FOR 365

FOR 365
42


__ADS_3

" Kau mau apa Rey !! "


Astika berjingkat kaget ketika merasakan kedua tangan suaminya melingkar di perutnya saat ini . Dia sedang ada di depan wastafel karena habis membersihkan muka dan menggosok giginya . Rutinitas yang biasa ia lakukan sebelum tidur .


" Aku hanya memelukmu sayang , kenapa harus begitu histeris !? Bukankah tadi aku sudah bilang aku ingin memulai awal baru denganmu "


Astika hanya diam ketika bibir Reyhan mulai menciumi tengkuk dan area leher belakangnya dengan penuh kelembutan . Reyhan ingin menghapus ingatan Astika tentang sikap kasarnya ketika sedang mencumbu atau bercinta dengan istrinya .


" Rey .... "


" Aku mohon ... diam dan nikmatilah "


" Tapi .... " suara Astika terdengar sedikit bergetar , dia teringat semua perlakuan Reyhan padanya selama ini .


Selama ini dia merasa seperti j*lang ketika melayani suaminya di ranjang . Mereka tidak melakukannya tanpa cinta , Reyhan seperti hanya menyalurkan kebutuhan biologisnya saja .


Reyhan membalikkan badan istrinya hingga kini mereka berdiri saling berhadapan , sejenak pria itu menatap sang istri yang juga sedang lekat menatapnya . Setelah itu mereka saling menautkan bibir , permainan yang semula sangat lembut semakin lama semakin panas .


Lidah mereka berlomba untuk saling mengabsen bibir dan mulut pasangan mereka bahkan bunyi suara cecapan bibir mereka terdengar sangat nyaring menghiasi ruangan itu .


" Rey ... eeuungghh !! "

__ADS_1


Suara suara indah Astika mulai terdengar ketika dua tangan suaminya mulai menyusup kedalam setelan atas baju tidurnya . Dengan mudah tangan kekar itu sudah bermain lincah di kedua bukitnya karena dia terbiasa tidur tanpa menggunakan dua penutup dalamnya .


Astika menjerit pelan ketika dengan tiba tiba Reyhan mengangkat tubuhnya untuk duduk di atas wastafel setelah menurunkan celana tidurnya hingga area bawahnya sudah polos .


" Buka sebentar kakinya sayang ... " ujar Reyhan dengan dua tangan menahan kaki jenjang sang istri agar tetap terbuka .


Perlahan kepalanya menunduk dan sebentar kemudian Astika sudah dibawa terbang ke nirwana dengan permainan lembut lidah suaminya di bawah sana . Perlakuan sangat lembut yang tak pernah ia rasakan lagi setelah malam pertamanya .


Puas bermain di area bawah Reyhan menyudahi permainannya , ada raut kecewa di wajah sang istri yang mampu membuatnya tersenyum .


" Kau pikir kita akan berhenti sampai di sini sayang ?? Tidak sebelum aku mendengar kata menyerah darimu . Kita pindah ke kamar saja , udara kamar mandi terlalu lembab dan dingin untukmu "


Dengan keadaan masih polos di bagian bawahnya Reyhan menggendong depan istrinya seperti menggendong seekor koala . Dan malam panas mereka berlanjut di atas ranjang .


Kali ini Reyhan menyentuh istrinya penuh cinta dan kelembutan , tak ada kemarahan di dalam dirinya seperti biasanya . Berkali kali pria itu membuat istrinya menjerit menikmati puncak asmara mereka .


Hingga dini hari baru Reyhan menghentikan permainannya karena Astika mengeluh agak pusing dan nyeri di bagian bawahnya .


" Maaf , aku terlalu bersemangat sayang . Semua yang ada pada dirimu selalu membuat aku lepas kendali "


" Tidak apa apa , tadi aku juga terlalu bersemangat " Astika menyurukkan kepalanya di dada suaminya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah sepenuhnya memerah .

__ADS_1


Reyhan merengkuh tubuh yang masih polos itu ke dalam rengkuhannya . Tak akan mudah menakhlukkan wanita dalam dekapannya . Masih ada banyak sisi yang belum ia ketahui , ada banyak luka yang bahkan ia tidak tahu apa penyebabnya .


Reyhan tidak peduli , yang ia tahu adalah ia akan tetap berdiri disamping istrinya apapun yang terjadi .


*


" Mbak lnah aku ke bawah sebentar ya , mau beli sosis sama saus barbeque untuk nanti malam "


" Biar Mbak lnah saja nanti Non ! " sahut wanita yang sedang sibuk mengepel lantai apartemen itu .


" Udah nggak apa apa sekalian cuci mata Mbak , lagian belinya cuma di minimarket bawah kok "


Hanya dengan mengenakan pakaian rumahan Jasmine turun untuk pergi ke minimarket yang ada di bawah gedung apartemennya . Rambut panjang yang di biarkan tergerai , kaos oblong warna putih dan celana pendek . Penampilan sederhana itu tak mampu menyembunyikan kecantikannya .


Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang terus saja mengamatinya sejak ia keluar dari lift apartemennya . Bahkan mengikuti Jasmine di kafe yang berada dilantai bawah apartemen untuk menikmati es Coffelatte nya setelah lelah belanja di minimarket .


" Kau sangat cantik dan sepertinya Coffelattemu sangat enak .. "


Jasmine terkejut dengan isi pesan yang baru saja terkirim di ponselnya , pesan dari nomor yang sama yang mengirimi gambar gambar padanya kemarin siang . Dia melihat ke sekelilingnya tapi hanya ada seorang wanita dan anaknya yang sedang menikmati burger dan segelas colanya . Kafe itu lumayan sepi pagi ini .


Jasmine buru buru pergi dari kafe itu untuk menghindari hal buruk yang tidak ia inginkan , dia tahu orang itu pasti berniat buruk padanya .

__ADS_1


__ADS_2