
" Maaf ... kami sudah berusaha , tapi nyatanya Allah lebih sayang padanya " dokter muda itu berkata dengan wajah yang tertunduk .
" Tidak ... dokter pasti salah ... dia wanita kuat !! lstriku wanita yang sangat kuat ! Dia tidak akan meninggalkan aku dengan alasan apapun !! " pekik Sono berlari keruang ICU dimana dokter mengatakan istrinya masih diruang itu .
Sono bisa melihat tubuh yang seluruhnya diselimuti oleh selimut warna putih . Tak ada lagi alat yang menempel di tubuh lemah itu seperti sebelumnya . Perlahan ia menyingkap kain bagian atas untuk melihat wajah yang selalu membuatnya rindu . Vio masih memejamkan matanya .
" Hai ... kenapa kau tertidur lama sekali ?! Kau tahu Anandara sudah hadir di dunia , dia cantik sekali sepertimu . Apa kau tidak ingin bangun untuk melihatnya sayang !? Buka matamu .. aku mohon "
Dengan penuh kasih Sono mencium kening pucat istrinya cukup lama seakan ia ingin istrinya tahu bahwa ia sangat mencintainya . Alfian menarik pelan langkah Gaffar yang ingin mendekati menantunya , dia menggelengkan kepalanya pertanda agar Gaffar membiarkan Sono melihat istrinya untuk terakhir kalinya .
Diluar ruangan Abbio dan Zahid terlihat duduk bersandar di tembok , mereka tak kalah sedihnya karena kehilangan satu satunya saudara perempuan mereka . Dua kali mereka mengalami ini , pertama mereka kehilangan Mommy mereka dan kedua mereka juga harus adik kesayangan mereka .
" Bangun sayang ... jangan kau biarkan Anandara marah padaku . Aku tidak bisa membuat susu , aku tidak bisa mengganti popoknya dan aku mungkin juga tidak akan mengerti kata katanya ! Hei .. bangun , jangan terlalu lama tidur . Jika kau benar benar lelah ... Bersandarlah padaku , mengeluhlah padaku ... kita hadapi sama sama . Aku mencintaimu , aku sungguh sungguh mencintaimu Violetta "
Sono duduk bersimpuh di pinggir ranjang dengan masih menggenggam tangan istrinya . Pria itu benar benar tidak ingin kehilangan istrinya lagi .
" Sudah ... aku tahu perasaamu tapi ikhlaskan dia , biarkan dia tenang disana . Vio sudah terbebas dari semua rasa sakitnya . Allah lebih sayang padanya "
__ADS_1
Gaffar mencoba menarik tubuh Sono agar tidak terus menerus menangisi jasad istrinya . Walau hatinya juga hancur ia berusaha untuk tidak berlarut larut , Vio harus segera di kebumikan . Tapi tangan Sono tetap erat memegang tangan istrinya .
" Jangan pisahkan kami lagi , aku tidak akan membiarkan dia berjuang seorang diri lagi ... dia hanya tertidur Dad ! Tadi dia hanya mengatakan ingin tidur ... jadi jangan bawa dia pergi dariku "
Bumi yang dari tadi diam akhirnya mendekat ke arah pria yang sedang kalut itu . Sulung Adipraja itu duduk berjongkok dan menepuk pundak sahabatnya .
" Dia sangat mencintaimu kawan , dan bukti cintanya padamu terlahir sangat cantik . Anandara adalah bayi tercantik yang pernah aku lihat ! Tujuh bulan dia bertaruh nyawa untuk bisa menghadirkan bukti cinta kalian . Dan sekarang dengarkan aku , jika kau benar benar mencintainya maka relakan dia . Aku yakin di sana dia tidak berharap kau seperti ini , dia ingin kau menjadi benteng yang kokoh untuk Anandara .. dia ingin kau menjadi ayah yang selalu ada untuk putrinya "
Tak sepatah kata pun keluar , tapi tangan Sono tetap menahan erat ranjang sang istri ketika para perawat ingin membawa jasad istrinya untuk segera di mandikan .
" Son , jangan siksa istrimu dengan membebani langkahnya " perlahan Bumi melepas tangan Sono .
" Aku tahu , Vio pasti juga tahu bahwa kau sangat mencintainya .. jadi ikhlaskan dia "
" Tunggu ... "
Dengan tertatih Sono mencoba untuk bangkit dan kembali mendekati istrinya .
__ADS_1
" ljinkan aku melihatnya untuk terakhir kalinya , aku berjanji setelah ini aku akan mengikhlaskannya "
Para perawat akhirnya mundur untuk memberi ruang pada Sono dan jasad istrinya . Sono meraih tangan Vio , tapi wajahnya terlihat sedikit terkejut dan memandang pria pria di sekitarnya .
" Dad .. Vio ... "
" Ada apa Nak !? "
" lstriku .... Ya Allah tangannya menghangat Dad !! Aku bisa merasakannya ! "
" Son ... " tegur Bumi yang mengira bahwa pria itu masih terobsesi agar istrinya hidup kembali .
" Dokter !!! Panggil dokter untuk memeriksa istriku .... "
Semua di ruangan itu saling berpandangan dengan menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas kasar . Sampai sejauh ini Sono ingin tetap mempertahankan istrinya .
" Kalian boleh menganggap aku gila !! Tapi tolong panggil dokter ke sini !! Jarinya bergerak ... aku merasakannya ! "
__ADS_1
" Son .... "
" ISTRIKU MASIH HIDUP !!!! Apa kalian tidak mengerti hal itu ???!!! "