
" Maaf tapi nyonya adalah tanggung jawab kami , jadi kami yang harus mengantarkan lbu Sri pulang " kata salah satu pengawal bernama Rendy yang merupakan kepala pengawal untuk para nyonya Adipraja .
" Omong kosong !!! Tahu apa kalian tentang dia !! "
Dengan tenang Gaffar masih ada di sisi mantan tunangannya walau ke empat orang itu sudah maju melangkah ke arahnya . Matanya menatap tajam empat pria berbadan kekar itu . Dia sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini , jangankan empat dia bahkan pernah menghadapi sepuluh orang sekaligus sendirian .
" Hei kau yakin ingin melawan mereka !? " bisik Bu Sri dengan tatapan masih tertuju pada ke empat pengawalnya .
" Sepuluh pun masih bisa aku ladeni jika demi kamu ... "
" Cihh mereka pengawalku., kenapa kau jadi bertarung demi aku ???!! "
" Aku berjuang agar tetap bisa bersamamu Sri !! "
" Telat !!!! Seharusnya kau lakukan tiga puluh satu tahun yang lalu ... " sinis Bu Sri masih dengan suara yang lirih .
" Aku tidak peduli , aku akan tetap melawan mereka ... "
Tapi mantan mafia itu heran ketika ke empat pria yang akan di lawannya tiba tiba menghentikan langkahnya dan bahkan mundur teratur ke belakang . Tangannya dengan gerakan refleks meraih pinggang Bu Sri dan menariknya agar lebih dekat padanya karena ia merasa ada bahaya yang mungkin ada di sekitarnya .
" Lhohh ehh .... Al Shamma jauhkan tanganmu , tua bangka mesum !! " pekik Bu Sri sambil mencubit lengan kekar yang sudah melingkar di pinggangnya .
Tapi pria parubaya bertubuh besar itu seperti tidak merasakannya , ia tetap menahan Bu Sri agar tetap disampingnya .
" Apa dia menganggu anda Bu Sri ?? "
__ADS_1
Gaffar dan Bu Sri menoleh ke arah suara yang berasal dari arah belakang mereka . Disana berdiri pria parubaya yang juga setengah bule sedang menatap tidak suka ke arah pria yang sedang merengkuh pinggang ibu dari Dewa Adipraja itu .
" Pak ehh .. Mas John ?? Kok bisa ada disini ?? Lagi lari pagi juga ya ? " sapa Bu Sri dengan senyum yang di buat buat sambil melirik Gaffar agar melepaskan rengkuhan tangannya .
" Mas ?? Kau panggil dia Mas !!?? " lirih Gaffar tepat disamping telinga Bu Sri .
" Ini teman saya waktu kecil , tapi kami lama tidak bertemu " kata Bu Sri mencoba menjelaskan pada besannya .
" Tadi saya menelpon Dewa , katanya Jasmine sedang jogging di taman ini bersama anda . Dan ketika sampai di sini Jasmine malah telpon mengatakan bahwa dia sudah sampai di rumah dan dia meminta saya untuk mengantar anda pulang "
" Tidak usah !!! Dia bersamaku !!! Kau boleh pergi ... "
" Tuan , kami tidak mengenal anda ! Maaf jika kami tidak bisa mengijinkan anda untuk bersama Nyonya Sri . Dan Tuan John terima kasih sudah berniat mengantarkan nyonya kami . Tapi ini instruksi langsung dari tuan Wicaksono agar Nyonya tetap dalam pengawasan kami "
Rendy kembali maju untuk menengahi situasi , karena kepala pengawal itu sudah mulai melihat emosi pada dua pria parubaya setengah bule di depannya .
Selama di. Jakarta Wicaksono adalah pengganti Adam , dia di beri kuasa untuk melakukan apapun jika itu menyangkut keselamatan keluarga Adipraja walau Adam masih memantau tugasnya dari jauh .
" Hei lepas ! Aku mau pulang ... "
" Panggil aku Mas dulu seperti kau tadi memanggilnya "
" Tidak mau , tua bangka norak !! "
" Jika begitu kau akan melihat aku bertarung dengan empat pengawalmu "
__ADS_1
" Tidak usah sok ingin melawan yang lebih muda . Habis bertarung kau bisa kumat encoknya !! "
" Kita lihat saja Sri ... "
Jika tidak ada orang disitu Bu Sri sudah sangat ingin mencakar cakar wajah mantan mafia itu . Sifatnya yang ingin menang sendiri dan kekanakan tidak pernah berubah dari dulu .
" Kita ada di tempat umum , jika ada pertarungan pasti akan menarik perhatian banyak orang . Saya mengundang anda minum kopi di kafe depan jika berkenan " akhirnya John membuka suaranya , dia berkata seperti itu karena melihat kekhawatiran di mata Bu Sri .
" Akhirnya ada yang mengajakku makan , aku memang sedang lapar sekali . Tadinya aku ingin makan bubur tapi kalian membuat para pedagang bubar sebelum waktunya . Menyebalkan .... "
Bu Sri segera berjalan lebih dulu menuju kafe di dekat taman meninggalkan Gaffar dan John yang masih berdiri berhadapan .
" Siapa anda ??! "
" Gaffar Al Shamma , mantan tunangannya ... dan siapa kau !? "
" Suatu kehormatan bisa bertemu dengan pengusaha besar seperti anda tuan Gaffar !! Saya John Effendy ayah dari Jasmine istri Dewa Adipraja "
" Ohhh ... kau hanya berbesan dengannya "
" Dan anda hanya mantan tunangannya "
" Ya aku hanya mantan tunangan tapi akan segera menjadi suami sah nya ... " jawab Gaffar dengan senyum sinis serta tatapan tajam pada pemilik Nusa Corp itu .
" Kita lihat saja tuan Al Shamma !! Kau ... atau aku "
__ADS_1