
Vio benar benar bisa melihat sisi maskulin suaminya ketika memasuki apartemen milik suaminya , memang bukan apartemen mewah dan besar tapi penataannya sangat simple dan manly .
Nuansa warna coklat gelap dengan furniture dari kayu jati membuat Vio betah di dalamnya .
" Kau ingin minum ? "
" Tidak usah repot , aku akan bikin sendiri jika aku ingin . Bukankah besok aku akan menjadi nyonya dirumah ini ??! "
Sono hanya tersenyum menanggapi kata kata calon istrinya . Besok akan menjadi hari bersejarah untuknya , semua sudah disiapkan untuk acara pernikahannya . Mereka belum berencana mengadakan perayaan karena baik Vio maupun Sono masih belum mempunyai waktu yang tepat .
" Ya sudah aku ke atas ganti baju dulu , gerah ... "
Sono akhirnya meninggalkan Vio di ruang tamu untuk berganti baju di kamarnya . Jika di rumah dia memang biasa mengenakan kaos oblong dan celana pendek karena merasa lebih nyaman .
Tapi ia sangat terkejut ketika Vio sudah ada di belakangnya dengan hanya menggunakan dua penutup terakhir di tubuhnya . Baju gadis itu sudah tergeletak di ranjangnya .
" Kau .... "
" Aku juga gerah , aku pinjam kaosmu " dengan santainya tubuh itu melewatinya dan berjalan ke arah lemari bajunya .
Dan sekali lagi gadis itu membuatnya susah menelan salivanya karena Vio malah mengambil kaos singletnya , hingga ia tetap bisa melihat setiap lekuk tubuh gadis itu .
" Apa kau sengaja menggodaku Nona ?? "
__ADS_1
" Bukan aku tapi kau yang sengaja ingin menggodaku sayang , lihat dirimu " ujar Vio mengerlingkan matanya ke arah Sono yang masih berdiri terpaku di depan lemarinya .
Sono menghembuskan nafasnya dalam dalam , ternyata ia pun hanya menggunakan satu penutup untuk area bawahnya . Dia lupa mengenakan baju karena terhipnotis tubuh mulus milik calon istrinya .
Vio berjalan mendekat dan kedua tangannya meraih kaos yang akan dikenakan Sono .
" Aku.masih ingin melihatnya , biarkan begini dulu .... "
Tangan lentik itu menyusuri area dada dan perutnya , dan Sono masih berusaha untuk tetap diam . Dia bahkan membiarkan Vio yang mulai mengecup lengannya yang terluka .
" Kau seksi , aku suka .... "
Sono menghentikan tangan lentik itu ketika sudah menjalar dan meraba area bawahnya .
" Sekali ... aku hanya ingin menyamakan keadaan .. Waktu itu kita pernah bercinta di atas ranjangku dan sekarang aku menginginkan hal yang sama di ranjangmu "
" Kau ingin bercinta denganku !? Kau gila !!! "
Perlahan Vio malah melepaskan helai demi helai kain yang menempel di tubuhnya , hingga sekarang ia berdiri polos sempurna di depan Sono . Sama seperti ketika malam itu .
" Nona jangan begini ... "
" Kau ingin bilang ini dosa ?? Tapi kau sudah melakukannya padaku .... kita sudah berbuat dosa " sinis Vio mulai menciumi dada yang dipenuhi bulu halus itu .
__ADS_1
" Hanya aku ... biar aku yang menanggung dosa besar itu . Kau hanya korban !! Maafkan aku "
" Tapi aku menginginkanmu , kau membuatku gila setelah malam itu . Apa aku terlihat murahan ?? Tapi aku benar benar sedang menginginkanmu .... "
Sono melangkah menuju ke arah ranjangnya , dia pungut baju yang tadi Vio kenakan . Satu persatu dengan telaten ia kenakan walau batinnya saat ini sedang berperang hebat . Dia pun menginginkan tubuh polos di depannya !!
" Aku akan menyentuhmu lagi ... tapi setelah kita menikah . Jangan ingatkan dosaku dengan bercinta denganmu saat ini . Kau masih ingatkan jika kita akan menikah besok pagi ?! "
" Tapi kau milikku ... "
" Aku milikmu sepenuhnya Nona"
" Jangan pergi seperti waktu itu lagi " lirih Vio merangsek ke dalam pelukan calon suaminya .
" Pergi ??! "
" Kau meninggalkanku bahkan sebelum aku sempat bangun dan melihatmu !! Kau tidak ingin bertanggung jawab padaku kan !? "
" Bukan ... bukan begitu . Sungguh bukan itu Nona ! Waktu itu semuanya kacau , kau tahu sendiri kan Dewa diculik dan kami semua punya tugas untuk mencarinya . Sungguh aku akan tetap bertanggung jawab walaupun kau tidak tahu bahwa aku yang menyentuhmu . Aku tidak akan pernah lari dari tanggung jawabku "
" Hanya tanggung jawab ?? "
" Aku memang tidak pernah mengatakan ini padamu , tapi seharusnya kau mengerti ... bahwa aku mencintaimu ! Aku mencintaimu Violetta Al Shamma "
__ADS_1