
Ke esokan harinya dua pasangan muda itu telah bersiap siap keluar dari rumah sakit . Dokter mengatakan kondisi Astika sudah stabil walau belum fit seratus persen . Wanita itu butuh beberapa hari beristirahat untuk kembali dalam kondisi sempurna .
Astika sedang ada di kamar sendirian menunggu Reyhan yang menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit . Dia terlihat sedang bertukar pesan dengan seseorang . Sesekali dia terlihat tersenyum smirk ketika membaca atau membalas pesan tersebut .
" Kak Asti ... "
Suara Jasmine cukup membuat wanita muda itu terlonjak kaget , tapi wajahnya bersinar ketika melihat dengan siapa Jasmine datang saat ini .
" Jeje kau sengaja menjemput Kakak ya !? "
Jasmine tersenyum dan menggandeng Dewa untuk masuk .
" Kami yang akan mengantar kalian ke hotel , mana Rey ?! " tanya Dewa tanpa sedikitpun melihat ke arah Astika yang sejak tadi menatapnya dengan sudut mata yang berair .
" Kau tidak menanyakan bagaimana keadaanku tuan Dewa !? "
" Jika kau masih sakit maka kau pasti belum akan keluar dari ruangan ini " jawab Dewa sinis yang sukses mendapat hadiah cubitan kecil dari istrinya .
" O iya Je boleh kakak minta tolong !? Dompet Reyhan sepertinya ketinggalan , tolong antarkan ini ke ruang admistrasi di depan . Dia pasti sedang butuh ini "
Jasmine menerima dompet itu dan segera akan melangkah keluar ruangan untuk menuju tempat yang ditunjukkan oleh kakeknya .
__ADS_1
Tapi sebelum kaki istrinya melangkah Dewa sudah merengkuh pinggangnya dan mengecup sayang keningnya lumayan lama , dia bisa melihat Astika tersenyum sinis melihat interaksinya dengan istri tercintanya .
" Jangan lari lari dan segera kembali kesini jika sudah mengantarkan ini " bisik Dewa sambil mencuri satu ciuman di pipi Jasmine .
" Hisshh D awas ihhh ... jangan cium cium melulu !! " gerutu Jasmine yang sebenarnya merasa tidak enak Dewa mempertontonkan kemesraan mereka di depan kakaknya .
Astika mendekat ke arah di mana Dewa berdiri saat ini .
" Kau bahkan tidak mau duduk dulu , atau kau takut padaku ?! Kita pernah saling mencintai ... mengagumi bahkan nyaris akan menikah !! Apa kau lupa itu tuan Dewa Adipraja !!?? "
" Jaga sikapmu ! Aku masih menghormatimu karena kau adalah kakak dari istriku "
Dewa memejamkan matanya untuk menahan semua emosi yang sudah akan meledak di ujung ubun ubunnya . Wanita sihir itu sangat pandai memainkan emosinya .
" Jaga mulutmu ... "
" Hari itu kita akan menikah !!! Saat itu aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia di muka bumi ini . Kita saling mencintai !! Kau sangat tahu bahwa aku mencintaimu Dewa !! Dan aku pun tahu kau pun sangat mencintaiku !! Tapi dengan tega kalian merubah semua tanpa ijin dariku . Kau menentukan takdirku seolah kaulah pemilik diriku !! Beraninya kalian mempunyai rencana busuk seperti itu !! "
Astika jatuh terduduk di atas sofa , nafasnya sedikit tersengal karena berbicara dengan penuh emosi . Air matanya sudah membanjiri kedua pipinya .
" Tak pernahkah kau berpikir tentang perasaanku setelah pernikahan itu ? Tak pernahkah kau berpikir perasaanku ketika melihat kau menikahi Jasmine di depan mataku !!? "
__ADS_1
" Sakit Dewa .... rasanya sakit sekali . Kau juga pernah merasakan itu kan ? Dan sekarang dengan bangganya kalian malah memperlihatkan kemesraan kalian di depanku . Kau melakukan itu untuk menutupi luka di hatimu atau kau memang ingin menyakitiku ?? Jika jawabannya adalah yang terakhir .. selamat !! Kau sudah amat sangat menyakitiku " Astika tersedu di kursinya , sedangkan Dewa dengan kokohnya masih berdiri di depan pintu ruangan itu .
" Apa kau tahu ? Dulu aku merasa menjadi pria yang tidak beruntung karena menikahi adikmu tapi ... "
" D ... "
Sebelum menyelesaikan kata katanya Dewa di kejutkan dengan keberadaan sang istri yang sudah ada di belakangnya bersama Reyhan . Sepertinya mereka sudah menyelesaikan urusan administrasinya .
Dewa melihat air mata di sudut mata istrinya dan ia mengira mungkin kedua orang itu sudah mendengar pembicaraan antara dia dan Astika . Tapi mungkin ada kesalahpahaman karena dia belum sempat menyelesaikan kata katanya tadi .
" Sayang ... "
" Sudah ya ... kita antar mereka pulang ke hotel dulu ya "
Dewa sedikit terkejut dengan reaksi istrinya , ia kira Jasmine akan salah paham ataupun marah , tapi sang istri terlihat meraih lengannya dan mengajaknya keluar ruangan . Reyhan pun memperlihatkan ekspresi yang sama , dia menuntun istrinya keluar dari ruangan itu .
" Sayang tadi aku belum selesai ... "
" Sudah D ... kita bicara di rumah ya "
Walau terlihat sangat tenang tapi Dewa merasa ada yang salah dengan suasana ini , dia berharap pembicaraan tadi tidak berpengaruh pada istrinya .
__ADS_1