
" Ya Tuhan Bos .... "
Sono berlari kesetanan ketika melihat kamar Dewa yang sudah terlihat terbuka lebar , dan ketika melihat ke dalam Dewa sudah tidak ada di sana . Selang infus juga tergeletak seperti di cabut paksa karena ada darah yang menetes di lantai .
" Bangun kalian !!!! " pekiknya marah .
Dengan nafas memburu dan hati tidak karuan Sono membangunkan salah seorang anak buah mereka yang berjaga tepat di depan pintu ruangan .
" Apa yang terjadi ?? Kenapa kalian semua jadi tertidur seperti ini hahh !!! Mana tuan Muda kalian ?? Dia tidak ada di kamar !! "
Penjaga yang ia bangunkan itu seperti masih enggan membuka mata walau Sono sudah berteriak dan mencecarnya dengan bertubi pertanyaan .
" Tad ada seorang petugas kantin kesini katanya bos mengirim kopi untuk kami , setelah meminumnya kami sangat mengantuk . Badan kami terasa sangat lemas !! "
" Ya Tuhan cepat bangunkan teman teman kalian semua dan cari tuan Muda . Jika tidak jangan harap kita semua bisa melihat terbit matahari esok pagi !! CEPATTT ... !!! "
Sono yakin jika tuan mudanya sedang tidak baik baik saja saat ini , dari semua yang ia lihat menandakan bahwa Dewa sudah di culik . Otaknya menjadi beku sesaat , tak bisa berpikir apa yang akan ia perbuat selanjutnya .
Dengan badan yang terlihat masih terhuyung penjaga itu membangunkan satu persatu penjaga yang tersebar di berbagai sudut .
" Cctv kamar .... " lirihnya .
Sono segera membuka ponselnya untuk memutar cctv yang khusus dipasang di kamar ini untuk penjagaan CEO muda Adipraja itu . Tapi Dahinya mengernyit ketika alat cctv yang ia tempelkan di daerah tersembunyi sudah terlihat rusak .
" Bagaimana bisa mereka tahu ? Padahal sudah di tempat yang aman .... "
" Cari tuan Muda sekarang , mereka pasti belum jauh !! "
__ADS_1
Walaupun masih terlihat agak lemah orang orang itu kemudian bergerak tersebar untuk mencari tuan muda mereka ..Sono mengambil ponsel dan menelpon seseorang .
Dia terpaksa melakukannya karena hanya orang itu yang bisa membantunya sebelum singa gurun benar benar mengamuk dan memangsanya .
Bukan karena ragu pada kemampuan diri sendiri , Sono hanya tidak mau ambil resiko dengan keselamatan tuan mudanya . Dewa masih dalam kondisi lemah , dan para penculik tampaknya sudah sangat profesional .
" Halo Bos Adam ... aku butuh bantuan "
*
BUGGHH .... BUGGGHHH
Dua kali Adam menghantam rahang Sono hingga jatuh terjerembab di lantai . Sekarang ini mereka sedang ada di mansion Adipraja yang ada di Jakarta .
Dua jam yang lalu dia mendapat telpon tentang hilangnya Dewa dari kamar rumah sakit dan Adam langsung terbang dari Bali ke Jakarta untuk ikut mencari bungsu mereka .
Walau sedikit pusing akibat pukulan itu Sono segera bangkit berdiri dengan kepala menunduk , ia merasa sangat bersalah karena lalai menjaga tuan mudanya .
Begitupun dengan semua pengawal yang ada di ruangan itu dini hari ini , mereka tak kuasa menahan tatapan membunuh dari tangan kanan Adipraja di depan mereka . Adam terlihat sangat murka saat ini .
" Sudah , kita harus segera menemukannya . ltu yang terpenting !! " kata Jerry mencoba membuat suasana tidak terlalu panas . Dia sangat paham Adam yang terlihat pendiam pun bisa menjadi malaikat maut jika sudah terbakar emosi .
" Kalian sudah jadi mayat jika yang ada di depan kalian sekarang ini adalah putra pertama Adipraja . Ckk ... baru kali ini ada kejadian Adipraja di culik ! Hanya kalian yang tahu kan Dewa ada dirumah sakit atau ruangan itu ??! "
" Tadinya aku pikir seperti itu bos , tapi tadi malam Violetta dari GG Group sempat ingin menjenguk tuan muda "
" GG Group ? Kau yakin hanya dia yang datang ke kamar Dewa !? "
__ADS_1
" lya bos , dia tahu bos pingsan karena sebelumnya memang kami sedang ada meeting bersama "
" Kita sama sekali tidak ada masalah dengan perusahaan itu . Kau selidiki si Violetta itu !! Aku dan Jerry akan mengurus sesuatu ... "
" Baik , besok pagi aku akan ke hotel tempat dia tinggal " jawab Sono yang langsung mendapat tatapan horor dari dua pria di depannya .
" Apa !! Ulangi sekali lagi ??!!! BESOK ??? "
" Maksud saya sekarang juga Bos .... iya itu maksud saya " jawab Sono tergagap .
Tidak bisa ia bayangkan harus datang ke rumah seorang wanita pada pagi buta seperti ini . Tapi apa boleh buat karena Vio sudah menjadi target tersangka mereka kali ini .
Sementara di ruangan tadi Jerry dan Adam duduk dengan memijit keningnya . Tak mereka sangka akan kecolongan seperti ini . Jika hanya barang atau uang mereka tidak akan sepanik ini , tapi ini adalah salah satu anggota keluarga mereka .
" B sudah tahu ?? "
" Cepat atau lambat pasti dia akan tahu , matanya ada di mana mana "
" Semoga Dewa baik baik saja , tadi saat aku tinggal dia masih kelihatan sangat lemah " kata Jerry .
" Semua pasti baik baik saja , ku bunuh mereka jika berani menyentuh Dewa walau seujung kukunya "
" Lama juga kita tidak olah badan .... gatel juga tangan gue !! Sayang B tidak ada di sini "
Adam mengambil sebuah remote dan menekan tombolnya , dinding di depan mereka bergeser dan terbuka . Terlihat banyak macam senjata api ataupun senjata tangan berupa berbagai macam bentuk pisau ataupun belati .
" Let's do it ... " gumam Adam sambil menyeringai .
__ADS_1