
Setelah makan malam , Sono meminta istrinya untuk menemaninya duduk di taman samping kolam renang . Dan Vio tak kuasa menolak karena dia merasa memang sudah seharusnya mereka berbicara dari hati ke hati .
Sebelum membawa Vio ke taman Sono terlebih dulu mengambil jaket dan selimut untuk istrinya . Vio bisa merasakan betapa suaminya memperhatikannya bahkan dalam hal sekecil apapun .
" Bicaralah ... " kata Vio sambil memandang langit malam yang begitu indah malam ini .
" Kau tidak ingin bicara lebih dulu Nona !? "
" Aku terlalu lelah untuk bicara "
" Ya sudah jika begitu aku yang akan bicara "
Sebelum bicara satu tangan Sono meraih tangan Vio dan ia letakkan di pangkuannya .
" Banyak sekali hal yang kita lalui bahkan sebelum cinta kita mekar . Perkenalan kita sangat singkat hingga Anandara hadir di antara kita . Awalnya hanya sebatas tanggung jawab , tapi semakin lama aku semakin terikat padamu . Aku mencintaimu Violetta ... "
Sono mengeratkan genggamannya ketika merasa Vio ingin melepaskan tangannya .
" Aku melihat semuanya sayang , jika kau lupa ingatan kau tidak akan menangis jika melihat Anandara . Jika kau lupa ingatan aku tidak akan melihat kerinduan di matamu untukku . Aku melihat dan merasakan semuanya . Tapi dari awal aku tidak ingin membuatmu tertekan , aku dan Daddy memberimu waktu untuk menerima semua yang terjadi . Kami terus berada di sampingmu agar kau tahu bahwa kau tidak sendirian . Aku sudah berbicara dengan doktermu , sakit yang kau derita sangat sulit disembuhkan tapi bukan berarti tidak bisa ... kita masih punya Dia . Apapun akan terjadi jika Dia sudah berkehendak . Termasuk kesembuhanmu ! "
" Jadi kau tahu ?? "
" Ku anggap penantianku sebagai penebus kesalahanku padamu , aku pernah melakukan dosa besar padamu sayang ! Tapi seperti yang aku katakan sejak awal , sampai mati pun aku tidak akan meninggalkanmu . Dan apa yang akan kau lakukan pada suamimu ini sayang ?? Kau ingin Anna menggantikan dirimu ? Dia gadis yang cantik dan baik.tapi cintaku tidak akan pernah berpindah pada wanita lain selain dirimu "
" Gombal !! "
__ADS_1
Sono terbahak mendengar cibiran istrinya , ia kecup punggung tangan istrinya bertubi tubi .
" Kau bahkan tidur dengan menyebut namaku sayang ... "
" Tidak mungkin , kita tidur terpisah setiap malam "
" Siapa bilang ? Setiap malam aku akan tidur di sisimu , kau pikir aku bisa tidur tanpa dirimu ?? "
Sekali lagi Sono terkekeh melihat ekspresi tak percaya dan sedikit ' tuduhan ' padanya .
" Kita hanya tidur sayang , aku tidak melakukan apapun padamu . Sayangnya kau sering menyiksaku dengan lingerie lingerie seksi yang kau kenakan . Tubuhmu terlalu indah untuk aku lewatkan ... Awwwssssss sayang !! " "
Vio mencubit paha Sono dengan sangat keras , wajahnya memerah karena malu sekaligus kesal . Selama ini dia mengira tipuannya tidak diketahui siapapun , tapi nyatanya suaminya ataupun Daddynya sudah mengetahuinya .
" Kau menyebalkan .... "
" Kau cantik ... "
" Aku membencimu !! "
" Aku sangat mencintaimu Nona "
" Jangan tinggalkan aku ... "
" Tidak akan pernah sayang "
__ADS_1
Sono merengkuh tubuh ringkih itu ke dalam pelukannya , ada air yang keluar dari sudut matanya . Pria itu berharap kebahagiaan ini akan terus menyertai mereka . Dia tahu Violetta tidak mudah melewati semua ini , butuh kesabaran untuk menjadikan semua menjadi indah .
Sono berharap Violetta bisa sepenuhnya bersandar padanya . Sekuat tenaga ia akan menjaga keluarganya bahkan dengan taruhan nyawanya sekalipun . Tidak akan ada wanita lain , dia ingin mengarungi lika liku hidupnya hanya dengan seorang Violetta Al Shamma .
*
Dan saat siang harinya Dewa di kejutkan dengan kedatangan sahabat dari Alfian Adipraja , pria parubaya itu datang tanpa terlebih dulu konfirmasi padanya .
" Uncle Gaffar ? Apa kau ingin bertemu dengan Wicaksono ? Tapi maaf dia sedang meeting di luar bersama sekretarisnya " ujar Dewa sambil menyambut pelukan dari pria bertubuh besar itu .
" Uncle hanya ingin bertemu denganmu Nak , apa kabarmu ? Uncle dengar kau sudah mempunyai seorang putra ? "
" Ya ... namanya Jero "
" Dia pasti tampan sekali , boleh uncle melihatnya ? Sepertinya kita bisa menjodohkan Jero dan cucuku . Cucuku juga cantik sekali "
" Datanglah kapan pun Uncle mau , kami pasti akan sangat senang "
" Senyummu sama seperti dia ...."
" Ya Uncle ? Apa kau mengatakan sesuatu !? "
" Tidak Nak ... maksudku pasti akan menyenangkan jika melihat Dara dan Jero bermain bersama "
Ada senyum tersungging di bibir pria parubaya itu , sepertinya malam ini dia akan bertemu lagi dengannya .
__ADS_1