
" Ya Allah Non akhirnya ketemu juga ... "
Mbak lnah menghambur menghampiri nyonya mudanya yang baru saja datang di gandeng oleh tuan mudanya . Dia mengamati Jasmine dari ujung kepala sampai ujung kakinya .
" Nyonya tidak apa apa kan !? Ya Allah saya takut nyonya pergi seperti waktu itu , katanya keluar sebentar tapi setengah tahun tidak pulang pulang .... sepi tidak ada Nyonya di sini "
Jasmine langsung menghampiri asisten rumah tangga yang selama ini sangat menyayanginya itu . Dia ikut meneteskan air mata ketika melihat Mbak lnah mulai terisak sedih .
" Mbak lnah jangan sedih !! Tadi aku pengen susulin Embak tapi nggak ketemu ... jadi aku jalan jalan sendiri . Niatnya kepengin es kuwut tapi di cari sampai muter muter enggak ada "
" Kan bisa Mbak lnah bikinin sekalian Non "
" Beneran bisa !? "
" Yang penting kelihatan mahh Mbak lnah bisa bikin semuanya Non "
Dan Dewa hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya dalam dalam , gadis manjanya melupakan dia begitu saja dan sekarang asyik dengan asisten rumah tangganya di dapur .
" Sayang ... "
" Ya D ?? Kau mau juga ? Mbak lnah bikinin aku es kepal sirop ... "
__ADS_1
Dewa sudah payah menelan salivanya melihat bagaimana sang istri menjilati es kepal berwarna merah yang di buat dalam stik es krim oleh Mbak lnah . Sangat menggiurkan !! Bukan es nya tentu saja , tapi cara memakan es itu membuat seluruh tubuhnya merinding .
" Sayang .. ke kamar yuk !! Tadi katanya mau makan aku "
" Nggak mau , kamu bau !! " sinis Jasmine .
Dewa menepuk jidatnya sendiri baru ingat jika dia baru saja mandi . Dia lupa jika sang istri tidak suka aroma sabun .
" Ya udah aku treadmill sebentar ya , tapi habis itu makan aku ya ... "
" Nggak janji ..." kata Jasmine sambil tertawa dan kembali lari ke arah dapur menghampiri Mbak lnah yang sedang membuat sosis telur yang tadi di minta nyonya mudanya .
Dewa segera ke ruang gym nya , dia ingin membuat tubuhnya berkeringat agar istrinya bisa takhluk padanya .
*
Disebuah ruangan bernuansa putih seorang gadis sedang duduk bersandar di kepala ranjangnya . Matanya menatap layar ponsel di tangannya , dan tanpa terasa air matanya sudah menetes di pipinya yang terlihat sedikit pucat .
Tangan lentiknya menyentuh layar ponsel seakan sedang membelai gambar di dalamnya . Hatinya sungguh merindukan pria yang nyaris saja menjadi suaminya sebelum ia pingsan untuk kedua kalinya di kamar hotelnya .
Vio pingsan pertama kali setelah malam panasnya dengan Wicaksono , pria yang telah merenggut kesuciannya . Waktu itu ketika ia mengetahui identitas Sono dari bau parfumnya ia berniat menyusul pria itu ke perusahaan .
__ADS_1
Waktu itu dia tidak tahu jika Sono sedang dalam misi pencarian Dewa . Tapi sebelum berhasil keluar kamar dia malah pingsan dan di bawa rekan rekan teamnya ke rumah sakit . Waktu itu diagnosa dokter tidak bisa langsung keluar .
Ketika sadar ia sudah berada di rumah sakit dengan sang Daddy menunggunya di samping ranjang . Vio tahu bahwa selama ini dia tak akan pernah lepas dari pengawasan Daddy ataupun kedua kakak laki lakinya karena dia adalah ' ratu ' di keluarga Al Shamma . Dan itu adalah hal yang paling tidak ia sukai karena ia tidak mau selalu dianggap gadis kecil oleh keluarganya .
Dan naasnya di malam sebelum pernikahannya ia kembali pingsan setelah merasakan sakit kepala yang hebat . Dan ketika di bawa kerumah sakit yang sama , Hafil diagnosis dokter menyatakan bahwa ia terkena penyakit mematikan , kanker otak .
Dan malam itu juga Gaffar langsung membawanya ke rumah sakit di Singapura . Vio memutuskan untuk membatalkan pernikahannya karena tidak ingin calon suaminya terbebani dengan penyakit yang ia derita . Dia ingin Sono mencintainya dengan tulus bukan karena rasa belas kasihannya .
Sebenarnya sudah lama Vio merasakan kejanggalan pada dirinya , sudah beberapa bulan ia sering merasa pusing . Tapi karena kesibukannya ia mencoba untuk tidak memikirkannya . Vio hanya menganggap itu adalah sakit kepala biasa .
" Tunggu aku kembali ya ! Jangan pernah menyerah untuk mencintaiku , sama seperti aku yang akan terus memperjuangkan dia "
Dan di bagian lain rumah sakit itu tampak seorang pria parubaya sedang duduk di depan seorang pria muda yang mengenakan jas putih kebesarannya . Ya , Gaffar sedang duduk diruang dokter muda yang menangani putrinya .
" Bagaimana keadaan putri saya Dok !? "
" Stadium empat ... "
Gaffar memejamkan matanya dengan dua tangan terkepal erat . Tidak ia sangka semuanya akan menjadi seperti ini . Putri kesayangannya harus menghadapi hal sebesar ini .
" Dia wanita kuat , kita harus selalu memberinya semangat !! Kita akan terus berdoa untuk kesembuhannya karena tidak ada yang tidak mungkin jika Dia sudah berkehendak "
__ADS_1