
" Ditungguin sampai semua pada panik ... kirain masih perang dunia ehhh malah pada dugem di kamar mandi . Pakai teriak teriak segala ... " gerutu Bumi yang masih dapat di dengar oleh Dewa maupun Jasmine .
Dewa yang sedang bermain bersama Janu dan Langit pura pura tidak mendengarnya . Sedangkan Jasmine langsung pergi menuju arah dapur , ke tempat di mana Aira sedang sibuk membuat rendang atau masakan lain kesukaan Dewa .
Hari itu Aira sengaja tidak pergi bekerja agar bisa memasak untuk adiknya . Pagi itu dia sengaja bangun pagi pagi agar bisa membuat puding dan opor ayam untuk sarapan . Tapi sampai waktu melebihi jam sarapan ternyata Dewa maupun Jasmine tidak kunjung turun juga .
Karena merasa khawatir Aira memutuskan untuk memanggil Dewa dan Jasmine yang masih berada di kamar untuk sarapan . Beberapa kali memanggil dan mengetuk pintu tidak ada respon sama sekali dari dalam .
Akhirnya ia memanggil suaminya karena panik . Aira khawatir terjadi sesuatu antara Dewa dan Jasmine , secara tadi malam sekalipun sudah diberitahu tentang kedatangan suaminya Jasmine tetap berada di dalam kamar tak mau menyambutnya .
Ikut panik karena panggilannya tak juga direspon , sekuat tenaga Bumi mendobrak pintu kamar Jasmine .
Tapi tindakan itu akan menjadi penyesalan terbesarnya karena bukannya menemukan pertengkaran tapi dia dan semua keluarga yang ikut di belakangnya malah mendengar suara suara aneh di kamar mandi . Suara yang sangat terdengar dengan jelas karena pintu kamar mandi yang tidak tertutup dengan sempurna .
" Nggak usah di dengar Wa , kakak kamu saja yang kurang kerjaan main dobrak pintu orang ! Coba saja dia lima bulan tidak ketemu sama istrinya , bisa bisa sebulan dia nggak keluar kamar " kata Alfian mencoba membela bungsu mereka .
__ADS_1
" Amit amit ... jangan sembarangan kalau ngomong Pah " gerutu Bumi , membayangkan saja dia tidak akan pernah sanggup . Aira adalah oksigen untuknya , Bumi tidak akan hidup tanpa Air di sisinya .
" Berapa ronde Wa semalam !? "
" Hisshh apa sih Mas , ada Janu jangan aneh kalau nanya " sahut Dewa .
" Om Wawa tinju ya ?? " tanya Janu sambil memainkan robotnya .
" Om Dewa smacdown semalam De "
"
" Dua hari suamimu disini bisa habis sepuluh botol fondation buat nutupi gigitan nyamuknya ya Je ? Sampai kaya macan tutul begitu " kata Aira sambil tertawa kecil .
" Jangan di goda terus , nangis nanti Ra "
__ADS_1
" Tapi Mbak seneng jika kamu sama Dewa udah pada baikan , lega hati Embak "
" Seenggaknya ibu tidak melihat kamu menangis diam diam lagi , itu sangat menyakitkan untuk hati ibu Nak ! " lbu Sri menepuk pelan pundak menantu cantiknya yang sudah terlihat sangat malu itu .
" Mamah udah panggil dua tukang pijat kesini Je , Mamah tahu kamu pasti akan di buat capek sama Dewa malam ini . Suami kamu juga pasti sudah lelah selama lima bulan ini kerja nggak tahu waktu . Biar kalian bisa lebih rileks ... siapa tahu pulang dari sini kamu bisa langsung isi "
" Aminn Mah ... Dewa dan Jasmine juga tidak pernah menunda kehamilan kok , mungkin belum rejeki kami saja kalau sampai saat ini Jasmine belum juga di beri kepercayaan untuk mempunyai bayi kami sendiri "
" Kau bahagia bisa bertemu dengan suamimu kembali !? "
" Sangat ... aku sangat bahagia Mbak "
" Ingat yang Embak bilang ke kamu dulu ? Jadilah kuat jika sedang berjalan disisinya . Artinya kau harus bisa menghadapi dan menerima suamimu dengan segala sisinya , baik dan buruknya . Jangan sembunyikan apapun lagi dari dia , Mbak yakin Dewa sangat bisa di andalkan untuk mengatasi setiap kesulitan yang sedang kau rasakan . Karena menyembunyikan masalah malah akan membuat masalah dalam rumah tanggamu "
" lya Mbak "
__ADS_1