
" Bos siang nanti ada perwakilan dari GG Corp datang kesini . Harusnya lusa mereka datang tapi tadi pagi mereka konfirmasi ulang siang ini datang "
" Persiapkan berkasnya nanti aku pelajari , sudah disiapkan siapa yang presentasi !? "
" Sudah aku siapkan semua "
" Ya sudah , bukannya siang ini kita ada meeting dengan bagian pemasaran ? "
" Pending sajalah , bisa keteteran kita ! Meeting dengan bagian pemasaran biasanya makan waktu bos "
Dan siangnya Dewa dan tim nya sudah bersiap di ruang meeting untuk menyambut perwakilan tersebut . GG Group adalah perusahaan besar dari Dubay . Perusahaan itu ingin menanamkan sahamnya di beberapa proyek besar milik Adipraja , termasuk proyek besar yang di kerjakan Bumi di London .
Akhirnya perwakilan dari perusahaan itu datang , dan terlihat seorang.wanita cantik yang menjadi leader mereka . Wanita bernama Vio itu mampu menyerap semua perhatian kaum laki laki di ruangan itu , kecuali Dewa tentu saja .
Hasil meeting siang itu memutuskan jika GG Group akan menanam saham tapi sebatas proyek yang di pegang oleh Dewa , walau mereka sedikit memaksa tapi Dewa tidak mau ambil resiko .
Walau sudah di beri kuasa untuk mengambil keputusan tentang perusahaan tapi Dewa tetap bersikap hati hati . Apalagi dia bisa melihat mereka sangat antusias untuk menguasai saham Adipraja .
Tujuh puluh persen saham Adipraja dipegang oleh masing masing empat pilar Adipraja dan mereka tidak akan pernah mengubahnya . Dan tiga puluh persen sisanya mereka gunakan untuk kerjasama dengan perusahaan lain .
" Tuan Dewa ?? "
" Hai nona Vio "
" Bisa kita makan siang bersama sambil membicarakan tentang hasil meeting tadi !? "
__ADS_1
" Maaf tapi saya rasa tidak , setelah ini kami meeting intern perusahaan . Jika ada yang tidak nona mengerti bisa langsung mengubungi sekretaris saya "
Wanita bernama Vio itu terlihat sedikit kecewa karena jujur saja dia sudah tertarik dengan Dewa saat pertama kali melihatnya . Pria muda nan tampan yang sudah bisa memimpin perusahaan sebesar perusahaan Adipraja .
" Anda keberatan jika saya undang makan malam tuan Dewa ?? "
" Sudah saya katakan nona , jika ada hal yang tidak anda mengerti sebaiknya hubungi sekretaris saya "
Dewa tersenyum kecil ketika wanita bernama Vio itu terlihat kesal dan meninggalkannya . Dia bisa melihat bahwa wanita bernama Violetta itu terlihat sangat agresif . Terbukti dari pertama mengenal saja wanita itu sudah terang terangan menunjukkan ketertarikan padanya .
" Bos ... " panggil Sono yang dari tadi memperhatikan interaksi antara Dewa dan Vio .
" Heemmm ... "
" Siapa ?? "
" Vio lah , bohay banget ... bodinya bikin geter geter sumpah . Nggak nahan banget !! "
Dewa melemparkan pulpen yang ia pegang ke arah sekretarisnya yang tampak sangat tertarik dengan General manajer GG Group itu .
" Sudah tahu aturan Adipraja kan ?? Tidak boleh ada hubungan spesial dengan klien . Kalau niat pacarin dia besok kasih surat pengunduran diri "
" lya ... terus paginya aku digantung sama bos Bumi di pohon toge . Lagian juga levelnya ketinggian dia , wanita macem dia nggak bakalan ngelirik sekretaris kayak aku bos . Yang di cari pasti yang gedean "
" Syukur ngerti , nggak usah deket deket dia kalau saran aku ! Beracun dia ... "
__ADS_1
Sono terbahak mendengarnya , ketika yang lain terkagum kagum malah bosnya yang satu ini merasa ill feel pada wanita seksi bernama Vio itu .
Bukan tanpa alasan Dewa mengatakan Violetta adalah wanita beracun , Dewa bisa melihat sorot mata yang licik pada gadis blasteran lndo Dubay itu .
" Son ... "
" Ya bos !? "
" Selidiki semua tentang GG Group , dan aku mau secepatnya laporannya ada di mejaku "
" Sepertinya bukan tugas yang mudah ... " keluh Sono sambil merapikan berkas milik Dewa .
" Nggak bisa ?? "
" Wicaksono ini bos ... masa sih nggak bisa "
" Nggak usah sombong , nyari Jasmine aja lima bulan nihil "
" Beda cerita itu sih !! "
Dewa mengambil ponselnya ketika benda pipih itu bergetar , ia bersemangat karena mengira motif itu adalah pesan dari istrinya .
" Boleh aku main ke rumah malam ini ? Aku bawa Champagne untuk menemani kita ngobrol ... "
" Ckk ... wanita rubah " lirih Dewa sebal dan melempar ponselnya ke meja .
__ADS_1