
Gaffar tersenyum melihat putrinya yang datang ke presidential suite roomnya dengan mulut mengerucut .
" Daddy sengaja bohong sama Vio kan ?? Daddy sengaja seolah olah sudah bunuh dia agar Vio panik !! "
" Bagian mana yang kamu bilang Daddy bohong ? Daddy tidak pernah bilang ingin membunuhnya . Lagian kenapa kamu harus panik ?? Seharusnya kamu senang karena kelak dia tidak mengganggumu lagi "
" Kenapa kalian jadi sama sama menyebalkan seperti ini ?? Tadi Daddy juga main catur sama dia kan ?? Terus siapa yang menang !? "
" Dia tidak mengatakan siapa pemenangnya ?? "
Vio menatap sinis Daddynya yang terlihat tertawa kecil . Sepertinya Daddynya tertular penyakit menyebalkan dari Sono . Mereka selalu menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan .
" Kalau begitu rahasia ... biarlah hanya kami yang tahu "
Gaffar masih ingat benar jika pria itu sama sekali tidak berusaha kabur ataupun malah menyerangnya . Pria itu bahkan masih bersikap tenang saat ia meletakkan senjata di meja ruang tamu .
Gaffar mengajak Sono untuk bermain catur karena kebetulan permainan favoritnya itu tergeletak di meja ruang tamu Sono . Dia mengajukan taruhan yang menurutnya sama sama saling menguntungkan .
__ADS_1
Dan kejadian tak terduga terjadi , ahli tak tik seperti dia dapat dikalahkan dengan mudah oleh pria muda yang baru sekali ia temui itu . Pria yang ia kira hanya pemuda biasa itu ternyata adalah pemuda jenius yang bisa membaca arah permainan caturnya .
Gaffar kalah telak , dari ketiga kali permainan tak sekalipun dirinya menang . Miris sebenarnya bahwa pria mafia ahli tak tik seperti dirinya harus menyerah kalah di hadapan pemuda biasa seperti Sono .
Sesuai perjanjian , jika pemuda itu bisa mengalahkannya maka ada satu permintaan yang bisa Sono ajukan . Dan sudah menjadi kewajibannya untuk mengabulkan permintaan itu .
Dan dia sedikit terkejut mendengar permintaan pemuda itu . Sono tidak meminta untuk menikahi putrinya seperti yang ia kira , pemuda sederhana itu hanya meminta agar Gaffar menghormati keputusan Vio .
Sono ingin mengejar cintanya tanpa campur tangan siapa pun , tanpa tekanan dari pihak manapun . Karena Sono tahu semakin merasa dipaksa Violetta akan semakin menjauh darinya .
Akhirnya Gaffar menyetujuinya , dia tidak akan campur tangan dengan kisah Sono dan Vio . Hanya saja ia menelpon sahah satu temannya yaitu pemilik GG Group agar memberikan waktu lebih lama pada putrinya di lndonesia . Apapun caranya ! Tentu saja agar Vio bisa lebih mengenal Sono .
" Tentu saja tidak !!!! Dia terlalu biasa untukmu , kau tahu hal itu tanpa ditanyakan seharusnya "
Gaffar kembali tersenyum ketika melihat ada raut kekecewaan di wajah putrinya . Dia yakin pemuda sederhana itu cepat atau lambat pasti akan segera membuat putrinya bertekuk lutut .
" Dan siapa yang menurut Daddy pantas bersanding denganku ?! Jangan bilang kalau Daddy ingin mencarikan mafia juga untukku . Aku tidak mau !!! " pekik Vio .
__ADS_1
" Sini sayang , dari tadi kau bicara sambil berdiri di sana . Sini ... " Gaffar menepuk sofa disisinya , berharap putrinya mau duduk di tempat itu ..
Tapi seperti biasanya , gadis itu tidak mau terlihat manja di mata sang Daddy . Dia duduk di sofa single yang bersisian dengan kursi Daddynya . Dan Gaffar tidak tersinggung , sudah terlalu biasa melihat putrinya bersikap seperti itu padanya .
" Ada apa Dad ?? Jika akan membahas jodoh mafia maka aku akan pergi dari sini "
" Mafia pun punya hati sayang , bukankah kau kemarin sudah papa perkenalkan pada Alfian Adipraja ? Pria dengan sifat sederhana itu jugalah yang membuat Daddy tumbang tidak berdaya . Dis sangat mencintai dan mengutamakan keluarganya , tapi tetap disegani oleh orang orang seperti Daddy "
" Tapi Sono bukan Alfian Adipraja !! Dia benar benar hanya orang biasa Dad ... "
" Salah sayang ... kau salah besar !! Jika dia hanya orang biasa maka dia tidak akan mau mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan orang yang dia cintai . Jika dia orang biasa maka dia tidak akan mau meladeni tantangan orang orang seperti Daddy . Wicaksono pasti sangat tahu konsekuensinya .... "
" Maksud Daddy apa dia akan melepasku ?? "
" Sampai mati pun Daddy rasa dia tidak akan pernah melepasmu sayang , dia pria dengan rasa tanggung jawab yang besar . Dia pasti akan menunggumu untuk membuka hati .... membuka hati untuk bisa menerimanya . Dan Daddy merestui kalian , Daddy tidak pernah berkeberatan jika kau ingin menikahinya sayang . Daddy yakin Sono bisa menjaga dan membahagiakanmu "
" Daddy .... "
__ADS_1
Vio menghambur ke pelukan Daddynya , entah kenapa dia merasa sangat bahagia ketika mendengar Daddynya berkata seperti itu . Padahal jelas jelas ia masih membenci pria itu .