FOR 365

FOR 365
1


__ADS_3

Menikahi orang lain demi kebahagiaan gadis yang ia cintai , mungkin terdengar menyedihkan untuk orang lain . Tapi tidak bagi Dewa , baginya kisah ini akan menjadi bagian dari hidupnya .


Kini dia sudah menjadi seorang suami dari wanita yang sama sekali tidak ia cintai . Walau tidak memakai perjanjian hitam di atas putih tapi mereka sudah sepakat untuk hidup bersama hanya untuk waktu satu tahun .


Dan begitupun Jasmine yang menganggap pernikahan ini adalah hukuman untuknya , hukuman karena sudah membuat sang kakak menderita karena rasa iri dan dengki dengan banyaknya orang orang yang begitu mencintai sang kakak daripada dirinya .


Mereka menjalani hubungan ini dengan rasa yang hambar , mereka jarang sekali berbicara walaupun tinggal bersama . Seperti malam ini ketika mereka makan malam bersama , Dewa tidak sekalipun menatap istrinya yang duduk tepat di depannya .


" D ... boleh aku bekerja ? " kata Jasmine pelan , takut menyinggung suaminya .


Dewa yang dulu sangat berbeda dengan Dewa yang ada di depannya sekarang . Tak ada lagi Dewa yang ramah , hangat dan humoris . Setelah pernikahan sandiwara ini pria itu menjelma menjadi pria yang pendiam dan dingin juga sering berkata pedas .


" Apa isi kartu yang kemarin aku berikan masih kurang !? "


Dewa tak melupakan kewajibannya walaupun pernikahan ini adalah ' sandiwara ' , baginya Jasmine sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sekarang .


" Bukan itu ... tapi jenuh jika aku terus terusan di rumah tanpa mengerjakan apapun "

__ADS_1


" Aku rasa ada banyak sekali pekerjaan di rumah ini jika perlu kita pecat maid yang biasa datang kemari "


Jasmine terdiam , dia tak melanjutkan bicaranya lagi karena jika diteruskan maka sang suami pasti akan ' meledak ' . Dia sudah biasa menghadapi hal ini .


Selesai makan Jasmine membersihkan meja makan setelah itu dia segera menyusul suaminya ke atas . Mereka sengaja tidak pisah kamar agar sandiwara mereka tidak cepat terbongkar .


Jasmine melihat Dewa sudah memejamkan matanya ketika dia sudah sampai di kamar . Pria itu tak akan pernah mau menyentuhnya walau ia telanj*ng sekalipun di depannya .


Pria itu sangat tidak menyukainya dari awal mereka bertemu dulu . Tapi itu semua memang salahnya , dulu ia pernah menghina Dewa sebagai pria miskin hanya karena melihat pria itu sedang memperbaiki mobil yang ia kira milik Adam .


Walau akan berpisah pada akhirnya , tapi sebenarnya ia berharap ia dan Dewa bisa berteman . Jika berpisah pun dia tetap ingin berhubungan baik dengan pria itu beserta seluruh keluarga besarnya .


Jasmine menemukan sosok seorang teman sekaligus ibu pada diri Aira . Sayangnya menantu tertua Adipraja itu harus pindah ke London beserta keluarganya .


Ibu Sri sang mertua pun untuk sementara tinggal di sana untuk membantu mengasuh dua cucunya di karenakan kesibukan Aira untuk membangun bisnis barunya .


Paginya Jasmine sedikit panik karena maid yang biasa datang saat pagi hari tidak juga muncul . Satu bulan sudah usia pernikahan mereka tapi sampai saat ini dia belum juga pandai memasak ataupun mengatur rumah .

__ADS_1


Setiap. paginya maid yang akan memasak untuk sarapan mereka dan dia yang akan membuat teh manis yang biasanya di minum Dewa setelah selesai sarapan .


" Ya Tuhan sebentar lagi dia pasti sudah turun , apa yang harus aku lakukan "


Dengan tergesa dia menyalakan kompor dan mengambil dua telur ayam.di dalam lemari pendingin . Jasmine berniat membuat telur mata sapi untuk suaminya sarapan . Dulu di Bali saat masih bersama sang Daddy ia sering meminta itu untuk sarapannya .


Tak berapa lama Dewa turun dan langsung menuju meja makan . Dahinya berkerut ketika melihat makanan yang tersaji di depannya .


" lni apa !? Apa ini makanan manusia ?? "


" ltu telur mata sapi ... ehmm cuma terlalu matang "


Dewa mencoba mengiris telur yang sudah menghitam itu dan nyatanya semua bagian sudah benar benar menghitam . Tanpa berkata kata Dewa bangkit dan pergi meninggalkan Jasmine yang sudah tertunduk dengan satu bulir air mata yang jatuh di pipinya .


Dia merasa tak berguna , untuk menggoreng telur saja belum mampu ia lakukan . Pantas jika Dewa masih terlihat sangat membencinya . Setelah bisa menata hatinya Jasmine segera membersihkan dapur dan setiap sudut rumah yang ia rasa kotor .


Dia baru bisa beristirahat ketika siang menjelang , tak terasa dia tertidur di sofa ruang tengah saking lelahnya . Jasmine tidak tahu jika Dewa sengaja meliburkan maid yang biasa membantu mereka .

__ADS_1


__ADS_2