FOR 365

FOR 365
Bon C 14


__ADS_3

" Je tunggu dulu ...hahhh...huhhh " pekik Ibu Sri yang sedang berhenti berlari karena nafasnya yang tersengal.dan terputus putus .


Dia heran dengan menantunya yang terlihat sama sekali tidak ngos ngosan ketika lari mengitari tempat ini . Dari tadi memang Bu Sri tidak fokus karena di tempat itu banyak sekali jajanan kaki lima yang sedang dikerubuti oleh para pembelinya .


" Ayo Bu !! Belum juga keringetan masa berhenti sih " teriak Jasmine menyemangati ibu mertuanya yang sudah tampak kepayahan walau mereka belum lari terlalu jauh .


" lbu duduk sini saja ya Je , pinggang ibu encok ini kayanya . Pegel banget " keluh Bu Sri sambil mencari tempat untuk duduk di sekitar tempat itu .


Jasmine hanya geleng geleng kepala ketika ibunya memilih duduk di bangku kursi penjual bubur ayam . Sebenarnya dia sendiri pun ingin kalap melihat betapa banyaknya jajanan yang sangat banyak di tempat itu . Tapi ia bertekad untuk mencari keringat terlebih dahulu karena setelah melahirkan ia belum berkesempatan berolah raga seperti ini .


Pagi tadi Dewa mengijinkan dia refreshing jogging di taman dengan syarat batas waktu . Dewa tidak ingin Jero ditinggal terlalu lama walau ada stok ASI yang bisa dipanaskan jika jagoan itu bangun dari tidurnya .


" Ya sudah Jeje tinggal dulu Bu "


" Ya .. jangan kelamaan Je daripada nanti ada siaran langsung berita nasional dari suamimu !! "


" Jeje tahu Bu ... " sahut Jasmine sambil melambaikan tangannya .


lbu Sri segera menjalankan misi utamanya menemani menantunya datang ke tempat seperti ini , yaitu melihat proses masak para pedagang kaki lima .


Bu Sri hanya ingin tahu cara membuat jajanan yang mungkin nantinya akan ia praktekkan dirumah . Menurutnya lebih sehat jika makan jajanan buatan sendiri .

__ADS_1


Bu Sri mendekati penjual gorengan yang sepertinya sangat ramai pengunjung . Ternyata hanya penjual bakwan tapi ada kartu antrian jika harus membelinya . Perlahan ia menyibak keramaian untuk bisa mendekati penjual yang sedang sibuk dengan bakwan buatannya .


" Bu ini kartu antrinya ... "


" Ehh .. tidak .. ehmm maksud saya iya Mas . Kalau boleh tahu satunya berapa ya itu bakwannya ?? Boleh saya ke situ lihat sebentar ? "


" Tentu saja Bu , mari ! Semua varian satunya cuma dua ribu rupiah . Murah meriah kok , ini antrinya nomor lima belas ya Bu "


" Tepungnya dikasih butter itu ya Mas biar bakwannya lebih gurih ? "


" Enggak Bu kemahalan kalau butter , cuma margarin biasa saja . Tapi kalau pakai butter mungkin bisa lebih gurih lagi , dan satu lagi kita non MSG jadi aman kalau anak anak juga ikut makan "


Mas mas penjual itu tampak memaksakan senyumnya karena dia harus melayani dengan baik ibu ibu di depannya karena sebelum ibu cantik itu datang seseorang membayarnya mahal untuk melayaninya dengan baik . Dan orang itu sedang tepat di belakang wanita itu dengan tatapan tajamnya .


" Di goreng sangan alias di goreng tanpa minyak .... Jadi rasanya lebih gurih "


" Oooo ya sudah ini saya kembalikan nomor antriannya Mas "


" Lho kok dikembalikan Bu ? "


" Bikin di rumah saja Mas soalnya kelamaan ngantrinya "

__ADS_1


Para pengunjung yang dari tadi menunggu giliran hanya bisa berbisik pelan melihat ulah wanita parubaya yang masih kelihatan segar di usianya itu . Sepertinya mereka kesal karena Bu Sri mereka tak kunjung mendapatkan pesanan mereka .


Tapi mereka tak kuasa mengekspresikan kemarahan mereka karena pria dengan tubuh besar itu terus ada di belakang wanita yang banyak bertanya itu .


Dan ' sang pengganggu ' itu melenggang dengan santainya menuju ke penjual jajan viral lain yang ada di sekitar tempat itu . Tapi langkah wanita itu terhenti ketika merasa ada orang yang mengikutinya di belakang .


Benar saja di lihatnya empat orang bertubuh besar dengan pakaian serba hitam ada di belakangnya .


" Hissshhh ... kalian lagi "


" Anu itu .. ehmm Nyonya Jasmine tadi menitip pesan jika beliau pulang duluan karena tuan kecil rewel dirumah "


" Ya sudah , terus kenapa kalian masih di sini ?? Pulang sana !! Biar nanti aku sama Pak ... ehhh !! "


Sebelum ia selesai menyelesaikan kata katanya seseorang sudah memotong kalimatnya . Dan ia sangat mengenali suara bariton yang terdengar berat itu .


" Dia akan pulang bersamaku , nyonya kalian aman bersamaku ... "


" Kau lagi hisshhhh ... !! "


__ADS_1


__ADS_2