FOR 365

FOR 365
125


__ADS_3

" Daddy !! " pekik Jasmine dengan senyum mengembang di bibirnya .


Dia memang sudah sangat merindukan Daddynya . Dan Dewa pagi ini mengatakan akan membawa pria itu untuk mengunjunginya .


John tersenyum bahagia ketika melihat Jasmine dengan perut buncitnya , sepertinya baru kemarin putri kecilnya itu bermain boneka . Dan kini putrinya akan menjadi seorang ibu .


" Daddy sudah bertemu dengan Kak Asti ?! "


" Sudah sayang , Daddy tinggalkan dia agar bisa bicara dengan Reyhan suaminya "


" Rey ? Bukannya dia ada di Belanda ? "


" Tadi dia tiba dan langsung menemui kakakmu . Bagaimana dengan cucu Daddy apakah dia sehat sehat saja !? "


Jasmine mengangguk dan kemudian memeluk erat pria yang sejak kecil mengasuhnya itu . Sungguh ia masih ingin bermanja manja dengan Daddynya .


" Lhohh ada tamu kok di anggurin sih Wa ! ltu kenapa tuan John tidak kamu kasih minum ? Hisshh maaf tuan jika putra saya kurang menghormati anda " kata Ibu Sri yang baru saja datang dari arah samping taman , tadi dia sibuk menanam tanaman hias yang dia dapatkan dari teman arisan pancinya .


Tanaman hias memang sedang hits di antara teman temannya , jika sedang berkunjung di rumah salah satu temannya pasti selalu pulang membawa tunas kecil tanaman dari hasil ' memalak ' tuan rumahnya .


" Kami baru saja minum kopi tadi di hotel Bu , masa iya suruh ngopi lagi "


" Di bilangin ya .. " kata Ibu Sri sambil mengepret lengan putranya hingga Dewa berjingkat kaget .


" Tidak apa apa Bu , dan jangan panggil saya tuan . Kita adalah besan tidak etis jika lbu memanggil saya dengan sebutan tuan "

__ADS_1


" Ooooo ... lya Mas John , tapi kok aneh ya . Maksud saya Pak John ! Ehhmm ... kok jadi tambah aneh ya " gerutu Ibu Sri yang langsung membuat John Effendy tergelak melihatnya .


Ternyata salah satu wanita yang sangat dihormati oleh para pilar Adipraja adalah pribadi yang sederhana dan menyenangkan . Ibu Sri jauh dari kata sosialita yang bergelimang kemewahan walau sebenarnya putra putrinya mampu untuk mewujudkan hal itu .


" Je kita buat minum sama kue buat Ayah kamu yuk ! " ajak Bu Sri yang langsung mendapat anggukan dari menantunya .


John Effendi tersenyum lega melihat betapa Jasmine mendapat kasih sayang berlimpah di keluarga barunya . Kini hanya tinggal Dewa dan ayah mertuanya di ruangan itu .


" Bagaimana jika Reyhan mengambil keputusan untuk meninggalkan Astika Dad !? "


" Daddy tidak bisa melarangnya Wa , kesalahan Astika sangat fatal kali ini . Dia mengkhianati pernikahannya . Walau kita sudah atasi sindikat video itu tapi pengkhianatan tetap akan menjadi pengkhianatan . Ayah berterimakasih padamu dan tuan Jerry yang membantu Daddy mengatasi masalah Astika . Jika video itu tersebar nama baik Daddy sekaligus perusahaan yang menjadi taruhannya . Pasti akan banyak yang memanfaatkan video itu untuk menjatuhkan Daddy "


" Apa itu tidak akan menimbulkan masalah baru ? Maksud Dewa bagaimana jika perpisahan itu menimbulkan dendam baru di hatinya . Dewa tidak mau ambil resiko jika dia bisa mengancam keselamatan anak dan istri Dewa "


" Daddy paham , tapi sepertinya itu tidak akan terjadi "


" Kau akan bisa melihatnya nanti "


Dewa menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia percaya dengan kata kata Daddynya .


" Setelah berpisah dengan Astika apakah Reyhan akan meninggalkan perusahaan ? "


" Kami sudah membahas dengan tuntas semua tentang hal ini . Reyhan akan tetap bekerja secara profesional di perusahaan Daddy . Lagipula aku sudah sangat mempercayainya ... dia sudah aku anggap sebagai putraku sendiri . Lagipula aku tidak mungkin merepotkan kamu yang sudah memegang tanggung jawab besar di perusahaan sebesar Adipraja "


" Jangan begitu Dad , aku juga putramu ! Aku pasti juga akan membantu sebisaku jika perusahaan Daddy bermasalah."

__ADS_1


Dua pria itu seketika diam ketika melihat dua wanita datang menghampiri mereka dengan membawa sepiring camilan dan dua gelas coklat hangat .


" Daddy harus mencoba ini , ini enak sekali ! lbu yang membuatnya " ujar Jasmine sambil meletakkan piring berisi camilan di depan Daddy dan suaminya .


" lbu bilang namanya Lemper Setan ... "


" Kenapa namanya terdengar menakutkan !? Apa maksudnya benda benda kecil yang terbungkus daun itu untuk melempar setan ? "


Bu Sri malah tertawa mendengar kata kata besannya itu , dia maklum jika mungkin pria yang menjadi besannya itu tidak pernah mendengar nama makanan kampung seperti itu .


" Tidak ada hubungannya dengan setan Mas Jin ... eh maksud saya Mas John ! ltu hanya nasi dengan isian ayam pedas yang dibungkus dengan daun "


John mengambilnya satu , dan ia hanya mengamatinya .


" Kenapa harus serumit ini bungkusnya !? "


Jasmine tertawa terpingkal pingkal ketika mendengar keluhan Daddynya . Sedang Dewa hanya bisa geleng geleng kepala melihat mertuanya yang masih tampak kebingungan dan lbunya yang sedang menggerutu tak tentu karena baru kali ini makanannya mendapat ' protes keras ' , itupun dari besannya sendiri .


Tapi mereka dikejutkan dengan tawa Jasmine yang berganti dengan rintihan kesakitan .


" Awhhss ..... "


" Sayang kenapa ???!! " Dewa dan John bertanya hampir bersamaan .


" Perutku rasanya kenceng banget D , seperti ditarik tarik .... "

__ADS_1


" Ya Allah jangan jangan .... "


__ADS_2