
Sono terus menatap horor ke arah bos mudanya yang tampan dan berambut gondrong itu . Semua orang di luaran sana pasti tidak menyangka jika pria di depannya ini adalah monster menakutkan .
Pagi tadi bosnya telah membuat seseorang masuk di ruang lCU . Pria bernasib naas itu bertarung dengan monster tampan bersenyum hangat didepannya .
" Kenapa nggak di matiin sekalian bos ?? Percuma dibikin teler terus di obati , sembuh bikin ulah lagi . Nanggung kalau kata orang sih "
" Dosa .. aku nggak ingin jadi pembunuh . Jika dia pintar maka dia tidak akan cari masalah lagi denganku atau keluarga ini " .
" Ketemu dalangnya bos ?? "
" Dia cuma disuruh kurir juga , jadi dia nggak tahu siapa yang telah membayarnya "
Sono terlihat menghela nafas panjang , dan menggeleng gelengkan kepalanya pelan .
" Bos Adam memang selalu benar , langkah yang diambilnya selalu tepat sasaran . Sepertinya aku makin kecil saja jika di hadapkan dengannya . Otaknya benar benar pintar ! Dari kejauhan saja dia bisa mencium bau bahaya yang mengancam kamu Bos hingga dia menambahkan penjaga "
" Aku juga masih belajar dari dia ... bukan cuma dia aku rasa , tapi pada ketiga kakakku "
TOK ... TOK ..
" Ya Bertha ??! "
" Ada tamu di depan ... Bu Vio , katanya ada yang harus di bahas dengan Tuan Dewa pagi ini "
" Suruh masuk ... " jawab Sono enteng yang langsung mendapat hadiah lemparan kotak tisu di kepalanya .
__ADS_1
" Aduhh ... apa sih Bos !? Lha emang terus aku harus jawab gimana ?? Bos nggak mau ketemu soalnya dia lagi sayang sayangan sama istrinya gitu ?? Lagian juga sudah di depan orangnya "
Dewa tak menjawab , mood nya langsung terjun bebas saat ini ketika mendengar wanita rubah itu ingin bertemu dengannya .
" Jangan keluar ... tetap disini karena aku tidak mau hanya berdua diruangan ini dengan dia "
" Siap Bos ... " jawab Sono tersenyum senang , pagi ini akan menjadi pagi menyenangkan untuknya karena bisa melihat bodi seksi itu lagi .
" Hai Dewa ... boleh aku panggil dengan nama saja kan ?? "
Vio masuk dengan langkah yang di buat sangat anggun , dia menatap tidak suka ke arah Sono yang masih saja duduk di depan meja kerja CEO Adipraja itu .
" Terserah anda Nona " jawab Dewa dengan masih duduk ditempatnya .
" Boleh aku bicara hanya berdua denganmu Dewa ? " Vio menekan kata ' berdua ' agar pria yang menjadi sekretaris pribadi Dewa sadar dengan posisinya .
" Jika yang ingin anda bicarakan adalah masalah perusahaan maka sekretaris saya berhak tahu semuanya . Dia adalah otak dan tangan kedua saya ! Tapi jika yang ingin anda bicarakan adalah masalah pribadi berarti anda salah tempat Nona "
" Baik ... mari kita bicarakan masalah pekerjaan ! " tantang Vio .
" Baik , Sono akan menemani anda karena pagi ini saya harus pergi mengecek proyek di luar "
" Apa kau sedang menghindariku !? "
" Tidak ada yang perlu saya hindari Nona , anda adalah klien saya sudah sepatutnya saya menghormati anda "
__ADS_1
" Ok ... bersikaplah profesional kalau begitu , kita undur pertemuannya ! Kita bertemu saat makan siang nanti . Kau saja yang tentukan tempatnya jika kau curiga aku akan mencelakai dirimu . Aku tidak punya banyak waktu disini jadi maaf kalau aku selalu memintamu untuk bertemu di luar perusahaan . ltu hanya agar kerjasama ini cepat terealisasi tanpa membuang waktu . Kau pikir hanya kau sendiri yang sangat sibuk !!!?? "
" Ok .... sesuai kata katamu , bersikap profesional !! Kau pun harus mengingat itu aku rasa "
Setelah itu Vio melangkah keluar dengan langkah yang terlihat sangat kesal . Baru kali ini ada pria yang tidak jatuh dalam pesonanya . Cantik , pintar sekaligus menjadi GM di perusahaan terkenal . Semua pria pasti mengharapkan bisa menjadi salah satu prianya .
" Memang Bos ada jadwal keluar hari ini !? "
" Tidak tahu , kau kan yang atur semua jadwalku "
" Jadi ?? "
" Atur saja jadwal makan siangku dengannya , kita percepat kerjasama dengan GG Group biar mereka cepat kembali ke Dubay "
" Siap Bos !! "
Dan siang itu Sono benar benar mengatur jadwal makan siang Dewa di sebuah restoran yang letaknya tak jauh dari gedung perkantoran Adipraja .
Sono tetap mendampingi Dewa , sedang Vio bersama beberapa orangnya juga .
" Bos .. kau tidak apa apa ?! "
Sono sedikit khawatir pada gelagat bosnya yang terlihat seperti tidak biasanya . Bosnya terlihat sedikit pucat dan selalu bergerak seperti tidak nyaman . Tapi Dewa tidak menjawabnya sepertinya bosnya masih fokus pada presentasi dari salah seorang asisten Vio . Dan tiba tiba ...
BRRAAKKKK .....
__ADS_1