FOR 365

FOR 365
16


__ADS_3

Siangnya Dewa pamit pada sang istri untuk pergi ke perusahaan sebentar . Ada hal yang harus ditangani olehnya sendiri .


" Aku tinggal sebentar ya ! Mba lnah akan tetap disini nemenin kamu sampai aku pulang nanti . Udah di minum kan obatnya ? "


" Kan udah di salep , ini luka luar jadi nggak perlu minum obat "


" Ckk ... sejak kapan kau jadi dokter !? " Dewa melangkah menuju nakas kecil tempatnya menyimpan obat .


" Minum obat mu dulu .. "


" Nggak mau !! "


" J ... "


Dewa bisa pergi dengan lega setelah gadis manjanya mau meminum obatnya . Dia harus bergegas ke perusahaan karena nanti sore mereka ada janji dengan dokter untuk kontrol luka sang istri .


Sampai di perusahaan dia disambut Sono dan beberapa orangnya . Mereka menuju ke bangunan gudang belakang , hanya orang orang khusus yang punya akses untuk tempat itu .


" Bagaimana dia !? "


" Sesuai permintaan bos , belum kami sentuh sedikit pun "


Dewa mengangguk dan masuk ke sebuah ruangan cukup besar , ruangan itu sengaja di buat kedap suara agar mereka bisa melaksanakan misi dengan tenang .


Sebenarnya ada tempat lainnya selain tempat itu . Tapi tempat itu terlalu jauh untuk di jangkau Dewa saat ini . Dia hanya punya waktu beberapa jam sebelum menemani istrinya ke rumah sakit karena apapun yang terjadi Jasmine adalah prioritas utamanya sekarang .

__ADS_1


" Jadi benar kau yang ada di balik semua ini , apa kau terlalu bodoh hingga melakukan kesalahan yang sama dengan ayahmu !!? "


Pria muda yang terikat itu hanya memalingkan muka . Dia adalah putra dari.pemilik Eka Group yang dulu pernah ditangani oleh dua kakak nya . Ayah pria itu menghabiskan uangnya untuk judi dan bermain wanita .


Dan dengan alasan bisnis ayahnya meminjam dana dengan jumlah cukup besar pada Alfian . Dan itu yang menjadi alasan utama Bumi mengakuisisi perusahaan itu sebagai anak perusahaan Adipraja karena pria itu dengan sombongnya malah tidak mengakui sudah meminjam dana .


Dengan mudah Bumi dan Adam menyeret pria itu ke penjara , kini putranya yang ingin menghancurkan perusahaan dengan menyusupkan orang orangnya ke Eka Group .


" Lepaskan ikatannya " perintah Dewa pada seseorang bertubuh besar ysngbafa di samping pria yang terikat itu .


" Tapi tuan ??? "


" Aku ingin memberikan kesempatan padanya untuk balas dendam . Dia dendam pada keluargaku dan sudah sepantasnya aku melayaninya " kata Dewa sambil melepaskan Jas yang ia pakai , di gulungnya kemeja putih yang ia pakai hingga sebatas siku .


" Haisshh ... bisa bisanya dia tertawa , padahal ajal sudah ada di depan matanya " lirih Sono dengan menggelengkan kepalanya ke arah pengacau itu .


Pria tampan yang terlihat lembut dan baik hati itu akan berubah menjadi monster jika ada yang mengganggu hidupnya atau keluarganya . Seperti ketiga seniornya Dewa pun mempunyai seni bela diri yang mumpuni karena sedari kecil ia sudah belajar silat dari seorang kyai yang mengajar di surau dekat rumahnya .


Setelah menyelesaikan semua seperti biasa ada tim sweeping yang akan membereskan semuanya . Dewa terlihat masih mengatur nafasnya dengan keringat yang masih membanjiri tubuhnya .


Sono terlihat mendekat ke arahnya dengan memegang ponselnya .


" Siapa ?? "


" Nyonya Muda "

__ADS_1


Setelah mengambil nafas berkali kali akhirnya ia menerima panggilan dari istrinya .


" Halo ... "


" Kita jadi ke rumah sakit kan D !? "


" Tentu saja sayang , tunggu sebentar lagi aku akan segera pulang "


" Jangan bohong "


" Enggak sayang ... kapan aku pernah bohong sih "


Setelah menutup telponnya ternyata ada sebuah panggilan lagi dan kali ini dari kakak iparnya di London .


" Halo Mas ... "


" Sudah selesai olah raganya Wa !!?? "


" Udah Mas ... "


" Biasakan untuk itu , jangan tolerir orang yang benar benar tidak bisa kita tolerir . Jangan pernah lemah menghadapi musuhmu siapa pun itu . Selama kita benar maka lakukan yang kita anggap benar "


Dewa menghela nafas panjang , ternyata menjadi seorang Adipraja akan seberat ini . Dia di uji untuk benar benar menjadi kuat . Tapi penatnya hilang ketika terlintas di pikirannya wajah manja sang istri .


Sono yang ada di dekat bosnya hanya bisa saling berpandangan heran dengan dua pria yang ada di dekatnya . Pria tampan yang sesaat menjadi bengis itu saat ini sedang tersenyum senyum sendiri dengan mata fokus pada layar ponselnya yang bergambar foto sang istri .

__ADS_1


__ADS_2