
" Kamu sakit sayang ?? Kita ke dokter sekarang , kamu sedikit pucat ... "
" Aku enggak apa apa D , kan tadi aku udah enggak mau minum.gingseng kamu paksa . Aneh rasanya .. manis tapi pait "
" Tapi bener bener enggak apa apa kan ?? "
" Beneran .. tapi kamu jauh jauh gih , bau ! "
" Kan kamu yang bikin aku keringetan lagi tadi , nanggung lagi " gerutu Dewa yang akhirnya pagi itu harus mandi dua kali dan gagal menyalurkan hasratnya .
Setelah mandi dengan hanya berbalut handuk ia kembali mendekati sang istri yang masih berbaring di ranjang .
" Sayang bajuku mana .... "
" D jangan deket deket ihh ... dibilang bau !! "
" Ya Tuhan sayang , airnya saja belum kering ini . Aku baru saja mandi masa bau sih "
" Beneran bau !!! Jauh jauh ihhh .... "
" Haisshh .. cium nih ya nakal pakai dorong dorong segala " ancam Dewa ketika dadanya di dorong oleh tangan lentik istrinya saat ingin mencuri cium pipi istrinya .
Tapi sebelum berhasil sang istri kembali berlari ke arah kamar mandi sambil menutup mulutnya .
HOEEKKK ... HOEEKKK
Panik dengan keadaan istrinya yang tidak biasanya begitu Dewa segera berlari ke bawah . Sampai di bawah ia berpapasan dengan Mbak lnah yang membawa beberapa kantong plastik .
" Lhohh tuan mau kemana ?? Kok lari lari begitu ? "
__ADS_1
" Mau panggil dokter Mbak , nyonya sakit !! "
" Ehmm .. tenang , tapi sebaiknya tuan ke atas lagi dulu " kata Mbak lnah tanpa sedikitpun berani menatap tuan mudanya .
" Vio sakit Mbak ! Kok malah suruh balik ke atas sih "
" Itu tuan ... sebaiknya pakai baju dulu sebelum keluar apartemen . Dan biasanya Nyonya cukup hanya menelpon Dokter Harold tanpa perlu menjemputnya " jelas Mbak lnah yang sebenarnya geli dengan tingkah tuannya yang lari kesetanan dengan hanya mengenakan selembar handuk yang melingkar sebatas pinggangnya .
Dewa meraup mukanya kasar karena malu pada diri sendiri sekaligus pada asistennya . Saking paniknya ia sampai.lupa jika ia belum mengenakan selembar pakaian pun .
" Ya sudah nanti bubur ayamnya siapkan untuk nyonya ya "
Dewa segera kembali ke kamarnya di lantai atas , sedang Mbak lnah hanya tersenyum.dambil geleng geleng kepala .
Sampai di kamar Dewa disambut dengan tatapan sinis istrinya . Ada genangan air di sudut mata dengan isakan lirih yang membuat Dewa semakin panik .
" Sayang ... apanya yang sakit , aku panggil dokter Harold saja ya " Dewa segera menyambar ponselnya untuk memanggil dokter pribadinya .
" Tapi sayang kau pucat sekali ... "
" Aku bilang tidak usah !! Kau memanggilnya karena tidak mau direpotkan olehku kan ?? Kau jijik kan karena aku terus saja muntah ? Kau menyebalkan D !!! "
" Lho bukan begitu sayang , tadi aku lari ke bawah karena ... " belum sempat Dewa menyelesaikan kata katanya Jasmine kembali memotongnya .
" Karena kau memang sengaja meninggalkan aku sendiri kan !? Jahat !! Huu ... huhu ( menangis ðŸ˜) "
" Tadi aku lari karena ingin memanggil dokter sayang " Dewa perlahan mendekat ingin merengkuh tubuh gadis manjanya .
" Berhenti ... jangan dekat dekat aku bilang !! "
__ADS_1
" Heii ... kenapa jadi begini sayang , maaf tapi aku tidak bermaksud meninggalkan kamu tadi "
" Jangan pergi lagi kalau aku lagi sakit "
" Tidak akan pernah sayang ... "
" D apa aku kekanakan ?! Apa aku menyebalkan !? "
" Tentu saja tidak .. "
" Bohong !! Aku tahu kamu pasti bohong hanya untuk menyenangkan hatiku "
" Bunuh saja aku sayang ... " batin Dewa karena merasa serba salah pagi ini .
Tidak biasanya Jasmine menjadi ratu drama seperti ini , Dewa berpikir mungkin karena sedang sakit jadi istrinya butuh untuk lebih diperhatikan . Menyadari belum memakai baju sedari tadi Dewa berjalan menuju walk in closet .
" Berhenti !! "
" Apalagi salahku sayang ?? "
" Sini ... jangan pakai baju dulu , kangen !!! "
" Ya Tuhan .... " lirih Dewa menghembuskan nafasnya dalam dalam , sepertinya pagi ini akan menjadi pagi yang panjang untuknya .
Jasmine menyambar handuk yang dipakainya hingga kini ia berdiri dengan tubuh polos sempurna di depan istrinya .
" Kangen ... "
Dan akhirnya mereka berdua berbagi peluh di pagi menjelang siang itu .
__ADS_1
Mbak lnah yang tadi di minta untuk mengantar bubur ayam untuk nyonya mudanya kembali ke lantai bawah karena saat tiba di depan pintu kamar majikannya , samar terdengar suara jeritan dan erangan yang membuat bulu kuduknya berdiri . Dan ia sangat tahu apa yang sedang terjadi di kamar itu .
Sedangkan Sono tak hentinya menggerutu karena sudah sesiang ini tuan mudanya belum juga muncul , berkali kali menelpon tapi ponsel Dewa tidak juga aktif .