FOR 365

FOR 365
112


__ADS_3

Pagi itu suasana terlihat berbeda , Bumi dan Alfian sudah berada di tempat itu . Mereka akan menjadi saksi di pernikahan Vio dan Sono . Mereka kebetulan masih ada di Amerika karena memang sedang ada bisnis di tempat itu .


Gaffar dan dua putranya pun sudah menyiapkan semua dengan sebaik baiknya . Mereka tidak membuat pesta atau apapun yang bisa membuat Vio merasa lelah . Hanya pernikahan sederhana seperti yang dulu Bumi dan Aira lakukan ketika Alfian terbaring di rumah sakit .


" Bagaimana perasaanmu ?! "


" Deg degan Bos ! Kaya mau maju perang " jawab Sono seadanya yang membuat dua Adipraja itu tertawa .


" Tuh Uncle Gaffar udah panggil ... "


Semua merasa terharu ketika acara selesai , Sono sudah menyelesaikan akad untuk menjadikan Violetta Al Shamma untuk menjadi istrinya .


" Jaga adik kami , sayangi dia seperti kami menyayanginya sejak dia kecil . Aku akan mencarimu jika aku dengar dia tidak bahagia disisimu " ancam kakak sulung Vio bernama Abbio .


" Ckk .. jangan dengarkan dia , kami percaya padamu seperti Daddy yang sudah mempercayakannya padamu " sahut salah satu kakak Vio yang lain bernama Zahid .


Si sulung yang punya perangai tegas cenderung pemarah , sedang anak tengah memiliki sifat penyabar dan sangat humble . Walau mempunyai watak yang berlawanan tapi keduanya amat sangat menyayangi bungsu mereka .


" Aku akan menjaganya dengan nyawaku , dia sudah menjadi tanggung jawabku sekarang " jawab Sono tegas .


Mereka semua keluar ruangan dan memberikan waktu berdua pada Sono dan Vio , mungkin dua pasangan newbie ini butuh waktu untuk berbicara .

__ADS_1


" Hai .. senang bisa bertemu dengan pewaris Adipraja yang sesungguhnya " sapa Abbio yang membuat dua tangan Bumi terkepal .


Walau tidak ada hubungan darah dengan Adam Jerry ataupun Dewa tapi dia tidak suka jika ada orang yang menyinggung soal hubungan persaudaraan mereka .


Alfian menepuk pelan pundak putranya kemudian tersenyum seakan berkata agar putranya bisa mengendalikan diri .


Seperti Alfian Gaffar pun ikut menepuk pundak Bumi .


" Kau lihat itu kan tuan Alfian ? Aku masih harus belajar banyak padamu ... aku belum berhasil mendidik mereka . Mereka masih berpikir hubungan darah adalah segalanya . Mereka belum melihat kehebatan ketiga putramu yang lainnya ... "


" Jangan terlalu memuji , empat putraku tidak sesempurna yang kau pikir . Mereka juga punya kelemahan "


" Jangan tanggapi kebenciannya Nak , dia memang begitu ! Dia akan menganggap semua pengusaha muda sepertimu sebagai saingannya " kata Gaffar pada Bumi yang masih duduk di sampingnya .


" Uncle tenang saja , dia lebih muda dariku jadi wajar jika sifatnya masih berapi api seperti itu ' jawab Bumi .


" Kami juga menitipkan putri kami padamu tuan Alfian .... "


" Saya akan menjaganya seperti saya menjaga putri saya sendiri "


Jawaban itu membuat Gaffar menjadi lega , dia percaya Alfian dan keluarganya dapat menjaga putrinya seperti.dia menjaganya .

__ADS_1


Sementara itu di dalam ruangan Sono masih menggenggam erat tangan Vio istrinya .


" Hai istri ... apa kau bahagia hari ini ? " sapa Sono yang saat ini sedang berbunga bunga .


Vio mengangguk lemah dan tersenyum , akhirnya dia bisa menjadi nyonya Wicaksono seperti yang dulu pernah dia harapkan .


" lstirahatlah ... kau harus banyak istirahat agar kau cepat pulih . Kemarin dokter berkata perkembangan kesehatanmu sangat baik , dan mereka berkata bahwa kau adalah wanita hebat ... istriku adalah wanita terhebat di dunia !! "


" Maaf ... '"


" Untuk ??! "


" Aku tidak bisa melayanimu seperti istri lainnya . Harusnya ini malam pertama kita "


" Ckk ... aku tidak memikirkan hal itu sayang , yang paling utama sekarang adalah kesembuhan kamu , kesehatan bayi kita "


" Ya kau benar ... aku memang sudah sangat lelah . Aku ingin memejamkan mataku dan tertidur , satu pintaku ... jangan pernah lupa dengan janjimu . Pilihlah dia , jaga dia seumur hidupmu ! "


Setelah itu Vio memejamkan matanya dengan tetap menggenggam tangan suaminya . Tapi Sono dikejutkan dengan suara elektrokardiogram yang melambat .


" Sayang ... sayang !!! Aku mohon jangan begini .... !! "

__ADS_1


__ADS_2