
Aira dan Bumi hanya saling memandang ketika besan ibunya itu datang menghampiri mereka . Tapi sebisa mungkin mereka tersenyum karena John Effendy sudah seperti keluarga bagi mereka .
" Kebetulan jika kalian semua sedang berkumpul , karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian "
" Silahkan duduk Uncle , tapi sepertinya Jasmine ketiduran di atas karena tadi baby Jero sedikit rewel " ramah Aira untuk memecah kekakuan yang terjadi di ruangan itu .
' Tidak apa apa , aku memang ingin bicara denganmu dan menantuku . lni tentang hubungan Uncle dan ibu kalian ... "
" Hubungan apalagi Mas ? Kita kan memang punya hubungan , kita besanan ... putra putri kita terikat pernikahan . Kita juga sudah punya cucu Mas " kata Bu Sri yang juga sepertinya masih terkejut dengan kedatangan pria itu .
John Effendi hanya tersenyum menanggapi kata kata wanita yang akhir akhir ini mengganggu tidurnya itu . Entah kenapa ada rasa ingin miliki dan ingin hidup bersama wanita yang sudah menjadi besannya itu . John berpikir mereka sama sama single jadi tidak ada masalah jika ia ingin mengajukan pikirannya pada kedua anak dari Bu Sri ataupun Jasmine putrinya sendiri .
" Mas hanya ingin lebih mendekatkan hubungan kita , jika kau dan putra putrimu tidak keberatan aku ingin melamarmu ... jika kau tidak keberatan aku ingin mengikatmu dalam sebuah pernikahan . Jika tidak keberatan ... "
Sebelum menyelesaikan kata katanya suara seorang pria memotong kata katanya .
" Aku keberatan .... "
Bumi dan Dewa hanya menghembuskan nafasnya kasar , mereka tidak menyangka malam ini akan menjadi seperti ini . Satu lagi pria bule datang dengan semburat merah di wajahnya .
__ADS_1
Dua pria muda yang tahu situasi yang sedikit memanas segera bangkit dan menghampiri Gaffar Al Shamma yang sudah berdiri menjulang dengan dua tangan terkepal erat .
" Hai ... apa kabar Uncle Gaffar , sebuah kehormatan bisa kembali bertemu dengan anda " kata Bumi menjabat tangan pria parubaya yang baru saja datang itu .
" Sebaiknya kita duduk dulu , baru berbicara . Kita akan bicarakan ini dengan baik baik " sambung Dewa yang juga berusaha mendinginkan hawa yang mulai memanas .
" Sebaiknya kami ke dapur , kami akan buatkan kopi untuk kalian . Ayo Bu !! " kata Aira yang kemudian membawa ibunya bangkit dan pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke dapur .
Walau sebenarnya ada banyak pertanyaan di hatinya tapi Bu Sri menurut saja pada putri sulungnya . Bumi juga terlihat mengangguk padanya seakan berkata sang menantu bisa menanganinya .
Begitupun Aira , dia percaya Bumi dan Dewa bisa menyelesaikan masalah antara dua pria parubaya tersebut . Sebenarnya ia tak mengira John Effendy juga akan datang sore itu karena setahunya Gaffar Al Shamma lah yang menelpon dirinya untuk bertemu .
" Ra ... perasaan lbuk kok jadi enggak enak ya ?! Kok jadi dua orang yang datang sih ?? " tanya lbu Sri yang masih saja khawatir karena ia melihat kemarahan di mata mantan tunangannya tadi .
" Nggak nyangka Aira , lbu jadi rebutan dua pria bule ... ganteng ganteng lagi "
" lbu lagi serius ini Ra !! Malah kamu bercanda , jantung ibu rasanya mau copot ! Kalau mereka berantem gimana ?? "
" Ya kan ada Mas Bumi dan Dewa jadi wasitnya .... " sahut Aira tertawa kecil , walau sebenarnya ia sedikit takut tapi semua ini terasa lucu untuknya .
__ADS_1
Sungguh dia tidak menyangka ibunya akan menjadi rebutan dua pria kaya dan tampan seperti John Effendy ataupun Gaffar Al Shamma .
" Kalau disuruh milih lbu mau pilih yang mana !? "
" Apanya ?? "
" Ya merekalah .... Satu besan dan yang satu mantan tunangan . Kok lbuk nggak pernah cerita ke Aira sih soal kisah tunangan lbuk sama tuan Gaffar !?? "
" Dasar mulut ember !! Awas nanti aku buatin kopi garam biar dia tau rasa . Cerita apalagi tua bangka itu Ra ??! "
" Jangan seudzon dulu Bu , tuan Gaffar tidak pernah menceritakan apapun pada kami . Dia hanya meminta lbu kepada kami , itu saja . Mas Adam yang cerita pada suami Aira tentang hal itu . Mas Bumi kan sempat meminta papanya Ava untuk menyelidiki asal usul hubungan kalian . Masa iya sih enggak kenal langsung minta dinikahin ! "
" Jadi semua keluarga sudah tahu tentang kisah masa lalu ibuk Ra ??!! "
" Sudah , Mas Adam terbang dari Bali ke London hanya untuk mengabarkan hal itu . Hubungan pertunangan yang membuat kami waktu itu lumayan shock . Mafia rival papa Alvian ternyata menyimpan cinta pada lbu "
Bu Sri terduduk lemas di kursi makan dengan memegangi dahinya .
" Ya Tuhan Ra ... kok jadi begini sih "
__ADS_1