Fazila Titipan Dari Surga(2)

Fazila Titipan Dari Surga(2)
Menatap Mu (Refal&Fazila)


__ADS_3

"Bagaimana? Apa kalian berhasil menemukan semua informasi tentang ba-jingan itu?" Refal bertanya dengan nada suara pelan, namun amarah di hatinya terasa bergejolak. Ia hanya tidak ingin Fazila mendengar amarahnya, karena itu tidak ada pilihan lain untuknya selain bicara dengan cara berbisik.


"Maaf, Pak. Kami memang belum bisa menemukan informasi apa pun. Tapi Bapak jangan khawatir, kami janji akan memberikan laporan Kami dua hari lagi." Ucap seseorang di sebrang sana.


Mendengar ucapan orang suruhannya semakin memancing amarah Refal, rasanya Ia ingin mematahkan lengan orang tidak berguna itu. Dua bulan Refal mempekerjakannya namun tidak ada informasi apa pun yang bisa Ia peroleh tentang pelenyap Hilya.


"Aku tidak butuh informasi tidak berguna Mu. Apa Aku membayarmu hanya untuk mendengar omong-kosong, hah? Aku tidak perduli, jika dalam satu kali dua puluh empat jam Aku tidak mendengar berita darimu maka jangan salahkan Aku jika tempat usahamu akan ku tutup secara permanen!" Ancam Refal sambil mengepalkan tangan.


"Tapi Pak...."

__ADS_1


Sebelum Refal mendengar ucapan tidak berguna lainnya Ia segera mematikan sambungan telponnya. Jujur, saat ini Ia ingin berteriak untuk meluapkan amarah atau kekesalan yang menyelimuti hatinya. Namun, lagi-lagi tatapan matanya menangkap sosok indah Fazila. Ia takut wanita cantik yang sudah resmi menjadi istrinya itu akan ketakukan melihat amarahnya. Tidak ada hal lain yang bisa Refal lakukan selain berusaha keras untuk menenangkan dirinya agar terlihat baik-baik saja di depan Fazila.


Perlahan Refal membuka pintu balkon yang menghubungkannya dengan ruang tempat Fazila berada, ia sengaja menutup pintunya sebelumnya agar Fazila tidak mendengar pembicaraan rahasianya dengan orang tidak berguna itu.


Tanpa Refal sadari, sudut bibirnya sedikit terangkat. Ia tersenyum, Ia bahagia. Setiap kali mendengar lantunan Ayat-ayat cinta yang keluar dari bibir tipis Fazila selalu saja membawa ketenangan bagi jiwanya, ketenangan yang jarang Ia rasakan selama dua tahun terakhir.


"Fazila... Fazila... Aku sangat mencintaimu. Tunggu Aku. Aku akan menyelesaikan semua masalah yang membuat Ku menderita selama dua tahun terakhir. Begitu bajingan itu di temukan Aku berjanji tidak ada lagi hal yang akan mengganggu kebahagiaan Kita." Ucap Refal sambil melepas kancing bajunya.


Bidadariku sangat manis. Sudah tiga jam dia duduk di atas sajadahnya. Apa dia tidak merasa bosan? Batin Refal sembari menatap wajah serius Fazila. Wajah cantik itu selalu terlihat serius jika sudah menyangkut menghafal Al-Qur'an dan Murajaah atau tepatnya mengulangi hafalannya.

__ADS_1


Ya ayyuhallazina amanu qu anfusakum wa ahlikum naraw wa quduhan-nasu wal-hijaratu 'alaiha mala 'ikatun gilazun syidadul la ya'sunallaha ma amarahum wa yaf'aluna ma yu'marun.


Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah Manusia dan Batu. Penjaganya Malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan.


Fazila mencium mushapnya kemudian meletakkannya di atas nakas. Tatapan Refal masih menangkap gerak gerik istrinya, ia bahkan tidak bisa menghentikan bibirnya untuk tidak tersenyum.


Apa semua orang yang jatuh cinta akan bertingkah konyol seperti yang Ku lakukan? Aku bahagia saat melihatnya berada di dekatku. Bahkan Jantungku tidak mau mendengarkanku untuk tidak berdetak sekencang ini. Dasar payah! Batin Refal sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sayang... Kau masih terjaga?" Fazila bertanya sambil melepas mukena hijau yang Ia pakai sejak tiga jam yang lalu.

__ADS_1


Setelah pesta berakhir Refal langsung berbaring di tempat tidur, entah kenapa sejak di pelaminan Fazila bisa menangkap raut kesedihan dalam diri Refal, hal itu membuat Fazila merasa gundah. Ia bahkan tidak mengatakan apa pun saat Refal memilih tidur tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya. Tidak ingin bersedih Fazila lebih memilih membersihkan dirinya, mengambil Wudhu, Shalat dua rakaat kemudian mengulangi hafalannya. Tidak heran kenapa Fazila terkejut saat melihat Refal duduk di sofa sambil menatap dirinya.


...***...


__ADS_2