
" Tadi katanya sebentar , kok sampai malam gini sih D !? " tanya Jasmine menyambut suaminya yang baru saja masuk ke kamarnya .
" Waktuku di sini terbatas sayang , perusahaan tak bisa aku tinggal lama lama . Sementara banyak yang harus aku pelajari di sini "
" Mau mandi dulu apa mau makan dulu ?? "
" Mau cium kamu dulu ... "
Dewa meraih tubuh istrinya dan mencium keningnya cukup lama .
" D kapan kita pulang ?? "
Dewa semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya , cepat atau lambat ia harus jujur pada istrinya tentang hal ini . Dia tak akan menyembunyikan apapun karena dia pun pernah meminta hal yang sama pada istrinya .
" Aku mandi dulu setelah itu kita akan membicarakan ini "
" He em "
Setelah membersihkan diri Dewa segera menyusul sang istri yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang untuk menunggunya . Dewa hanya tersenyum ketika Jasmine malah naik ke pangkuannya dan mengendus tubuhnya .
" Wangi .... "
" Katanya betah di sini kok minta pulang tadi ?? "
Jasmine mengerutkan dahinya ketika mendengar pertanyaan itu . Jawaban itu terasa aneh baginya , bukankah suaminya jauh jauh terbang ke London untuk menjemputnya begitu pikirnya .
"'Aku nggak boleh pulang maksud kamu D !? "
__ADS_1
" Untuk sementara sebaiknya kamu di sini dulu sama Mbak Aira . Jangan manyun begitu jelek tau " kata Dewa sambil mencubit sayang pipi istrinya yang sedang cemberut .
" Kamu bosan sama aku D ??? "
Dewa meraih bibir sang istri , cukup lama mereka saling bertukar saliva dan saling menautkan lidah hingga nafas mereka tersengal .
" Jangan pernah lagi bicara seperti itu sayang , kau adalah hidupku ! "
" Tapi kau tidak menginginkan aku "
" Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan . Tapi janji jangan manyun lagi "
" Apa .... "
" Jason Kyle sudah keluar dari jeruji besi , jangan tanya bagaimana cara dia keluar karena aku pun tidak tahu . Papa dan Mas Bumi berpikir jika sebaiknya sementara kau tinggal disini dulu karena mungkin Jason masih menginginkan kamu . Bukannya aku tidak bisa melindungi kamu sayang tapi dengan kesibukanku di perusahaan aku takut tidak bisa fokus untuk menjagamu . Kau paham kan ?? "
Dan sekarang Jasmine yang meraih bibir suaminya , dengan penuh hasrat ia menumpahkan semua rasa rindunya pada pria yang berada di bawahnya .
" Aku selalu bikin masalah ya D , sampai sampai Jason malah menyerang keluarga ini . Tapi Adipraja baik baik saja kan ?? "
" Bukan cuma Jason sayang , kami punya banyak pesaing bisnis . Tapi jangan khawatir kami bisa menanganinya . Jadi jangan berpikir macam macam , aku akan sering sering kesini . Dan yang perlu kau ingat adalah jaga kesehatanmu "
Jasmine memeluk tubuh suaminya erat erat , padahal dia mengira semua sudah berakhir tapi nyatanya babak baru pernikahan mereka malah baru saja di mulai . Masih ada hal yang membuat mereka terpisah walau bukan karena faktor dari diri mereka . Tapi karena kegilaan seseorang bernama Jason .
" D .... "
" lya sayang .... "
__ADS_1
" Sudah hampir satu tahun kita menikah , tapi aku belum juga hamil . Apa tidak apa apa ?? "
" Kau sudah siap jadi ibu dari anak anakku !? Semua rencanaNya adalah yang terbaik bagi kita . Mungkin Dia tahu kemarin kita masih terlalu mengedepankan ego kita masing masing , kita belum siap untuk dititipi anugrah terindah itu . Semoga setelah semua ini Dia percaya pada kita "
" Amin ... Jika diberi kepercayaan kamu ingin baby perempuan atau laki laki D ? "
Dewa mengelus perut istrinya kemudian mengecup bibir kemerahan istrinya .
" Sama saja , tidak masalah apakah dia perempuan atau laki laki yang penting sehat ! Lima atau enam mungkin akan menyenangkan "
" Apanya yang lima atau enam !!?? "
" Baby nya ... "
" Hissshhh dua saja D !! Kalau kebanyakan tubuhku berubah jadi melar gimana ?? "
" Malah tambah gemes ! Enak dipeluk , anget anget gimana ... jadi kangen nih "
Dewa menurunkan tubuh istrinya dan bertubi tubi menciumi istrinya hingga Jasmine tertawa terbahak karena geli . Dewa kembali menyentuh istrinya . Malam itu kembali mereka mencurahkan rasa cinta mereka .
" Aku mencintaimu sayang ... "
Dewa terus saja membisikkan kata kata cintanya untuk istrinya di saat mereka mereguk indahnya cinta mereka .
Jasmine pun tak mau kalah dengan melayani suaminya dengan sebaik baiknya . Seperti saat ini dia menggila di atas tubuh suaminya , dia membuat Dewa tak berdaya di bawah kendalinya .
Bunyi penyatuan dan suara suara indah mereka menghiasi kamar itu . Mereka hanya ingin menikmati waktu yang mereka miliki dan yakin bisa melalui semuanya dengan tetap saling mendukung dan saling percaya .
__ADS_1