Fazila Titipan Dari Surga(2)

Fazila Titipan Dari Surga(2)
Pengganggu!


__ADS_3

"Fazila Ku sangat berharga, akan selalu Ku jaga baik saat Aku terjaga atau saat Aku dalam keadaan tertidur sekali pun." Aku Refal tanpa menghiraukan kalau pengakuan singkatnya membuat Fazila merasa bingung.


"Apa sekarang kita bisa bangun? Aku tidak mau terus-terusan berbaring di lantai ini."


Glekkk!


Refal menelan saliva, Ia baru ingat kalau dirinya dan Fazila masih di lantai dengan tubuh bazila berada di bawahnya. Akibat kecerobohannya, mereka berdua sama-sama terjatuh. Entah sejak kapan Refal berpikir nuansa di pagi hari ini membuat jiwanya seolah tertawan dalam pesona indah seorang Meyda Noviana Fazila. Jika boleh jujur, Refal tidak ingin kehilangan Moment langka ini. Kapan lagi Ia bisa menikmati pagi indahnya dengan Fazila yang masih berada dalam kungkungannya. Ini momen langka, apa lagi jika sudah menyangkut dengan pekerjaan, waktu seperti ini akan selalu terlewatkan karena di kalahkan oleh kewajiban yang memberatkan pundaknya.


"Ma-maaf." Refal berucap sambil beranjak bangun, Ia merasa waktu berjalan sangat cepat.


"Tidak apa-apa. Aku bahagia." Balas Fazila sambil tersenyum. Ia bangun sambil meraih tangan Refal.


"Aku akan pulang sekitar pukul delapan malam. Setelah dari Kampus, Aku akan singgah di rumah Mama Mertua, beliau memintaku untuk berkunjung karena ada hal penting yang harus beliau bicarakan." Ucap Fazila meminta izin, bahkan tanpa meminta izin sekalipun Ia yakin Refal tidak akan mengatakan apa pun. Fazila hanya ingin, kemana pun Ia pergi Refal tidak akan merasakan khawatir.


"Dan satu lagi, setelah dari rumah Mama Aku akan mampir kerumah Tahfizd, Aku harus mengajar anak-anak didikku dan memastikan mereka mencintai Al-Qur'an dengan sepenuh hatinya. Semoga apa yang Ku lakukan bisa membawa keberkahan, karena Aku hanya ingin menebarkan nilai-nilai Al-Qur'an dimana pun Aku berada." Sambung Fazila lagi sembari menangkup wajah bersemu memerah Refal dengan kedua tangannya.


Refal meraih jemari Fazila yang saat ini masih menempel di wajah tampannya, dan di detik selanjutnya Ia mulai mencium punggung tangan Fazila.

__ADS_1


"Apa aku bisa pergi?"


"Tentu saja." Balas Refal singkat.


"Apa Kau tidak marah?"


"Tidak akan."


"Apa Kau merasa kecewa jika Kau pulang lebih awal di banding dengan Ku? Jika itu alasannya, Aku tidak akan keluar rumah hari ini. Aku ada disisimu hanya untuk membuatmu bahagia, bukan untuk membuatmu merasa khawatir apa lagi kecewa." Celoteh Fazila penuh penekanan, Ia menatap netra teduh suaminya seolah-olah tatapan itu menjelaskan kalau Refal tidak ingin jauh darinya.


"Aku tidak akan membatasi ruang gerak Fazila Ku, karena cintaku tidak sekejam itu. Cinta mengajarkan Ku untuk selalu setia dan membuat pasangan Ku bahagia. Dan kunci bahagiaku ada dalam senyuman ini, tetaplah tersenyum." Refal berucap sambil mencubit gemas pipi Fazila-nya.


"Pak Gubernur kita Harusss..." Ucapan Bima tertahan di tenggorokannya, melihat aksi Pak Gubernur membuatnya langsung merunduk dan membalikkan badan, penuh penyesalan.


Gdebukkk!


Refal menahan kekesalannya, kepalanya terasa berdenyut. Kedatangan Bima yang terlalu tiba-tiba membuat kepalanya dan kepala Fazila saling berbenturan cukup keras.

__ADS_1


Dasar Asisten tidak berguna, kenapa dia datang di saat yang tidak tepat? Lihatlah wajah Fazila Ku? Ia tampak malu. Refal menggerutu di dalam hatinya, Ia menatap punggung Bima dengan tatapan tajam.


Dasar pengganggu! Aku akan memberikanmu pelajaran! Batin Refal sambil mengepalkan tangan.


"Kalian bisa bicara, Aku akan berangkat ke kampus." Fazila berucap dengan cepat, Ia menatap Refal dengan gugup kemudian berjalan meninggalkan Refal dan Bima.


Fazila benar-benar sangat malu, karena kecerobohannya Ia sampai mempertontonkan kemesraannya. Tuhan tahu kalau Fazila tidak melakukannya dengan sengaja, hanya saja nalurinya sebagai seorang Muslimah membuatnya merasa bersalah.


Ya Allah... Aku mohon maaf. Aku benar-benar malu. Untunglah Pak Bima tidak melihat aksi Pak Gubernur saat kami di lantai tadi. Batin Fazila sambil memegang dadanya. Dadanya berdebar sangat kencang, perlahan Fazila mulai mengusap seluruh wajahnya, tak ada hal yang Refal lewatkan dari wajah itu tanpa mendaratkan ciuman lembutnya, dan terakhir Fazila mengusap bibir tipisnya. Ia ingat bagaimana Refal mendaratkan ciuman hangatnya di sana, kini rasa malu yang tadi hinggap hilang begitu saja saat mengingat bagaimana kepalanya dan kepala Refal saling berbenturan cukup keras lantaran kedatang Bima yang tidak di rencanakan.


"Haha! Lucu sekali, rasanya aku tahu apa yang akan Pak Gubernur lakukan pada Bima selanjutnya." Ucap Fazila sambil tersenyum. Mobil yang Ia naiki berjalan pelan meninggalkan rumah dinas.


Pagi yang indah, itulah yang Fazila dan Refal rasakan. Sayang sekali, keromantisan mereka harus berakhir gara-gara kedatangan Bima sebagai pengganggunya.


...***...


Happy ReadingšŸ¤—šŸ¤—ā¤

__ADS_1


Info tentang Update Novel Fazila Titipan Dari Surga 2 akan selalu Author Update di IG: @hasma_mahmud


__ADS_2