akan di mulai!"


Refal menatap Ibu mertuanya sambil tersenyum. Sedetik kemudian ia mulai memasukkan perlengkapan Shalatnya kedalam tas tangan yang ada di sisi kirinya.


"Kau tidak perlu meminta Ummi menjaga istrimu, jauh sebelum dia menjadi milikmu, dia adalah putriku." Ujar Ummi Fatimah sambil menahan tawanya, Ummi Fatimah merasa lucu saja setelah mendengar ucapan menantunya.


"Lagi pula, tanpa kau minta Ummi pasti akan menjaga istrimu. Lihat wajahnya?" Ummi Fatimah menatap wajah pucat Fazila sambil tersenyum tipis.


Tatapan Refal kembali berpusat pada wajah cantik istri tersayangnya. Jujur, Refal sangat merindukan senyuman Fazila, senyuman yang selalu terlihat setiap kali ia berangkat bekerja atau pun pulang dari kantor. Tanpa Fazila hidup seorang Refal terasa hambar. Mau bagaimana lagi? Semua urusan ada di tangan Tuhan. Manusia hanya bisa berencana namun semua keputusan Tuhanlah yang menentukan. Dan terkadang, sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Tuhan.


"Fazila kita terlihat seperti sedang bermimpi indah dalam tidurnya, tidak ada beban di wajahnya. Ummi yakin Fazila akan segera siuman." Sambung Ummi Fatimah lagi yang kemudian di Aamiin kan oleh Refal.

__ADS_1


"Sayang, aku pergi dulu. Aku akan segera menemui-Mu tepat setelah Shalat Jumat usai." Refal mengelus puncak kepala Fazila. Tak ada pergerakan dari wanitanya karena keadaannya masih seperti semula, koma. Setelah mencium kening Fazila, Refal langsung beranjak meninggalkan kedua wanita yang sangat di sayanginya itu, Fazila dan Ibu mertuanya yang baik hati.


Baru saja Refal akan menaiki mobilnya, tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang dari belakang. Refal yang terkejut langsung berbalik, ia menatap sosok rupawan di depannya sambil membuang nafas kasar. Ada perasaan tak terima dalam dirinya saat orang menghentikan langkahnya untuk berlari menuju Masjid.


"Aku tahu anda! Tapi, kita tidak seakrab itu untuk saling bicara." Refal memulai percakapan setelah menutup kembali pintu mobilnya.


"Maaf Pak Gubernur, saya mengganggu perjalanan anda, tapi saya janji ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kali." Ucap sosok di depan Refal menegaskan.


"Bukankah anda Tuan Matth.." Ucapan Refal tertahan di tenggorokannya, ia berusaha mengingat pemilik nama tampan di depannya, sayangnya ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas karena mereka memang tidak sedekat itu untuk saling bertukar nama atau hanya sekedar saling menyapa.


"Baiklah Tuan Matthew, apa yang bisa ku bantu?" Refal kembali membuka suara karena ia harus menyudahi pembicaraan ini dengan segera.


"Apa kita bisa bicara sebentar? Aku janji tidak akan lama, lima menit cukup." Ucap Matthew sambil menunjuk kearah bangku taman.

__ADS_1


"Baiklah, waktu anda lima menit dari sekarang." Ujar Refal begitu mereka sudah duduk di bangku taman.


"Saya ingin meminta izin bertemu dengan Nona Fazila, saya ingin bicara dengannya." Matthew bicara langsung pada intinya. Ia tidak ingin berbelit-belit agar waktu yang ia punya tidak terbuang sia-sia.


"Hmm!" Refal menghela nafas kasar, alisnya saling bertautan karena tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari rivalnya.


"Haha! Menurut anda, apa saya akan mengizinkan anda bertemu dengan istriku?" Refal tertawa, namun sedetik kemudian tatapannya setajam belati.


"Tidak akan." Sambung Refal lagi. Ia bangun dari posisi duduknya kemudian berjalan meninggalkan Matthew yang masih termenung sendirian.


Cih. Berani sekali dia meminta bertemu dengan istriku saat aku tahu dia sangat mencintai Fazilaku. Seribu kali kau meminta maka seribu kali pula aku akan menolakmu. Gumam Refal di dalam hatinya sembari mempercepat langkah kakinya.


Jujur, Refal merasa kesal saat mengetahui saingan cintanya sangat luar biasa. Namun, sejurus kemudian ia mulai tersenyum bangga karena takdir berpihak padanya, takdir indahnya untuk merengkuh bahagia bersama wanita tercantik di dunia, Meyda Noviana Fazila.

__ADS_1


...***...


__ADS_2