
" Kak Airaaaaa .... " pekik Jasmine senang melihat kedatangan kakak iparnya .
Malam itu Aira dan Bumi tiba tiba saja datang ke mansion Adipraja tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu .
" Lhohh Mbak kok enggak ngabarin dulu kalau mau pulang ? Tahu gitu tadi Dewa jemput di airport " kata Dewa mengambil alih Langit yang tampak tertidur di gendongan Aira .
" Mbak sama Mas cuma sebentar pulangnya , ada sesuatu yang harus kami selesaikan di sini Wa " sahut Bumi menjelaskan .
" Ada urusan pekerjaan di sini Mas ?? Kenapa enggak serahin sama Dewa saja jadi kalian tidak perlu repot repot begini "
" Sebenarnya ini urusanmu dengan Embakmu Wa , Mas sih cuma jadi buntut doang " Bumi yang juga sedang menggendong Janu juga merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah dengan tetap merengkuh tubuh putra pertamanya itu
" Iyaaaa ... tahu !! Mas nggak bisa hidup tanpa Mbak Aira . Kenapa bisa jadi urusan Dewa sama Mbak Aira !? "
" Embak kangen sama Ibu Wa , selain itu juga kangen banget sama Jero "
Setelah memeluk kakak iparnya Jasmine kemudian kembali ke kamar karena mendengar tangisan Jero yang sangat keras . Bayi gembul itu masih ASl eksklusif jadi ibunya belum bisa di tinggal lama .
__ADS_1
" Oooo itu ya , tenang saja Dewa bisa jagain Ibu kok . Ya sudah kalian istirahat dulu aja di kamar , kasihan Janu sama Langit kayanya udah pules banget bobonya . Kita sambung besok ceritanya . Lagian ibu juga sudah dari tadi tidur , sepertinya kecapean habis bikin pesanan nasi box temannya untuk acara keluarga "
" Ckk ... udah di kasih uang jajan masih saja cari obyekan " gerutu Aira yang memang tidak suka jika melihat ibunya kecapean .
Aira ingin lbu Sri tidak usah lagi menerima pesanan katering lagi . Aira ingin ibunya istirahat di rumah saja , menikmati masa tuanya dengan santai tanpa bekerja keras seperti dulu lagi .
Kurang lebih dua puluh tahun silam setelah ditinggal pergi ayah mereka , lbu Sri menjadi perempuan tangguh yang berperan sebagai ibu sekaligus ayah bagi kedua putra putrinya . Ibunya melakukan apapun agar dia dan Dewa tidak hidup kekurangan .
Sampai ketika ia pun merasakan apa yang dirasakan menjadi ibunya , yaitu seorang janda dari Reynand Adipraja . Ibunya tetap menjadi tiang kokoh tempatnya berpegangan , lbu Sri tak pernah memperlihatkan sedikit pun kelemahan padanya ataupun Dewa .
" Hei sayang ... kok nangis sih ! Kan kita sudah sampai buat nengokin ibuk . Sudah ya , kamu juga dengar sendiri kan kalau ibu baik baik saja . Ibu masih saja senang dengan kesibukannya karena beliau memang bukan tipe wanita yang mau berpangku tangan . Ibu memang sangat hobi memasak kan ?! " kata Bumi sambil menciumi pucuk kepala istrinya yang mulai terisak .
" Kok malah nangis sih Mbak ? "
" Mas antar Embak kamu ke atas dulu Wa , mungkin dia hanya kecapean . Wanita kalau lagi capek sangat sensitif Wa ! Sepertinya harus di elus elus dulu biar tenang . Tolong Janu sama Langit kamu bawa ke kamar dulu ya ! Mas mau gendong istri Mas dulu " katanya dengan menaik turunkan alisnya .
" Mesum .... " gerutu Dewa yang melihat kakak iparnya belum berubah juga , selalu saja bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan .
__ADS_1
" Masss !!! "
" Ehh iya sayang , ini aku dan Dewa mau bawa anak anak ke atas dulu . Kamu ke kamar duluan saja nanti aku menyusul . Mas mau keruang kerja sebentar sama Dewa , ada yang Mas mau bicarakan ke dia "
Dewa hanya tertawa ketika melihat singa gurun itu urung melaksanakan niatnya . Bertahun tahun menikah ternyata tidak menyurutkan sifat mesum Bumi pada kakaknya . Di manapun Bumi akan selalu memperlihatkan rasa cintanya pada sang istri .
Setelah mengantar Janu dan Langit ke kamar dua pria tampan itu segera bergegas ke ruang kerja milik Dewa .
" Mau bicara apa Mas ?! Adipraja ada proyek yang tidak Dewa ketahui ? "
" Proyek besar !! Aku saja baru semalam tahunya . Ada seseorang yang meminta kami untuk datang ke sini karena tidak mungkin Jero di bawa ke London "
" Lhohh kok jadi Jero , memang apa hubungannya dengan putra Dewa ?? " tanya Dewa yang tambah tidak mengerti dengan apa yang akan di bicarakan oleh kakak iparnya itu .
" Proyek ini menyangkut kau , Aira dan Ibu "
" Apa Mas ... !? "
__ADS_1