
"Hallo, Bli. Ini wilayah ku. Berani sekali kamu menggunakan tangan kurang ajar itu untuk melecehkan gadis di tempat ini." Matthew mendorong pria itu hingga membentur meja Resepsionis.
Wanita!
Beberapa orang mengatakan kalau wanita itu makhluk yang rumit dan lemah. Tapi Matthew tidak percaya dengan hal itu, baginya wanita itu sangat luar biasa dan spesial, dari rahimnya tumbuh generasi penerus bangga, dan karena kecantikan dan kelembutannya seorang pria bahkan rela melakukan apa saja demi menjadikannya miliknya.
Tapi disini berbeda, Matthew melihat seorang pria memegang bokong karyawannya, dan hal itu memancing emosinya, ia sangat kesal sampai-sampai jantungnya berdetak sangat kencang.
"Apa kamu melihat ekspresi wanita itu? Apa kamu pikir dia merasa senang?" Matthew bertanya dengan nada suara tinggi, menatap tajam kearah pria kurang ajar yang berdiri di depannya.
"What happen?" Pria asing yang berdiri di samping teman kurang ajarnya bertanya dengan wajah heran. Maklum saja, dia tidak melihat apa pun karena fokusnya hanya tertuju pada resepsionis yang bicara dengannya.
"Tuan..."
"Mundur." Ucap Matthew membentak karyawan wanitanya.
Suasana yang tadinya terlihat kondusif berubah tegang di barengi dengan tatapan tajam pria yang berdiri di depan Matthew.
__ADS_1
"Jika kamu membutuhkan wanita untuk menemanimu, maka kamu salah tempat karena kami tidak menyediakan hal itu.
Kami juga tidak butuh tamu sepertimu. Pergi dari sini sebelum amarahku semakin meledak." Bentak Matthew kasar, matanya memerah karena kesal. Rasanya ia ingin menghajar pria kurang ajar yang berdiri di depannya. Sayangnya, dengan sekuat tenaga ia menahan keinginan itu karena ia tidak mau Papanya semakin murka karena ia menghajar tamu yang datang.
Gdebukkk!
Bukannya menyesal, Pria bertato itu malah mendorong Matthew hingga membentur tubuh pria berwajah oriental. Karena tidak bisa menahan bobot tubuh Matthew pria berwajah oriental itu malah tersungkur dan bersimpuh di lantai. Untungnya Matthew tidak sampai terjatuh bersama karyawan Papanya.
"Kamu berani mendorongku? Hah!" Matthew kembali berucap dengan nada suara tinggi, tatapannya masih setajam belati. Tidak ada lagi kesabaran dan sikap sopan yang terpancar dari wajah tampannya. Yang terlihat hanya amarah yang akan menyambar layaknya petir yang tidak bisa di tahan.
Gdebukkk!
Aaaaaa!
Suara teriakan terdengar bergema di indra pendengaran Matthew, namun ia terlalu kesal sampai tidak memperdulikan teriakan karyawan wanitanya. Siapa yang harus di salahkan di saat seperti ini? Jawabannya tentu saja Matthew tidak memperdulikan siapa yang salah dan siapa yang benar, ia hanya ingin melampiaskan amarah yang saat ini memenuhi seluruh pori-pori tubuhnya.
Gdebukk!
__ADS_1
Kali ini Matthew melayangkan pukulan kerasnya tepat di wajah pria itu.
"Da-darah? Aisttt! Aku akan melaporkanmu pada pihak berwajib karena melukai tamu di tempat ini?" Ancam pria kurang ajar itu dengan nada suara tinggi.
"Kamu terlalu lemah, tapi kamu berani mengganggu wanita di tempat ini? Ingat apa yang terjadi hari ini, dan jangan pernah coba-coba untuk mengganggu wanita manapun lagi.
Hari ini aku hanya menumpahkan setetes darahmu. Tapi ingat, jika aku melihatmu menggoda wanita lagi aku tidak yakin aku akan bersabar untuk tidak mematahkan lenganmu." Celoteh Matthew sambil menatap pria yang saat ini bersimpuh di lantai.
Matthew menurunkan lengan bajunya sambil mendengus kesal. Sementara itu, semua karyawan yang menyaksikan aksi heroiknya terlihat lega karena anak Boss mereka bertindak dengan cepat.
"O iya, satu lagi. Kamu bilang kamu akan melaporkanku ke pihak berwajib? Lakukan apa pun yang kamu inginkan. Kami punya CCTV di setiap inchi Hotel ini, aku yakin CCTV juga merekam aksi kurang ajar tanganmu itu." Ucap Mattbew lagi. Ia beranjak meninggal kerumunan di Lobby sambil menghela nafas kasar.
Hanya laki-laki terhormat yang bisa menghormati wanita, dan saat ini itulah yang Matthew coba lakukan, menghormati wanita walau statusnya lebih rendah dari dirinya.
Sementara itu di Hotel berbeda, tepatnya di Ibu Kota. Fazila dan Refal turun dari mobilnya di sambut puluhan karyawan Hotel yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Senyuman manis terukir dari wajah puluhan karyawan, menandakan kalau mereka juga sangat bahagia.
"Selamat datang Ibu dan Bapak Gubernur!" Ucap semua orang yang di sambut oleh senyuman manis Fazila.
__ADS_1
Mimpi apa aku semalam, kenapa semua orang menyambut kedatangan kami? Apa Abi memerintahkan mereka? Fazila bergumam sambil menundukkan kepala.
...***...