FOR 365

FOR 365
119


__ADS_3

CEKLEKK ...


Dewa membuka pintu kamarnya dengan hati hati , dia mengira Jasmine pasti sudah tertidur karena hari sudah sangat larut . Kebetulan tadi jalanan sedikit macet karena ada kecelakaan .


" D ... "


" Sayang kok belum tidur sih " pria itu menghampiri istrinya dan mengecup keningnya cukup lama .


" Mana bisa tidur kalau enggak ada kamu , nggak ada yang elus elus punggungku ... pegel banget D "


Dewa terkekeh mendengar keluhan istrinya , wanita cantik di atas ranjang itu selamanya akan tetap menjadi gadis manjanya .


" Bentar ya aku mandi dulu , gerah banget dari tadi "


Setelah mandi Dewa segera naik ke atas ranjang dan menciumi wajah istrinya gemas .


" Kok lama sih D "


" Tadi macet sayang , ada kecelakaan kecil di jalan " jawab Dewa dengan telapak tangan yang mulai membelai punggung sang istri .


" Tadi kamu bertengkar sama Kak Asti !? "


" Ckk aku nggak bakal buang tenaga untuk hal hal yang nggak perlu . Maaf jika aku terpaksa nggak ijinin kakak kamu nginep di mansion ya sayang ... aku nggak mau ambil resiko lihat kamu deket sama wanita ular itu "


Jasmine tersenyum dan menganggukkan kepalanya , ia tahu semua yang dilakukan suaminya karena Dewa sangat mencintai dirinya .


" Disini ada orang orang yang akan terus mengawasi aku D . Terutama Ibu , kamu kan tahu ibu sangat menyayangi aku ! Nggak bakal bisa ngapa ngapain dia D "

__ADS_1


" Pokoknya kamu hati hati saja , jangan makan atau minum minuman yang ia buat . Siapa tahu dia mau mencelakakan kamu sama baby kita "


" Kok jadi seudzon D ... dosa tau ! "


" Dibilangin ya ... "


" Selama disini berarti Kak Asti enggak boleh nginep di mansion ? "


Dewa mengangguk kemudian tangannya melingkari perut yang sudah membuncit itu .


" Bobok sayang , udah malem banget "


" He em ... Awwhhsss "


Dewa kaget mendengar suara sang istri yang terdengar kesakitan .


" Dia nendang keras banget D , sakit ... " lirih Jasmine dengan dua tangan memegangi perutnya .


" Jangan nakal ya sayang , Mama mau bobok dulu ! Besok pagi di elus elus Papa lagi ya "


Lama kelamaan Jasmine tertidur karena merasa nyaman di pelukan suaminya . Ada air mata di sudut mata Dewa melihat keadaan istrinya .


Dulu sebelum mengandung Jasmine menjaga pola makan untuk menjaga bentuk tubuhnya , wanita itu selalu ingin tampil sempurna di depan semua orang . Tapi kini wanita ' sempurna ' itu bahkan tidak mengeluh ketika susah berjalan karena bobot tubuhnya yang kini naik drastis .


" Aku mencintaimu sayang ... " bisiknya di antara suara nafas teratur istrinya .


*

__ADS_1


Sementara itu di sebuah kamar hotel dua orang terlihat masih saja berbagi peluh . Setelah permainan pertama ternyata mereka masih belum puas juga .


Saat ini pria muda bertubuh besar itu sedang memacu tubuh Astika dari belakang , permainan kasar pria itu sepertinya malah membuat wanita itu semakin melayang .


Baru kali ini dia merasakan sensasi berbeda bercinta dengan pria lain selain Reyhan suaminya . Selama ini dia sudah bisa membuat suaminya percaya bahwa dia sudah bisa memperbaiki diri .


Dia berhasil membuat Reyhan percaya bahwa dia sudah memperbaiki dirinya menjadi lebih baik . Tanpa pria itu tahu sakit hatinya pada Jasmine menyangkut ibu kandungnya ataupun merebut Dewa dari tangannya akan terus menjadi dendam abadi di hatinya .


Gara gara Jasmine ibu kandungnya harus ditempatkan dirumah sakit jiwa oleh Daddynya . Padahal waktu itu ibunya hanya meminta agar Jasmine dijauhkan sementara ke Belanda tapi John Effendy menolak keras permintaan itu .


Tak ada wanita yang mau hanya dinikahi siri , wajar jika ibunya tak mau melihat diri istri sah Daddynya dalam diri Jasmine . Karena wajah Jasmine amat sangat mirip dengan ibu kandungnya yang telah meninggal .


Sebelum mereka mencapai puncak permainan , Asti melepaskan diri dan membuat pria itu berbaring di bawahnya . Di permainan mereka yang ketiga ini dia ingin memegang kendali penuh pada pria itu .


Dia ingin menunjukkan pada pria muda di bawahnya jika ia punya kuasa dan pesona yang tak akan bisa ditolak pria manapun . Benar saja pria itu sudah mulai menggeram tak karuan ketika Astika sudah bergerak liar di atasnya .


Dua tangan wanita itu terus menahan agar dua tangan pria itu terus bermain di atas kedua bukitnya .


" Aaarrgghhh !! Kau hebat nyonya .... Bergeraklah lebih cepat !! "


" Aku memang hebat sayang ... "


Dan akhirnya tubuh Astika tumbang setelah mereka menjerit bersama ketika sudah mencapai puncak permainan mereka .


" Aku berada di sini beberapa bulan ke depan , aku tidak keberatan jika kau masih ingin merasakan kehebatanku sayang "


" O ya ??? Malam ini kita buktikan siapa diantara kita yang menyerah duluan nyonya ! Kau .... atau aku " jawab pria muda itu mulai naik kembali ke atas tubuh polos Astika .

__ADS_1


" Dan aku pastikan bukan aku tampan ... " lirih Astika dengan senyum puas yang terukir di wajahnya .


__ADS_2