
Mulai hari ini Sono sudah mulai kembali bekerja di Adipraja , dan Gaffar juga sudah tinggal di hotel . Pria itu benar benar ingin Vio hanya bergantung pada suaminya , karena mungkin dengan cara itu putrinya akan cepat mengingat masa lalunya .
" Hai Nona , apa aku boleh menemanimu sarapan disini ? "
" Jika aku melarang pun kau akan tetap ada di depanku untuk memastikan aku menghabiskan sarapanku ... " gerutu Vio tanpa melihat ke arah suaminya .
Setiap pagi salah satu rutinitas Sono adalah memastikan istrinya makan dengan baik . Dan hal itu nyatanya membuahkan hasil , tubuh kurus itu mulai kembali berisi walau belum seperti dulu .
" Tadi aku lihat seorang gadis cantik , apa dia ibu dari Dara yang sering kau ceritakan ? "
" Dia hanya pengasuh , ibu kandung Dara jauh lebih cantik dari dia "
Vio terdiam , dia menyelesaikan makannya dengan cepat . Dan setelah itu Sono membantunya untuk minum obat .
" Mulai hari ini aku sudah aktiv di perusahaan . Berjanjilah padaku untuk minum obatmu tepat waktu karena mungkin siang ini aku tidak bisa pulang . Akan ada meeting yang mungkin sedikit makan waktu "
" Aku akan minum obatku dan tidak usah minta ijinku jika ingin pulang terlambat , aku bukan siapa siapa kamu ... "
" Kau Nona ku "
__ADS_1
Ada rasa sepi ketika tidak ada sosok Sono yang biasanya mengganggunya dengan berbagai hal yang menurutnya tidak penting . Pria itu benar benar meninggalkannya untuk beraktivitas seperti pria pada umumnya , bekerja untuk menghidupi keluarganya .
Karena merasa bosan akhirnya Vio menjalankan kursi rodanya menuju kamar Dara , dia suka melihat senyum bayi mungil itu . Seberapa kuat keinginannya untuk tidak peduli , senyum bayi itu selalu membuatnya rindu untuk melihatnya .
Sampai di kamar Dara ia melihat gadis yang kemarin ia lihat berbicara dengan Sono sedang bermain dengan bayi gembul itu . Mereka sedang berbaring di karpet tebal dengan berbagai boneka di atasnya .
Jauh di lubuk hatinya ada rasa iri pada gadis cantik itu . Gadis itu begitu sempurna jika di bandingkan dengan dirinya . Separuh tubuhnya tak bisa ia gerakkan , rambutnya pendek dan hanya tumbuh tipis . Wajahnya akan terlihat sangat pucat jika ia tidak mengaplikasikan make up di atasnya .
" Nyonya Vio !!? "
Vio melihat gadis itu tersenyum dan berjalan ke arahnya . Dengan sopan gadis itu menyapa dirinya .
" Tidak ... aku hanya kebetulan lewat dan melihat kalian . Apa kau pengasuh baru untuk dia ?! "
" Namanya Dara Nyonya , saya hanya menemaninya bermain kok ! Dia bayi yang sangat menyenangkan , dia bahkan tidak takut ataupun menangis walau ini pertama kalinya kami bertemu "
" Dia seperti papanya , tidak pernah takut pada siapapun "
Anna sedikit mengernyitkan dahinya , tapi kemudian menggelengkan kepalanya untuk menjauhkan pikiran pikiran buruknya . Dia melihat Vio masuk dan mendekat ke arah Dara . Ada senyum di wajah pucat itu ketika melihat Dara mengoceh dan menggerakkan tangan ataupun kakinya .
__ADS_1
" Dia cantik ... " gumam Vio .
Dara mengambil bayi itu dan mendekatkan pada ibu kandungnya , berharap Vio mau menggendongnya .
" Apakah anda tidak ingin menggendongnya Nyonya ? "
Vio menggelengkan kepalanya lemah , tapi matanya memancarkan kesedihan yang mendalam .
" Dia begitu kecil , aku takut melukainya . Tubuhku terlalu ringkih untuk bisa merengkuhnya dalam pelukanku . Tanganku masih sering kebas , aku takut dia jatuh dan terluka karenaku "
" Saya yang akan membantu Nyonya , Dara akan baik baik saja "
Anna meletakkan bayi gembul itu dalam rengkuhan ibunya . Dia bisa melihat Vio berusaha keras agar bayi itu aman dalam gendongannya .
" Hai .. kau cantik sekali , matamu persis seperti papamu "
Anna melihat Air mata Vio menetes ketika bayi mungil itu meraih pipinya yang sudah basah oleh air mata . Bayi mungil itu menatap ibunya seakan ingin menenangkan tangisnya . Anna bisa melihat kerinduan di mata keduanya .
Hati Anna ikut tersentuh melihat pemandangan di depannya , Dara terus saja mengeluarkan suaranya seakan ingin bercerita pada ibunya . Dan Vio terus menciumi tangan mungil bayinya dan kadang membisikkan kata kata yang Anna tak bisa mengartikannya .
__ADS_1
" Seni seviyorum ... Anandara "